alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Ratusan Penumpang KM. Lambelu Terjaring Razia

NUNUKAN – Sebanyak 164 orang penumpang KM. Lambelu yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Rabu (16/12) pagi, di antaranya 106 penumpang terjaring razia karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nunukan.

Dari hasil sweeping Unit Pelayanan Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPTBP2MI) Nunukan bersama pihak kepolisian, Kodim dan Satpol PP, didapati 9 orang terindikasi berdokumen paspor dan hendak bekerja di Malaysia.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPTBP2MI Nunukan, Arbain mengatakan, giat sweeping yang digelar bersama stakeholder terkait dalam satu pekan ini untuk pengecekan penumpang agar mereka tidak masuk ke Malaysia secara nonprosedural.

“Kalau penumpang kapal ini memiliki identitas KTP Nunukan kami persilakan lanjutkan perjalanan. Tapi kalau identitas mereka di luar Nunukan, maka perlu kami dalami tujuan mereka datang ke Nunukan untuk apa,” terang Arbain ke media.

Baca Juga :  Kepala Daerah Terpilih Dilantik 17 Februari

Lanjutnya, dengan kondisi sekarang yang sedang pandemi Covid-19 dan Malaysia yang saat ini masih lockdown tentunya melarang warga negara asing (WNA) masuk ke negaranya. Oleh karenanya dilakukan pencegahan.

“Lebih baik mereka ini dicegah, dari pada mereka lolos masuk ke Malaysia secara nonprosedural, lalu ditangkap dan dimasukkan penjara,” katanya.

Tambahnya, giat sweeping ini juga dilakukan kepada penumpang KM. Thalia yang tiba pada Senin (14/12) lalu.  Dari 232 penumpang yang turun di Pelabuhan Tunon Taka, sebanyak 181 orang yang terjaring razia. Namun setelah diselidiki rata-rata mereka kunjungan keluarga, menghadiri pernikahan ataupun ada keluarganya yang meninggal.

“Senin, 14 Desember 2020, kami juga lakukan pengecekan penumpang yang turun di Nunukan dengan KM. Thalia.  Sebanyak 181 orang diantaranya 13 orang berdokumen paspor dan memang berencana mau berangkat ke Malaysia,” jelasnya.

Baca Juga :  Penumpang Kehabisan Tiket

Penumpang KM. Thalia dan KM. Lambelu yang terindikasi itu tadi rencananya akan dipulangkan secepatnya ke daerah mereka masing-masing oleh UPTBP2TKI Nunukan.

“Ini akan kami dalami dan tindak lanjuti. Jika mereka memang mau kembali ke Malaysia kami harapkan mereka nanti mengikuti jalur resmi. Namun sementara Malaysia lockdown, solusi akhirnya akan kami pulangkan kembali ke daerah asalnya malam ini (kemarin, Red) lewat KM Thalia,” tuturnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Nunukan, Abdul Kadir mengatakan untuk menghindari sekaligus pencegahan warga negara Indonesia (WNI) ke Malaysia secara nonprosedural, Satpol PP juga bertugas menjaga.

“Pencegahan ini harus betul betul kita tegakkan. Jadi setiap yang berkaitan dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI), UPTBP2MI selalu libatkan Satpol PP, Kodim dan Kepolisian sebagai pengamanan,” tutupnya. (chm/lim/eza)

NUNUKAN – Sebanyak 164 orang penumpang KM. Lambelu yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Rabu (16/12) pagi, di antaranya 106 penumpang terjaring razia karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nunukan.

Dari hasil sweeping Unit Pelayanan Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPTBP2MI) Nunukan bersama pihak kepolisian, Kodim dan Satpol PP, didapati 9 orang terindikasi berdokumen paspor dan hendak bekerja di Malaysia.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPTBP2MI Nunukan, Arbain mengatakan, giat sweeping yang digelar bersama stakeholder terkait dalam satu pekan ini untuk pengecekan penumpang agar mereka tidak masuk ke Malaysia secara nonprosedural.

“Kalau penumpang kapal ini memiliki identitas KTP Nunukan kami persilakan lanjutkan perjalanan. Tapi kalau identitas mereka di luar Nunukan, maka perlu kami dalami tujuan mereka datang ke Nunukan untuk apa,” terang Arbain ke media.

Baca Juga :  Kepala Daerah Terpilih Dilantik 17 Februari

Lanjutnya, dengan kondisi sekarang yang sedang pandemi Covid-19 dan Malaysia yang saat ini masih lockdown tentunya melarang warga negara asing (WNA) masuk ke negaranya. Oleh karenanya dilakukan pencegahan.

“Lebih baik mereka ini dicegah, dari pada mereka lolos masuk ke Malaysia secara nonprosedural, lalu ditangkap dan dimasukkan penjara,” katanya.

Tambahnya, giat sweeping ini juga dilakukan kepada penumpang KM. Thalia yang tiba pada Senin (14/12) lalu.  Dari 232 penumpang yang turun di Pelabuhan Tunon Taka, sebanyak 181 orang yang terjaring razia. Namun setelah diselidiki rata-rata mereka kunjungan keluarga, menghadiri pernikahan ataupun ada keluarganya yang meninggal.

“Senin, 14 Desember 2020, kami juga lakukan pengecekan penumpang yang turun di Nunukan dengan KM. Thalia.  Sebanyak 181 orang diantaranya 13 orang berdokumen paspor dan memang berencana mau berangkat ke Malaysia,” jelasnya.

Baca Juga :  Kecam Kekerasan Perempuan hingga Desak Sahkan RUU TPKS

Penumpang KM. Thalia dan KM. Lambelu yang terindikasi itu tadi rencananya akan dipulangkan secepatnya ke daerah mereka masing-masing oleh UPTBP2TKI Nunukan.

“Ini akan kami dalami dan tindak lanjuti. Jika mereka memang mau kembali ke Malaysia kami harapkan mereka nanti mengikuti jalur resmi. Namun sementara Malaysia lockdown, solusi akhirnya akan kami pulangkan kembali ke daerah asalnya malam ini (kemarin, Red) lewat KM Thalia,” tuturnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Nunukan, Abdul Kadir mengatakan untuk menghindari sekaligus pencegahan warga negara Indonesia (WNI) ke Malaysia secara nonprosedural, Satpol PP juga bertugas menjaga.

“Pencegahan ini harus betul betul kita tegakkan. Jadi setiap yang berkaitan dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI), UPTBP2MI selalu libatkan Satpol PP, Kodim dan Kepolisian sebagai pengamanan,” tutupnya. (chm/lim/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/