alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

97 Ribu Blangko E-KTP Standby

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sebanyak 97 ribu blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) standby di provinsi termuda Indonesia ini.

Kepala Disdukcapil Kaltara, H. Sanusi mengatakan, dari total blangko e-KTP yang tersedia itu, 66 ribu di antaranya berada di Disdukcapil Kaltara. Sementara 31 ribu lagi tersebar di lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Namun ia tak menyebutkan secara rinci per kabupaten/kota.

“Blangko e-KTP yang tersedia itu saya kira masih cukup sampai enam bulan ke depan. Artinya masih bisa sampai pertengahan tahun 2021,” ujar Sanusi kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (17/12).

Oleh karena itu, Sanusi mengaku optimistis untuk tahun 2021, pihaknya tidak khawatir terjadi kekosongan stok blangko e-KTP di provinsi ke-34 ini. Jadi, dipastikan saat ini masyarakat yang mengurus identitas kependudukan berupa e-KTP tidak akan kehabisan blangko.

Baca Juga :  Berkas RSN Dilimpahkan ke Kejari

Karena, Kaltara memang mendapat pasokan blangko yang cukup banyak dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), sehingga pelayanan kependudukan di Kaltara berjalan lancar.

Sejauh ini, belum ada kabupaten/kota yang datang meminta belangko e-KTP ke pihaknya. Sebab di kabupaten/kota saat ini juga masih tersedia. Tapi, jika ada yang mengusulkan, itu akan diberikan dengan menyesuaikan pada kebutuhannya.

“Pastinya kita standby. Biasanya kabupaten/kota itu jika persediaannya kurang dari 1.000 keping, mereka akan minta lagi blangko itu, bisa langsung dan bisa juga bersurat lewat email,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mengontrol ketersediaan blangko di kabupaten/kota berdasarkan laporan kegiatan perekaman setiap harinya. Jika dihitung stok di kabupaten/kota sudah menipis, maka pihaknya langsung berikan tambahan blangko e-KTP tersebut.

Baca Juga :  Kematian Bocah Malang Masih Misterius

Dengan banyaknya blangko yang tersedia itu, maka pihaknya berharap kabupaten/kota tidak bersantai-santai, melainkan harus terus berupaya melakukan perekaman. Artinya tidak hanya standby di kantor, melainkan juga harus menjalankan program ‘jemput bola’.

Ia menilai, dengan kondisi geografis Kaltara ini, metode ‘jemput bola’ itu dinilai sangat efektif. Terlebih saat ini pihaknya sudah memberikan bantuan alat perekam berjenis portabel yang dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah.

“Pastinya kami akan akomodir masyarakat yang ingin mengurus identitas kependudukan. Dengan ketersediaan blangko yang cukup banyak ini, saya berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan harus bolak balik mengurus karena blangko kosong,” tuturnya. (iwk/eza)

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sebanyak 97 ribu blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) standby di provinsi termuda Indonesia ini.

Kepala Disdukcapil Kaltara, H. Sanusi mengatakan, dari total blangko e-KTP yang tersedia itu, 66 ribu di antaranya berada di Disdukcapil Kaltara. Sementara 31 ribu lagi tersebar di lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Namun ia tak menyebutkan secara rinci per kabupaten/kota.

“Blangko e-KTP yang tersedia itu saya kira masih cukup sampai enam bulan ke depan. Artinya masih bisa sampai pertengahan tahun 2021,” ujar Sanusi kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (17/12).

Oleh karena itu, Sanusi mengaku optimistis untuk tahun 2021, pihaknya tidak khawatir terjadi kekosongan stok blangko e-KTP di provinsi ke-34 ini. Jadi, dipastikan saat ini masyarakat yang mengurus identitas kependudukan berupa e-KTP tidak akan kehabisan blangko.

Baca Juga :  Tiket Speedboat Akan Dijual Online

Karena, Kaltara memang mendapat pasokan blangko yang cukup banyak dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), sehingga pelayanan kependudukan di Kaltara berjalan lancar.

Sejauh ini, belum ada kabupaten/kota yang datang meminta belangko e-KTP ke pihaknya. Sebab di kabupaten/kota saat ini juga masih tersedia. Tapi, jika ada yang mengusulkan, itu akan diberikan dengan menyesuaikan pada kebutuhannya.

“Pastinya kita standby. Biasanya kabupaten/kota itu jika persediaannya kurang dari 1.000 keping, mereka akan minta lagi blangko itu, bisa langsung dan bisa juga bersurat lewat email,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mengontrol ketersediaan blangko di kabupaten/kota berdasarkan laporan kegiatan perekaman setiap harinya. Jika dihitung stok di kabupaten/kota sudah menipis, maka pihaknya langsung berikan tambahan blangko e-KTP tersebut.

Baca Juga :  Kampanyekan Lingkungan, Kibarkan 76 Meter Bendera RI di Jembatan

Dengan banyaknya blangko yang tersedia itu, maka pihaknya berharap kabupaten/kota tidak bersantai-santai, melainkan harus terus berupaya melakukan perekaman. Artinya tidak hanya standby di kantor, melainkan juga harus menjalankan program ‘jemput bola’.

Ia menilai, dengan kondisi geografis Kaltara ini, metode ‘jemput bola’ itu dinilai sangat efektif. Terlebih saat ini pihaknya sudah memberikan bantuan alat perekam berjenis portabel yang dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah.

“Pastinya kami akan akomodir masyarakat yang ingin mengurus identitas kependudukan. Dengan ketersediaan blangko yang cukup banyak ini, saya berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan harus bolak balik mengurus karena blangko kosong,” tuturnya. (iwk/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/