alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Tegakkan Protokol Kesehatan Bagi Tamu dan Staf Hotel

Memasuki akhir tahun 2020, pandemi Covid-19 ini masih terus saja berlangsung. Meski demikian, layanan jasa perhotelan kian meningkat. Sehingga pelaksanaan protokol kesehatan harus ditegakkan demi memberantas penyebaran covid-19 di Bumi Paguntaka. Lantas bagaimana upaya pengusaha perhotelan bertahan di tengah pandemi?

 

YEDIDAH PAKONDO, Tarakan

SUASANA hotel kian semarak di akhir tahun. Bagaimana tidak? Selama pandemi Covid-19 yang terjadi di Bumi Paguntaka pada Maret 2020 lalu sontak membuat layanan jasa hotel kelalapan lantaran tidak memiliki klien sedikitpun.

“Biasanya, kami selalu memiliki banyak klien apalagi saat itu masih awal tahun. Namun karena pandemi, orang jadi takut untuk nginap di hotel,” ujar Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Utara, Elly kepada Radar Tarakan kemarin, (14/12).

Pandemi yang menyerang Bumi Paguntaka ini kian kuat terjadi. Bahkan membuat hotel-hotel terpaksa merumahkan sebagian karyawannya, hingga ada pula hotel yang terpaksa tidak beroperasi di tengah pandemi mengingat besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan namun tidak berbanding lurus dengan pendapatan.

Hal inilah yang membuat suara perhotelan kian melemah di tengah pandemi. Hingga membuat pemerintah turun tangan dan memberikan keringanan pembayaran pajak kepada pengusaha hotel selama 5 bulan terhitung Maret hingga Mei 2020 lalu. Hingga akhirnya, dalam aturan new normal life yang diterapkan pemerintah pusat dan daerah membuat jasa perhotelan akhirnya harus berdiri pada kaki sendiri untuk bangkit dan kembali maju.

Baca Juga :  Persoalan Ini yang Bikin PPKM Bulungan Jadi Level 1

“Jadi, Agustus itu awal perjuangan kami. Kami akhirnya membuka kembali layanan hotel, meski waktu itu ada beberapa hotel di Tarakan yang akhirnya masih merumahkan sebagian karyawannya,” kenang Elly.

Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, akhirnya aktivitas perhotelan semakin hari kian membaik. Tak disangka, pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan pihak perhotelan membuat para tamu dan klien menjadi percaya akan layanan hotel hingga membuat aktivitas perhotelan kembali lancar.

Simpel saja, saat melakukan layanan kepada para klien, para staf hotel diwajibkan untuk menggunakan masker dan sarung tangan. Serta tamu yang berkunjung ke hotel diwajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan lebih dulu serta melakukan pengecekan suhu sebelum masuk ke dalam hotel.

Saat berada di dalam hotel, staf selalu menyediakan kamar yang telah disemprotkan cairan disinfektan dengan seprai dan bantal yang telah dicuci bersih menggunakan sabun. Tak hanya itu, hotel juga menyediakan alat mandi dan keperluan makan sesuai standar protokol kesehatan.

“Alat mandi yang kami sediakan itu biasanya sekali pakai. Terus makan pagi, siang dan malam juga sesuai standar protokol kesehatan, itu diantar oleh staf kami ke kamar masing-masing. Jadi tidak bersentuhan sehingga semua aman,” jelas Elly.

Baca Juga :  Update Status Zonasi Covid-19 di Kaltara 12 Agustus 2021

Tak hanya pada bagian kamar klien, namun staf perhotelan juga melakukan pembersihan di bagian lobby karena ruang tersebutlah yang memiliki aktivitas padat karena banyak yang keluar masuk di kawasan tersebut. Pembersihan lobby dan kamar klien dilakukan pada pukul 08.00 hingga 16.00 Wita secara rutin setiap hari. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan 2 kali oleh PMI sehingga pelaksanaan protokol kesehatan menurut Elly selalu ditegakkan oleh pihak perhotelan.

Pelaksanaan protokol kesehatan yang terus dilakukan ini akhirnya mengundang banyak tamu untuk kembali melakukan aktivitas di hotel sejak September 2020 lalu. Hingga Desember 2020 ini aktivitas perhotelan kian baik, meski masih dengan harga promo.

Kenaikan UMK sebanyak Rp 5 ribu ini dikatakan Elly pihaknya akan berusaha untuk tetap ikut pada aturan yang diterapkan pemerintah. Apalagi jasa hunian saat ini semakin membaik karena didukung dari klien-klien yang berasal dari perusahaan swasta.

“Kalau permintaan dari masyarakat umum masih rendah. Tapi dari perusahaan-perusahaan swasta ini masih baik,” pungkasnya. (har)

 

Memasuki akhir tahun 2020, pandemi Covid-19 ini masih terus saja berlangsung. Meski demikian, layanan jasa perhotelan kian meningkat. Sehingga pelaksanaan protokol kesehatan harus ditegakkan demi memberantas penyebaran covid-19 di Bumi Paguntaka. Lantas bagaimana upaya pengusaha perhotelan bertahan di tengah pandemi?

 

YEDIDAH PAKONDO, Tarakan

SUASANA hotel kian semarak di akhir tahun. Bagaimana tidak? Selama pandemi Covid-19 yang terjadi di Bumi Paguntaka pada Maret 2020 lalu sontak membuat layanan jasa hotel kelalapan lantaran tidak memiliki klien sedikitpun.

“Biasanya, kami selalu memiliki banyak klien apalagi saat itu masih awal tahun. Namun karena pandemi, orang jadi takut untuk nginap di hotel,” ujar Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Utara, Elly kepada Radar Tarakan kemarin, (14/12).

Pandemi yang menyerang Bumi Paguntaka ini kian kuat terjadi. Bahkan membuat hotel-hotel terpaksa merumahkan sebagian karyawannya, hingga ada pula hotel yang terpaksa tidak beroperasi di tengah pandemi mengingat besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan namun tidak berbanding lurus dengan pendapatan.

Hal inilah yang membuat suara perhotelan kian melemah di tengah pandemi. Hingga membuat pemerintah turun tangan dan memberikan keringanan pembayaran pajak kepada pengusaha hotel selama 5 bulan terhitung Maret hingga Mei 2020 lalu. Hingga akhirnya, dalam aturan new normal life yang diterapkan pemerintah pusat dan daerah membuat jasa perhotelan akhirnya harus berdiri pada kaki sendiri untuk bangkit dan kembali maju.

Baca Juga :  Identitas Mr X Masih Misterius

“Jadi, Agustus itu awal perjuangan kami. Kami akhirnya membuka kembali layanan hotel, meski waktu itu ada beberapa hotel di Tarakan yang akhirnya masih merumahkan sebagian karyawannya,” kenang Elly.

Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, akhirnya aktivitas perhotelan semakin hari kian membaik. Tak disangka, pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan pihak perhotelan membuat para tamu dan klien menjadi percaya akan layanan hotel hingga membuat aktivitas perhotelan kembali lancar.

Simpel saja, saat melakukan layanan kepada para klien, para staf hotel diwajibkan untuk menggunakan masker dan sarung tangan. Serta tamu yang berkunjung ke hotel diwajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan lebih dulu serta melakukan pengecekan suhu sebelum masuk ke dalam hotel.

Saat berada di dalam hotel, staf selalu menyediakan kamar yang telah disemprotkan cairan disinfektan dengan seprai dan bantal yang telah dicuci bersih menggunakan sabun. Tak hanya itu, hotel juga menyediakan alat mandi dan keperluan makan sesuai standar protokol kesehatan.

“Alat mandi yang kami sediakan itu biasanya sekali pakai. Terus makan pagi, siang dan malam juga sesuai standar protokol kesehatan, itu diantar oleh staf kami ke kamar masing-masing. Jadi tidak bersentuhan sehingga semua aman,” jelas Elly.

Baca Juga :  Satu Jemaah Haji Dipulangkan Lebih Awal

Tak hanya pada bagian kamar klien, namun staf perhotelan juga melakukan pembersihan di bagian lobby karena ruang tersebutlah yang memiliki aktivitas padat karena banyak yang keluar masuk di kawasan tersebut. Pembersihan lobby dan kamar klien dilakukan pada pukul 08.00 hingga 16.00 Wita secara rutin setiap hari. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan 2 kali oleh PMI sehingga pelaksanaan protokol kesehatan menurut Elly selalu ditegakkan oleh pihak perhotelan.

Pelaksanaan protokol kesehatan yang terus dilakukan ini akhirnya mengundang banyak tamu untuk kembali melakukan aktivitas di hotel sejak September 2020 lalu. Hingga Desember 2020 ini aktivitas perhotelan kian baik, meski masih dengan harga promo.

Kenaikan UMK sebanyak Rp 5 ribu ini dikatakan Elly pihaknya akan berusaha untuk tetap ikut pada aturan yang diterapkan pemerintah. Apalagi jasa hunian saat ini semakin membaik karena didukung dari klien-klien yang berasal dari perusahaan swasta.

“Kalau permintaan dari masyarakat umum masih rendah. Tapi dari perusahaan-perusahaan swasta ini masih baik,” pungkasnya. (har)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/