alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Soal PTM, Satgas: Jangan Tergesa-Gesa

TANJUNG SELOR – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bulungan direncanakan akan dimulai Januari 2021. Namun, kepastian PTM masih menunggu keputusan dari Pemda Bulungan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan, Ingkong Ala mengatakan, sebelum pelaksanaan PTM dimulai segala persiapan harus dipersiapkan dengan matang.

“Pembelajaran tatap muka tahun depan  berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19,” kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara, Selasa (15/12).

Oleh karena itu, dirinya meminta agar semua dipersiapkan. Kalau memang belum memungkinkan sebaiknya tetap dilaksanakan belajar dari rumah (BDR).

“Kalau di pedesaan saya rasa tidak masalah. Kalau di perkotaan ini masih terlalu berisiko,” sebutnya.

Sebab, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi. Bahkan berdasarkan data kasus harian selalu ada penambahan kasus.

“Jangan tergesa-gesa, semua harus sudah dengan perencanaan yang matang,” bebernya.

Baca Juga :  Main Korek Api, Satu Rumah Jadi Arang

Jangan sampai begitu PTM dilaksanakan ada muncul klaster baru dan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat. “Kami dari Satgas juga akan terus melihat perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Kalau memang tahun depan jumlah kasus sudah menurun kemungkinan bisa saja dilaksanakan PTM. Tetapi pelaksanaannya harus tetap sesuai protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Bisa, tetapi harus tetap sesuai protokol kesehatan. Jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya.

Menyoal apakah Pemda Bulungan nantinya akan menyiapkan anggaran untuk melakukan rapid test terhadap seluruh tenaga pendidik. Ingkong Ala mengatakan, masa berlaku rapid test itu harus dibahas secara teknis terlebih dahulu.

“Misalnya begini, masa berlaku rapid test ini hanya 14 hari. Nah, kalau dalam tiga hari terkonfirmasi seperti apa. Jadi, semua itu harus dibahas secara teknis dahulu sebelum dianggarkan,”ujarnya.

Baca Juga :  BPPRD Raup Rp 311 Miliar dari Pajak Daerah

Apalagi kalau ada tenaga pendidik yang tidak disiplin prokes. Sebenarnya yang dikhawatirkan itu kalau ada yang tidak ada gejala tetapi sudah terpapar Covid-19.

“Nah, hal yang seperti ini harus dipertimbangkan juga,” sebutnya.

Kalaupun harus di-rapid test sebaginya tenaga pendidik yang di wilayah perkotaan saja, karena masih sangat rawan.

“Kalau di pedesaan saya rasa tidak begitu rawan. Yang rawan ini di wilayah perkotaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H. Imam Sujono mengatakan, PTM bisa saja dilaksanakan tetapi secara bertahap.

“Misalnya tahap awal SMA, kalau memang berhasil baru SMP,” sebutnya.

Namun, kata dia, kewenangan itu ada di Disdikbud Bulungan. Kalau Dinkes ini hanya memberikan laporan perkembangan kasus di lapangan saja.

“Nanti pasti akan diputuskan di dalam rapat, kita tunggu saja,” pungkasnya. (*/jai/har)

TANJUNG SELOR – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bulungan direncanakan akan dimulai Januari 2021. Namun, kepastian PTM masih menunggu keputusan dari Pemda Bulungan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan, Ingkong Ala mengatakan, sebelum pelaksanaan PTM dimulai segala persiapan harus dipersiapkan dengan matang.

“Pembelajaran tatap muka tahun depan  berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19,” kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara, Selasa (15/12).

Oleh karena itu, dirinya meminta agar semua dipersiapkan. Kalau memang belum memungkinkan sebaiknya tetap dilaksanakan belajar dari rumah (BDR).

“Kalau di pedesaan saya rasa tidak masalah. Kalau di perkotaan ini masih terlalu berisiko,” sebutnya.

Sebab, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi. Bahkan berdasarkan data kasus harian selalu ada penambahan kasus.

“Jangan tergesa-gesa, semua harus sudah dengan perencanaan yang matang,” bebernya.

Baca Juga :  Usulan Pemekaran Desa Diinventarisasi

Jangan sampai begitu PTM dilaksanakan ada muncul klaster baru dan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat. “Kami dari Satgas juga akan terus melihat perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Kalau memang tahun depan jumlah kasus sudah menurun kemungkinan bisa saja dilaksanakan PTM. Tetapi pelaksanaannya harus tetap sesuai protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Bisa, tetapi harus tetap sesuai protokol kesehatan. Jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya.

Menyoal apakah Pemda Bulungan nantinya akan menyiapkan anggaran untuk melakukan rapid test terhadap seluruh tenaga pendidik. Ingkong Ala mengatakan, masa berlaku rapid test itu harus dibahas secara teknis terlebih dahulu.

“Misalnya begini, masa berlaku rapid test ini hanya 14 hari. Nah, kalau dalam tiga hari terkonfirmasi seperti apa. Jadi, semua itu harus dibahas secara teknis dahulu sebelum dianggarkan,”ujarnya.

Baca Juga :  Main Korek Api, Satu Rumah Jadi Arang

Apalagi kalau ada tenaga pendidik yang tidak disiplin prokes. Sebenarnya yang dikhawatirkan itu kalau ada yang tidak ada gejala tetapi sudah terpapar Covid-19.

“Nah, hal yang seperti ini harus dipertimbangkan juga,” sebutnya.

Kalaupun harus di-rapid test sebaginya tenaga pendidik yang di wilayah perkotaan saja, karena masih sangat rawan.

“Kalau di pedesaan saya rasa tidak begitu rawan. Yang rawan ini di wilayah perkotaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H. Imam Sujono mengatakan, PTM bisa saja dilaksanakan tetapi secara bertahap.

“Misalnya tahap awal SMA, kalau memang berhasil baru SMP,” sebutnya.

Namun, kata dia, kewenangan itu ada di Disdikbud Bulungan. Kalau Dinkes ini hanya memberikan laporan perkembangan kasus di lapangan saja.

“Nanti pasti akan diputuskan di dalam rapat, kita tunggu saja,” pungkasnya. (*/jai/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/