alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Rusunawa Bisa Jadi Alternatif Karantina

TANJUNG SELOR – Jumlah kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bulungan terus bertambah. Akibatnya, ruang karantina khusus yang disiapkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan mengalami over kapasitas.

Kepala BPBD Bulungan, Ali Fatokah mengatakan, beberapa bulan lalu Satgas sudah merencanakan rusunawa sebagai alternatif lokasi karantina.

“Data sudah kami sampaikan ke  Itwil (Inspektorat Wilayah). Tetapi sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi terbaru dari Itwil,” kata Ali kepada Radar Kaltara, Rabu (15/12).

Nantinya, rusunawa yang berlokasi di Jalan Sengkawit itu akan dijadikan alternatif ketika karantina di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan mengalami over kapasitas.

“Kalau dibilang over kapasitas saya rasa belum, karena masih ada ruangan yang bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Baca Juga :  Tersedia Rp 1,5 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Data terakhir ada sekitar 41 orang pasien yang menjalani karantina di BKPSDM. Sebetulnya, di karantina itu tersedia 40 ruangan, masing-masing ruangan bisa dihuni dua orang.

“Dalam satu kamar ada dua bed (tempat tidur). Sehingga maksimal bisa menampung sebanyak 80 orang,” ungkapnya.

Namun, kata dia, dari total 40 ruangan itu tidak semua bisa digunakan, karena ada beberapa ruangan yang digunakan sebagai gudang.

“Kalau diatur kembali saya rasa bisa lebih optimal,” sebutnya.

Kalaupun memang harus ada ruang alternatif, rusunawa bisa menjadi alternatif. Tetapi, sampai saat ini terkait hal itu belum ada dibahas dalam rapat.

“Minggu lalu rencananya mau dibahas dalam rapat internal. Tetapi, karena sedang berduka rapat ditunda. Kemungkinan dalam waktu dekat ini jadwal rapat akan diatur kembali,” bebernya.

Baca Juga :  HET Gas Melon Masih ‘Dipermainkan’

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H. Imam Sujono menambahkan, untuk ruang alternatif sampai saat ini belum ada keputusan ke arah sana.

“Kalau sekarang ini kondisinya memang sudah over kapasitas,” sebutnya.

Mengatasi over kapasitas karantina, pihaknya terpaksa meminta pasien baru terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri.

“Kalau semua dikarantina pastinya tidak akan cukup mas, karena banyak sekali,” sebutnya.

Bahkan klaster pondok pesantren sekitar 42 orang harus menjalani isolasi mandiri, karena tidak memungkinkan kalau harus ditampung di karantina.

“Sekarang ini kita hanya bisa mengoptimalkan karantina di BKPSDM itu saja. Kalau ruang alternatif sampai saat ini belum ada keputusan,” pungkasnya. (*/jai/har)

 

TANJUNG SELOR – Jumlah kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bulungan terus bertambah. Akibatnya, ruang karantina khusus yang disiapkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan mengalami over kapasitas.

Kepala BPBD Bulungan, Ali Fatokah mengatakan, beberapa bulan lalu Satgas sudah merencanakan rusunawa sebagai alternatif lokasi karantina.

“Data sudah kami sampaikan ke  Itwil (Inspektorat Wilayah). Tetapi sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi terbaru dari Itwil,” kata Ali kepada Radar Kaltara, Rabu (15/12).

Nantinya, rusunawa yang berlokasi di Jalan Sengkawit itu akan dijadikan alternatif ketika karantina di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan mengalami over kapasitas.

“Kalau dibilang over kapasitas saya rasa belum, karena masih ada ruangan yang bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Baca Juga :  Progres Pasar Modern Capai 70 Persen

Data terakhir ada sekitar 41 orang pasien yang menjalani karantina di BKPSDM. Sebetulnya, di karantina itu tersedia 40 ruangan, masing-masing ruangan bisa dihuni dua orang.

“Dalam satu kamar ada dua bed (tempat tidur). Sehingga maksimal bisa menampung sebanyak 80 orang,” ungkapnya.

Namun, kata dia, dari total 40 ruangan itu tidak semua bisa digunakan, karena ada beberapa ruangan yang digunakan sebagai gudang.

“Kalau diatur kembali saya rasa bisa lebih optimal,” sebutnya.

Kalaupun memang harus ada ruang alternatif, rusunawa bisa menjadi alternatif. Tetapi, sampai saat ini terkait hal itu belum ada dibahas dalam rapat.

“Minggu lalu rencananya mau dibahas dalam rapat internal. Tetapi, karena sedang berduka rapat ditunda. Kemungkinan dalam waktu dekat ini jadwal rapat akan diatur kembali,” bebernya.

Baca Juga :  PMI Bulungan Kekurangan Alat Refrigerator Centrifuge

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H. Imam Sujono menambahkan, untuk ruang alternatif sampai saat ini belum ada keputusan ke arah sana.

“Kalau sekarang ini kondisinya memang sudah over kapasitas,” sebutnya.

Mengatasi over kapasitas karantina, pihaknya terpaksa meminta pasien baru terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri.

“Kalau semua dikarantina pastinya tidak akan cukup mas, karena banyak sekali,” sebutnya.

Bahkan klaster pondok pesantren sekitar 42 orang harus menjalani isolasi mandiri, karena tidak memungkinkan kalau harus ditampung di karantina.

“Sekarang ini kita hanya bisa mengoptimalkan karantina di BKPSDM itu saja. Kalau ruang alternatif sampai saat ini belum ada keputusan,” pungkasnya. (*/jai/har)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/