alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Perbaikan Jalan Terkendala Anggaran

TANJUNG SELOR – Kerusakan jalan menuju Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan yang mengalami longsor akibat abrasi sampai saat ini belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

Plh Bupati Bulungan, Ingkong Ala mengatakan, sebelum cuti kampanye dirinya mengaku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Begitu juga dengan jembatan Tanjung Buka yang  hanyut. Sudah saya perintahkan Dinas PU mengecek ke sana,” kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/12).

Apakah sudah dianggarkan atau tidak dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti, karena saat itu sedang cuti kampanye.

“Saya belum tahu juga. Nanti akan saya koordinasikan dengan OPD teknis,” bebernya.

Menurutnya, keberadaan jalan dan jembatan ini sama-sama vital, karena akses  utama masyarakat. Oleh karena itu perlu dianggarkan segera.

Baca Juga :  KPU Tetapkan 16 Parpol Penuhi Syarat

“Jembatan Tanjung Buka itu akses  utama warga transmigrasi. Kalau tidak ada jembatan itu warga akan kesulitan menjual hasil pertaniannya,” bebernya.

Untuk jalan Tengkapak, hal utama yang harus dipikirkan yakni membangun turap di sepanjang sungai tersebut.

“Nah, anggaran untuk membangun turap itu cukup besar. Miliaran rupiah,” bebernya.

Untuk sementara jalan darurat memang masih bisa digunakan. Namun, jalan itu tidak bisa digunakan jangka panjang.

“Kalau lama diperbaiki kondisinya akan semakin parah,” ujarnya.

Informasi yang disampaikan warga, aliran air cukup deras. Selain dibangun turap harus ada pengalihan arus juga.

“Sabtu lalu saya ke sana. Nah, informasi dari warga air di sana deras. Jadi, selain dibangun turap harus ada pengalihan arus juga,” bebernya.

Baca Juga :  Sebulan Tenggelam, Dermaga Apung Salimbatu Belum Dievakuasi

Sementara itu,  Kepala Bidang Bina Marga pada DPU-PR Bulungan, Fakhrudin mengatakan, perencanan untuk pembangunan jalan longsor sudah ada. Hanya saja dari sisi anggaran belum bisa support (dukung) untuk itu.

“Kita juga tidak bisa melakukan perbaikan kalau belum dibangun turap,” sebutnya.

Menurutnya, kalaupun dilakukan perbaikan, hal itu akan sia-sia. Sebab, bisa saja jalan kembali longsor.

“Di turap dahulu baru bisa diperbaiki. Kalau belum dipasang turap sulit kalau mau diperbaiki,” sebutnya.

Kalaupun harus dilakukan pemindahan jalur juga tidak memungkinkan. Kenapa?, karena harus membuat perencanaan membutuhkan waktu panjang.

“Kalau dipindahkan otomatis akan kena lahan masyarakat. Terus harus ada perencanaan lagi. Jadi, sulit kalau mau dipindahkan,” pungkasnya. (*/jai/har)

 

TANJUNG SELOR – Kerusakan jalan menuju Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan yang mengalami longsor akibat abrasi sampai saat ini belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

Plh Bupati Bulungan, Ingkong Ala mengatakan, sebelum cuti kampanye dirinya mengaku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Begitu juga dengan jembatan Tanjung Buka yang  hanyut. Sudah saya perintahkan Dinas PU mengecek ke sana,” kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/12).

Apakah sudah dianggarkan atau tidak dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti, karena saat itu sedang cuti kampanye.

“Saya belum tahu juga. Nanti akan saya koordinasikan dengan OPD teknis,” bebernya.

Menurutnya, keberadaan jalan dan jembatan ini sama-sama vital, karena akses  utama masyarakat. Oleh karena itu perlu dianggarkan segera.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Antisipasi Ujaran Kebencian

“Jembatan Tanjung Buka itu akses  utama warga transmigrasi. Kalau tidak ada jembatan itu warga akan kesulitan menjual hasil pertaniannya,” bebernya.

Untuk jalan Tengkapak, hal utama yang harus dipikirkan yakni membangun turap di sepanjang sungai tersebut.

“Nah, anggaran untuk membangun turap itu cukup besar. Miliaran rupiah,” bebernya.

Untuk sementara jalan darurat memang masih bisa digunakan. Namun, jalan itu tidak bisa digunakan jangka panjang.

“Kalau lama diperbaiki kondisinya akan semakin parah,” ujarnya.

Informasi yang disampaikan warga, aliran air cukup deras. Selain dibangun turap harus ada pengalihan arus juga.

“Sabtu lalu saya ke sana. Nah, informasi dari warga air di sana deras. Jadi, selain dibangun turap harus ada pengalihan arus juga,” bebernya.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Lansia Minim

Sementara itu,  Kepala Bidang Bina Marga pada DPU-PR Bulungan, Fakhrudin mengatakan, perencanan untuk pembangunan jalan longsor sudah ada. Hanya saja dari sisi anggaran belum bisa support (dukung) untuk itu.

“Kita juga tidak bisa melakukan perbaikan kalau belum dibangun turap,” sebutnya.

Menurutnya, kalaupun dilakukan perbaikan, hal itu akan sia-sia. Sebab, bisa saja jalan kembali longsor.

“Di turap dahulu baru bisa diperbaiki. Kalau belum dipasang turap sulit kalau mau diperbaiki,” sebutnya.

Kalaupun harus dilakukan pemindahan jalur juga tidak memungkinkan. Kenapa?, karena harus membuat perencanaan membutuhkan waktu panjang.

“Kalau dipindahkan otomatis akan kena lahan masyarakat. Terus harus ada perencanaan lagi. Jadi, sulit kalau mau dipindahkan,” pungkasnya. (*/jai/har)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/