alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Danrem: Prajurit Profesional dan Adaptif

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila memperingati Hari Juang Kartika TNI AD yang diperingati setiap 15 Desember. Kali ini Korem 092/Maharajalila melaksanakan peringatan Hari Juang Kartika untuk mengenang pertempuran empat hari Ambarawa dilakukan dengan cara berbeda.

Komandan Korem 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno menyampaikan, peringatan Hari Juang Kartika untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang yang rela berkorban demi bangsa. Dan peristiwa Ambarawa memiliki sejarah yang harus dijaga. Sebab, dengan semangat, tekad yang kuat TNI bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran.

“Kita syukuran dan doa bersama untuk para pejuang yang telah gugur dalam pertempuran mempertahankan NKRI. Serta memberikan santunan untuk anak yatim dalam memperingati Hari Juang Kartika yang ke-75 yang dilaksanakan setiap 15 Desember,” ucap Brigjen TNI Suratno, kemarin.

Baca Juga :  Gubernur Usulkan Penciutan HGU BCAP

Melalui momen Hari Juang Kartika, lulusan Akmil 1998 ini mengingatkan kepada prajurit Korem 092/Maharajalila dan jajaran Kodim untuk tetap waspada. Sebab, ancaman bisa datang kapan saja. Sehingga, sebagai garda terdepan harus siap kapan saja.

“Alhamdulillah pelaksanaan Pilkada di Kaltara berjalan lancar, aman dan kondusif. Namun, tidak boleh lengah sedikit pun harus tetap waspada,” pesan mantan Dankorsis Seskoad ini.

Dengan mengusung tema ‘Bersama Kita Bisa’ pada peringatan Hari Juang Kartika ke-75 diharapkan prajurit dapat meningkatkan profesionalisme prajurit, disiplin dan militansi prajurit. Kemudian, adaptif terhadap perkembangan wilayah untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dan yang terpenting lebih dicintai masyarakat Kaltara. Sebab, TNI yang lahir dari rakyat diharapkan lebih profesional dan dekat dengan rakyat. Sebagai komando kewilayahan yang melaksanakan pembinaan melalui komunikasi sosial (silaturahmi) yang membantu pemerintah daerah untuk percepat kesejahteraan di masyarakat melalui Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Baca Juga :  Oknum ASN Dilaporkan ke Pj Sekprov

“Sebagaimana motto Bersama Rakyat TNI Kuat. Bersama kita bisa melaksakan tugas prajurit lebih profesional, adaptif dan lebih dicintai masyarakat Kaltara,” tutupnya. (akz/har)

 

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila memperingati Hari Juang Kartika TNI AD yang diperingati setiap 15 Desember. Kali ini Korem 092/Maharajalila melaksanakan peringatan Hari Juang Kartika untuk mengenang pertempuran empat hari Ambarawa dilakukan dengan cara berbeda.

Komandan Korem 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno menyampaikan, peringatan Hari Juang Kartika untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang yang rela berkorban demi bangsa. Dan peristiwa Ambarawa memiliki sejarah yang harus dijaga. Sebab, dengan semangat, tekad yang kuat TNI bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran.

“Kita syukuran dan doa bersama untuk para pejuang yang telah gugur dalam pertempuran mempertahankan NKRI. Serta memberikan santunan untuk anak yatim dalam memperingati Hari Juang Kartika yang ke-75 yang dilaksanakan setiap 15 Desember,” ucap Brigjen TNI Suratno, kemarin.

Baca Juga :  Malaysia Lockdown, Komoditas Perikanan Kaltara Langsung Anjlok

Melalui momen Hari Juang Kartika, lulusan Akmil 1998 ini mengingatkan kepada prajurit Korem 092/Maharajalila dan jajaran Kodim untuk tetap waspada. Sebab, ancaman bisa datang kapan saja. Sehingga, sebagai garda terdepan harus siap kapan saja.

“Alhamdulillah pelaksanaan Pilkada di Kaltara berjalan lancar, aman dan kondusif. Namun, tidak boleh lengah sedikit pun harus tetap waspada,” pesan mantan Dankorsis Seskoad ini.

Dengan mengusung tema ‘Bersama Kita Bisa’ pada peringatan Hari Juang Kartika ke-75 diharapkan prajurit dapat meningkatkan profesionalisme prajurit, disiplin dan militansi prajurit. Kemudian, adaptif terhadap perkembangan wilayah untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dan yang terpenting lebih dicintai masyarakat Kaltara. Sebab, TNI yang lahir dari rakyat diharapkan lebih profesional dan dekat dengan rakyat. Sebagai komando kewilayahan yang melaksanakan pembinaan melalui komunikasi sosial (silaturahmi) yang membantu pemerintah daerah untuk percepat kesejahteraan di masyarakat melalui Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Baca Juga :  Kenaikan Tipologi Polres Tunggu Mabes Polri

“Sebagaimana motto Bersama Rakyat TNI Kuat. Bersama kita bisa melaksakan tugas prajurit lebih profesional, adaptif dan lebih dicintai masyarakat Kaltara,” tutupnya. (akz/har)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/