alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

PECAH REKOR..!! Dalam Sehari, Tarakan 71 Kasus Positif Covid-19

TARAKAN – Tambahan 71 pasien terkonfirmasi memecah rekor, dalam sejarah perkembangan kasus Covid-19 di Tarakan, Senin (14/12). Angka ini tertinggi, setelah tambahan 60 kasus pada 02 Desember, pekan lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengatakan saat ini ke-71 pasien tambahan tersebut masih dilakukan pemantauan dan pemilahan. Baik pasien tanpa gejala, maupun yang menunjukkan gejala ringan, sedang hingga berat.

Kemampuan untuk pemeriksaan yang dilakukan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) sebanyak 30 orang per hari. Bagi pasien positif yang bergejala sedang hingga berat, atau pasien membutuhkan penanganan medis, maka dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  Waspada! Oknum Penjual Abate Berkeliaran

Sementara pasien tanpa gejala ataupun gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri, setelah mendapat persetujuan berdasarkan hasil survei tempat tinggal. “Penambahan kasus ini mungkin akumulasi dengan pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya,” terangnya.

Lanjutnya dari 71 tambahan tersebut terdiri dari pelaku perjalanan atau kasus impor, pemeriksaan swab mandiri, kontak erat dengan pasien sebelumnya, dan kasus suspek. “Yang swab mandiri lumayan banyak, ada di atas 10 orang. Sekarang yang banyak kami temukan itu kasus suspek. Seperti keluhan batuk, pilek, demam dan gangguan pernapasan. Kemudian dilakukan pemeriksaan swab, dan hasilnya positif,” katanya.

Nihil pasien sembuh, pasien positif yang dirawat dan dipantau mencapai 582 orang. Dikatakannya saat ini status wilayah Tarakan masih dalam zona merah. Namun bila kasus tidak bisa dikendalikan, maka statusnya berubah menjadi zona hitam.

Baca Juga :  Di Bulungan, Dibutuhkan Lahan Pemakaman Korban Covid-19

“Kalau zona hitam itu kasusnya sudah tidak bisa dikendalikan. Misalnya dalam satu lingkungan ada pasien tanpa gejala, menyebarluaskan dalam lingkungan tersebut dan tidak bisa dikendalikan kasusnya,” jelasnya.

Kendati demikian dia mengajak kepada masyarakat Tarakan, agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Minimal melakukan gerakan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (*/one/chm/oya/lim)

TARAKAN – Tambahan 71 pasien terkonfirmasi memecah rekor, dalam sejarah perkembangan kasus Covid-19 di Tarakan, Senin (14/12). Angka ini tertinggi, setelah tambahan 60 kasus pada 02 Desember, pekan lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengatakan saat ini ke-71 pasien tambahan tersebut masih dilakukan pemantauan dan pemilahan. Baik pasien tanpa gejala, maupun yang menunjukkan gejala ringan, sedang hingga berat.

Kemampuan untuk pemeriksaan yang dilakukan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) sebanyak 30 orang per hari. Bagi pasien positif yang bergejala sedang hingga berat, atau pasien membutuhkan penanganan medis, maka dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  Di Kaltara, Sudah Tak Ada Zona Merah Covid-19

Sementara pasien tanpa gejala ataupun gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri, setelah mendapat persetujuan berdasarkan hasil survei tempat tinggal. “Penambahan kasus ini mungkin akumulasi dengan pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya,” terangnya.

Lanjutnya dari 71 tambahan tersebut terdiri dari pelaku perjalanan atau kasus impor, pemeriksaan swab mandiri, kontak erat dengan pasien sebelumnya, dan kasus suspek. “Yang swab mandiri lumayan banyak, ada di atas 10 orang. Sekarang yang banyak kami temukan itu kasus suspek. Seperti keluhan batuk, pilek, demam dan gangguan pernapasan. Kemudian dilakukan pemeriksaan swab, dan hasilnya positif,” katanya.

Nihil pasien sembuh, pasien positif yang dirawat dan dipantau mencapai 582 orang. Dikatakannya saat ini status wilayah Tarakan masih dalam zona merah. Namun bila kasus tidak bisa dikendalikan, maka statusnya berubah menjadi zona hitam.

Baca Juga :  Seluruh Parpol Dinyatakan Tidak Lengkap

“Kalau zona hitam itu kasusnya sudah tidak bisa dikendalikan. Misalnya dalam satu lingkungan ada pasien tanpa gejala, menyebarluaskan dalam lingkungan tersebut dan tidak bisa dikendalikan kasusnya,” jelasnya.

Kendati demikian dia mengajak kepada masyarakat Tarakan, agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Minimal melakukan gerakan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (*/one/chm/oya/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/