alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Berapa Partisipasi Warga Kaltara dalam Pilkada? Ini Jawaban KPU Kaltara

Sementara itu, terkait dengan partisipasi di Pilgub Kaltara 2020, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM pada KPU Kaltara, Hariyadi Hamid menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih menerima rekapan kecamatan. Sehingga saat ini rekapan masih dilanjutkan untuk wilayah kabupaten/kota.

“Kami kan baru dapat dari kecamatan, baru selesai kemarin, setelah itu baru lanjut Kabupaten/Kota. Kalau tidak ada perubahan angka partisipasi itu sekitar 75 persen. Untuk angka golput kami belum bisa dijabarkan.Karena di dalam partisipasi itu ada pemilih tambahan. Pemilih tambahan itu, orang yang menggunakan KTP di hari pencoblosan. Kami harus dapat angka pastinya dulu, baru kemudian dikurangi dengan DPT. Setelah itu baru kita bisa prediksikan presentase golputnya,” ujarnya, (14/12).

Lanjutnya, diprediksi rekapan suara seluruh Kaltara akan selesai di tanggal 18 Desember mendatang. Meski demikian, penetapannya akan diumumkan pada tanggal 19 Desember. Ia berharap angka partisipasi pilkada dapat mencapai 77,5 persen seperti yang ditargetkan KPU. “Target rekapnya ditergetkan selesai tanggal 18 tapi baru tanggal 19 dipastikan datanya untuk seluruh Kaltara. Kalau nanti hasil akhir menunjukan penurunan, kami akan melakukan evaluasi dengan melihat beberapa aspek penyebabnya. Semoga pemilih pada Pilkada ini dapat mencapai target sebesar 77,5 persen dari jumlah pemilih keseluruhan,” tukasnya.

Baca Juga :  Nunukan dan Malinau Diberi Perhatian Khusus

Lanjutnya, jika penurunan terjadi di daerah tertentu, maka pihaknya akan menurunkan tim dalam melakukan kajian terhadap faktor penurunan partisipasi pemilih. Sehingga dengan upaya tersebut dapat membuat KPU lebih memahami kondisi dan solusi dalam daerah tertentu untuk tetap dapat menggunakan hak pilih. “Kami akan menunggu hasil resmi karena itu bersifat final. Itu akan dilakukan berjenjang mulai dari tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, tingkat kota baru kemudian provinsi. Setelah itu, kami akan melakukan analisa evaluasi apa daerah mana saja yang tingkat partisipasinya rendah. Kemudian kami akan turun ke situ. Apakah daerah itu ada problem atau konflik sehingga membuat orang tidak menggunakan hak suaranya,” terangnya.

Baca Juga :  Kejuaraan Tenis Menyisakan Dua Kelas

Ia menambahkan, dalam evaluasi nantinya bisa saja KPU mendapati temuan baru terhadap faktor dari menurunnya partisipasi. Sehingga jika ditemukan adanya faktor baru, maka variabel dalam asumsi dapat bertambah.

“Nanti bisa saja saat dilakukan evaluasi ada penambahan variabel. Itu bergantung kondisi di lapangan. Misalnya di suatu daerah ada masyarakat yang dihalangi untuk tidak memberikan suaranya. Jika kejadian itu ada, itu bisa menjadi variabel baru,” lanjutnya.

“Ini berkaca dari pemilu legislatif lalu kemudian melihat, data Pilgub yang lalu. Targetnya di angka itu. Artinya, upaya kami yang secara internal, memberi treatment (perlakuan) kepada daerah yang angka partisipasinya rendah dengan melakukan strategi-strategi peningkatan pada variabel yang saya sebutkan sebelumnya,” pungkasnya. 

Sementara itu, terkait dengan partisipasi di Pilgub Kaltara 2020, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM pada KPU Kaltara, Hariyadi Hamid menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih menerima rekapan kecamatan. Sehingga saat ini rekapan masih dilanjutkan untuk wilayah kabupaten/kota.

“Kami kan baru dapat dari kecamatan, baru selesai kemarin, setelah itu baru lanjut Kabupaten/Kota. Kalau tidak ada perubahan angka partisipasi itu sekitar 75 persen. Untuk angka golput kami belum bisa dijabarkan.Karena di dalam partisipasi itu ada pemilih tambahan. Pemilih tambahan itu, orang yang menggunakan KTP di hari pencoblosan. Kami harus dapat angka pastinya dulu, baru kemudian dikurangi dengan DPT. Setelah itu baru kita bisa prediksikan presentase golputnya,” ujarnya, (14/12).

Lanjutnya, diprediksi rekapan suara seluruh Kaltara akan selesai di tanggal 18 Desember mendatang. Meski demikian, penetapannya akan diumumkan pada tanggal 19 Desember. Ia berharap angka partisipasi pilkada dapat mencapai 77,5 persen seperti yang ditargetkan KPU. “Target rekapnya ditergetkan selesai tanggal 18 tapi baru tanggal 19 dipastikan datanya untuk seluruh Kaltara. Kalau nanti hasil akhir menunjukan penurunan, kami akan melakukan evaluasi dengan melihat beberapa aspek penyebabnya. Semoga pemilih pada Pilkada ini dapat mencapai target sebesar 77,5 persen dari jumlah pemilih keseluruhan,” tukasnya.

Baca Juga :  Nunukan dan Malinau Diberi Perhatian Khusus

Lanjutnya, jika penurunan terjadi di daerah tertentu, maka pihaknya akan menurunkan tim dalam melakukan kajian terhadap faktor penurunan partisipasi pemilih. Sehingga dengan upaya tersebut dapat membuat KPU lebih memahami kondisi dan solusi dalam daerah tertentu untuk tetap dapat menggunakan hak pilih. “Kami akan menunggu hasil resmi karena itu bersifat final. Itu akan dilakukan berjenjang mulai dari tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, tingkat kota baru kemudian provinsi. Setelah itu, kami akan melakukan analisa evaluasi apa daerah mana saja yang tingkat partisipasinya rendah. Kemudian kami akan turun ke situ. Apakah daerah itu ada problem atau konflik sehingga membuat orang tidak menggunakan hak suaranya,” terangnya.

Baca Juga :  Tambah Lagi 188 Positif, 77 Meninggal

Ia menambahkan, dalam evaluasi nantinya bisa saja KPU mendapati temuan baru terhadap faktor dari menurunnya partisipasi. Sehingga jika ditemukan adanya faktor baru, maka variabel dalam asumsi dapat bertambah.

“Nanti bisa saja saat dilakukan evaluasi ada penambahan variabel. Itu bergantung kondisi di lapangan. Misalnya di suatu daerah ada masyarakat yang dihalangi untuk tidak memberikan suaranya. Jika kejadian itu ada, itu bisa menjadi variabel baru,” lanjutnya.

“Ini berkaca dari pemilu legislatif lalu kemudian melihat, data Pilgub yang lalu. Targetnya di angka itu. Artinya, upaya kami yang secara internal, memberi treatment (perlakuan) kepada daerah yang angka partisipasinya rendah dengan melakukan strategi-strategi peningkatan pada variabel yang saya sebutkan sebelumnya,” pungkasnya. 

Most Read

Artikel Terbaru

/