alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Petugas KPPS Pakai APD Lengkap

TANJUNG SELOR – Warga yang menjalani karantina dan yang mendekam di Rumah tahanan (Rutan) Polres Bulungan turut menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bulungan. Di lokasi karantinya total sebanyak 23 orang yang ikut memilih, terdiri dari pasien Covid-19 sebanyak 20 orang dan 3 orang tenaga medis.

Ketua KPU Bulungan Lili Suryani menyampaikan, untuk memenuhi hak pilih masyarakat, KPU Bulungan menyediakan tiga TPS terdekat untuk pemilih yang berada di gedung Badan Diklat BKPSDM Bulungan agar pasien bisa mencoblos. Sementara, di rutan merupakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sendiri.

“Jadi kita sudah siapkan tiga TPS terdekat. Pertama TPS 64, 48 dan 7. Jadi warga (pasien Covid-19) tidak keluar lagi dari lokasi karantina saat mencoblos,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggar, Tekankan Sanksi Hukum

Dari pantauan Radar Kaltara, Lili Suryani mengenakan APD lengkap untuk membantu petugas TPS yang dikerahkan ke lokasi karantina. Itu dilakukan untuk membantu petugas KPPS untuk mengatur proses pencoblosan di TPS. “Karena suasana yang berbeda. Dan beberapa petugas yang ada juga masih baru, makanya turun tangan untuk membantu,” tambahnya.

Pencoblosan di lokasi karantina KPU memberlakukan pelayanan yang berbeda. Para petugas menggunakan APD lengkap, sebab pemilih yang ada di lokasi karantina merupakan pasien positif Covid-19. “Perhitungan dilakukan di situ juga. Kotak suara dan surat suara disemprotkan disinfektan. Jadi langsung disemprot disinfektan. Insyaallah semua akan baik-baik saja,” jelasnya.

Sementara itu, Rutan Polres Bulungan merupakan TPS 064. Itu berdasarkan PKPU nomor 19/2019 dan PKPU terbaru terkait pemuktahiran pemilih yakni PKPU nomor 17/2020. Perubahan ini mengatur 1 pasal yakni pasal 33 A terkait warga rutan yang menyebutkan jika warga rutan paling sedikit 30 orang yang beridentitas di daerah pemilihan, maka dalam rutan potensi dapat diadakan TPS. Tercatat, sebanyak 45 pemilih yang terdata Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan.

Baca Juga :  Travel Haji dan Umrah Beroperasi Tanpa Izin

Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasat Tahti Polres Bulungan Ipda Yudi Satriadi menyampaikan, total ada 164 penghuni Rutan Polres Bulungan. Serta yang dapat memilih telah ditentukan KPU berdasarkan pemuktahiran data. “Proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan,” ucap Kasat Tahti Polres Bulungan Ipda Yudi Satriadi kemarin.

Selama masa pencoblosan, proses berlangsung aman. Petugas penyelenggara, saksi tiap paslon menyaksikan langsung saat proses pencoblosan hingga proses penghitungan suara. “Karena ini rutan, yang dapat masuk harus menunjukkan hasil rapid tes,” tutupnya. (akz/eza)

TANJUNG SELOR – Warga yang menjalani karantina dan yang mendekam di Rumah tahanan (Rutan) Polres Bulungan turut menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bulungan. Di lokasi karantinya total sebanyak 23 orang yang ikut memilih, terdiri dari pasien Covid-19 sebanyak 20 orang dan 3 orang tenaga medis.

Ketua KPU Bulungan Lili Suryani menyampaikan, untuk memenuhi hak pilih masyarakat, KPU Bulungan menyediakan tiga TPS terdekat untuk pemilih yang berada di gedung Badan Diklat BKPSDM Bulungan agar pasien bisa mencoblos. Sementara, di rutan merupakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sendiri.

“Jadi kita sudah siapkan tiga TPS terdekat. Pertama TPS 64, 48 dan 7. Jadi warga (pasien Covid-19) tidak keluar lagi dari lokasi karantina saat mencoblos,” ujarnya.

Baca Juga :  Travel Haji dan Umrah Beroperasi Tanpa Izin

Dari pantauan Radar Kaltara, Lili Suryani mengenakan APD lengkap untuk membantu petugas TPS yang dikerahkan ke lokasi karantina. Itu dilakukan untuk membantu petugas KPPS untuk mengatur proses pencoblosan di TPS. “Karena suasana yang berbeda. Dan beberapa petugas yang ada juga masih baru, makanya turun tangan untuk membantu,” tambahnya.

Pencoblosan di lokasi karantina KPU memberlakukan pelayanan yang berbeda. Para petugas menggunakan APD lengkap, sebab pemilih yang ada di lokasi karantina merupakan pasien positif Covid-19. “Perhitungan dilakukan di situ juga. Kotak suara dan surat suara disemprotkan disinfektan. Jadi langsung disemprot disinfektan. Insyaallah semua akan baik-baik saja,” jelasnya.

Sementara itu, Rutan Polres Bulungan merupakan TPS 064. Itu berdasarkan PKPU nomor 19/2019 dan PKPU terbaru terkait pemuktahiran pemilih yakni PKPU nomor 17/2020. Perubahan ini mengatur 1 pasal yakni pasal 33 A terkait warga rutan yang menyebutkan jika warga rutan paling sedikit 30 orang yang beridentitas di daerah pemilihan, maka dalam rutan potensi dapat diadakan TPS. Tercatat, sebanyak 45 pemilih yang terdata Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan.

Baca Juga :  Dua Kapal Pelra Tiba di Kaltara

Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasat Tahti Polres Bulungan Ipda Yudi Satriadi menyampaikan, total ada 164 penghuni Rutan Polres Bulungan. Serta yang dapat memilih telah ditentukan KPU berdasarkan pemuktahiran data. “Proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan,” ucap Kasat Tahti Polres Bulungan Ipda Yudi Satriadi kemarin.

Selama masa pencoblosan, proses berlangsung aman. Petugas penyelenggara, saksi tiap paslon menyaksikan langsung saat proses pencoblosan hingga proses penghitungan suara. “Karena ini rutan, yang dapat masuk harus menunjukkan hasil rapid tes,” tutupnya. (akz/eza)

Most Read

Money Politics Dianggap Tak Menakutkan

Resep Kolak Pisang

Artikel Terbaru

/