alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Lansia Nyatakan No Golput di Tengah Pandemi

Tantangan dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di tahun ini sangat berbeda. Pasalnya, situasi di berbagai wilayah, tak terkecuali di provinsi termuda di Indonesia (Kaltara) ini masih pandemi Covid-19. Namun, ternyata hal itu tak menyurutkan semangat para lansia (lanjut usia) di UPTD Panti Sosial Tresna Werda Marga Rahayu, Tanjung Selor dalam mengikuti pesta demokrasi tersebut.

RACHMAD RHOMADHANI

MEREKA sejak pukul 07.00 WITA sudah mulai bersiap menuju ke tempat pemungutan suara (TPS). Mereka sama halnya para pemilih yang bertujuan untuk menggunakan hak pilihnya.

Puluhan lansia ini pun tegas menyatakan no golput atau tak memilih pada pesta demokrasi di tengah pandemi. Mereka dari kejauhan terlihat jelas memiliki semangat yang tinggi. Hal itu dibuktikan dengan mereka menggunakan kursi roda saat menuju ke TPS yang masih dalam lingkup UPTD Panti Sosial Tresna Werda Marga Rahayu, Tanjung Selor.

Taat ptotokol kesehatan (prokes) pun tetap menjadi sebuah kewajiban para lansia sebelum menggunakan hak pilihnya. Yaitu, selain mereka diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan, saat mereka duduk di antara lansia lain pun tetap dengan jaga jarak. 

Baca Juga :  Irianto-Udin Tinggal Belasan Hari Memimpin Kaltara

Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang mengetahui hadirnya mereka, secara langsung membantu dan menggolongkannya pada pemilih prioritas. Maksudnya yaitu mereka saat pemilihan didahulukan dibandingkan para pemilih lainnya di TPS 22 itu.

Akhirnya, satu per satu lansia disebut oleh petugas KPPS pasca suhu mereka dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Dengan terus menerapkan prokes yang ada, para lansia itu pun selesai menggunakan hak pilihnya. Termasuk, saat mereka masuk ke bilik suara dan diberikan tanda tinta dengan tetap diberikan pendampingan.

Hal ini pun dibenarkan oleh Gazali salah seorang petugas KPPS di TPS 22. Menurutnya, memang untuk lansia itu perlu untuk diprioritaskan. Namun, dipastikan mereka tetap menerapkan prokes yang ada. ”Dari pagi mereka kami dahulukan. Memang semua rata-rata mengenakan kursi roda,” katanya kepada pewarta.

Baca Juga :  Pelayanan SPKT Harus Prima

Tak hanya itu, lanjutnya, pada pemilih lain pun prokes tetap diwajibkan untuk diterapkan. Tak lain, mencegah terjadinya suatu penularan virus corona ini. Apalagi, sampai saat ini kasus dari virus itu tak kunjung berakhir. Sehingga patut untuk terus diwaspadai secara bersama pencegahannya.

“Jangan sampai dengan lengahnya protokol kesehatan yang ada. Maka, ini berdampak pada munculnya kasus baru secara terus-menerus. Itulah mengapa kami terus upayakan untuk pencegahannya selama di TPS ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil rekap di TPS 22 untuk Pilgub Kaltara, H. Zainal Arifin Paliwang dan Yansen TP unggul jauh dari petahana. Yang meraih 104 suara. Sedangkan, H. Irianto Lambrie dan H. Irwan Sabri meraih 84 suara. Lalu, H. Udin Hianggio dan H. Undunsyah meraih 73 suara. (***/eza)

Tantangan dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di tahun ini sangat berbeda. Pasalnya, situasi di berbagai wilayah, tak terkecuali di provinsi termuda di Indonesia (Kaltara) ini masih pandemi Covid-19. Namun, ternyata hal itu tak menyurutkan semangat para lansia (lanjut usia) di UPTD Panti Sosial Tresna Werda Marga Rahayu, Tanjung Selor dalam mengikuti pesta demokrasi tersebut.

RACHMAD RHOMADHANI

MEREKA sejak pukul 07.00 WITA sudah mulai bersiap menuju ke tempat pemungutan suara (TPS). Mereka sama halnya para pemilih yang bertujuan untuk menggunakan hak pilihnya.

Puluhan lansia ini pun tegas menyatakan no golput atau tak memilih pada pesta demokrasi di tengah pandemi. Mereka dari kejauhan terlihat jelas memiliki semangat yang tinggi. Hal itu dibuktikan dengan mereka menggunakan kursi roda saat menuju ke TPS yang masih dalam lingkup UPTD Panti Sosial Tresna Werda Marga Rahayu, Tanjung Selor.

Taat ptotokol kesehatan (prokes) pun tetap menjadi sebuah kewajiban para lansia sebelum menggunakan hak pilihnya. Yaitu, selain mereka diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan, saat mereka duduk di antara lansia lain pun tetap dengan jaga jarak. 

Baca Juga :  Pelayanan SPKT Harus Prima

Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang mengetahui hadirnya mereka, secara langsung membantu dan menggolongkannya pada pemilih prioritas. Maksudnya yaitu mereka saat pemilihan didahulukan dibandingkan para pemilih lainnya di TPS 22 itu.

Akhirnya, satu per satu lansia disebut oleh petugas KPPS pasca suhu mereka dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Dengan terus menerapkan prokes yang ada, para lansia itu pun selesai menggunakan hak pilihnya. Termasuk, saat mereka masuk ke bilik suara dan diberikan tanda tinta dengan tetap diberikan pendampingan.

Hal ini pun dibenarkan oleh Gazali salah seorang petugas KPPS di TPS 22. Menurutnya, memang untuk lansia itu perlu untuk diprioritaskan. Namun, dipastikan mereka tetap menerapkan prokes yang ada. ”Dari pagi mereka kami dahulukan. Memang semua rata-rata mengenakan kursi roda,” katanya kepada pewarta.

Baca Juga :  Tinggal di Indonesia, Beli BBM di Malaysia

Tak hanya itu, lanjutnya, pada pemilih lain pun prokes tetap diwajibkan untuk diterapkan. Tak lain, mencegah terjadinya suatu penularan virus corona ini. Apalagi, sampai saat ini kasus dari virus itu tak kunjung berakhir. Sehingga patut untuk terus diwaspadai secara bersama pencegahannya.

“Jangan sampai dengan lengahnya protokol kesehatan yang ada. Maka, ini berdampak pada munculnya kasus baru secara terus-menerus. Itulah mengapa kami terus upayakan untuk pencegahannya selama di TPS ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil rekap di TPS 22 untuk Pilgub Kaltara, H. Zainal Arifin Paliwang dan Yansen TP unggul jauh dari petahana. Yang meraih 104 suara. Sedangkan, H. Irianto Lambrie dan H. Irwan Sabri meraih 84 suara. Lalu, H. Udin Hianggio dan H. Undunsyah meraih 73 suara. (***/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/