alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Mengenal Sudjati, Sosok Low Profile yang Sudah Banyak Berbuat untuk Bulungan

Bupati Bulungan, H. Sudjati meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, Selasa (8/12) pukul 11.25 WITA. Almarhum meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan terpapar Covid-19.

 

IWAN KURNIAWAN, Tanjung Selor

 

INALILLAHI wa inailaihi rajiun. Kepergian H. Sudjati untuk selamanya membuat Kaltara berduka. Sebab, Bulungan kehilangan sosok pemimpin yang ramah dan suka bercanda tanpa melihat seseorang dari statusnya. Bahkan, dengan wartawan amarhum kerap bercanda.

Kepergian almarhum membuat kerabat dan masyarakat pada umumnya merasa kehilangan. Rata-rata rekan kerja almarhum menilai bahwa almarhum merupakan sosok pemimpin yang baik dan santun dalam bertutur.

Salah seorang yang mengaku merasa kehilangan atas kepergian almarhum H. Sudjati ini adalah Komandan Resor Militer (Danrem) 092 Maharajalila, Brigjen TNI Suratno. Dalam hal ini, jenderal bintang satu ini turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum. “Beliau (H. Sudjati) orang baik. Makanya saya datang ke sini. Inilah tandanya beliau ini orang baik,” ujar Suratno kepada Radar Tarakan saat ditemui di Stadion Andi Tjajok, Tanjung Selor sesaat sebelum dilakukannya proses salat jenazah.

Atas nama pimpinan Korem 093 Maharajalila, Suratno mengucapkan turut berduka cita. Ia berdoa semoga almarhum diterima di sisi Allah Yang Maha Kuasa, dan yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan dan ikhlas terhadap apa yang sudah menjadi kehendak Allah.

Suratno mengaku, terakhir bertemu dengan almarhum itu saat rapat TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada November lalu. “Saat itu kita sempat ngobrol. Tapi di situ beliau sehat-sehat saja. Tidak ada keluhan apa-apa. Setelah itu beliau langsung lanjut ke Samarinda. Nah, pulang dari Samarinda itu kabarnya beliau terpapar Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Rp 60 Miliar ‘Melayang’ ke Pusat

Sementara, Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie mengaku sudah cukup lama mengenal almarhum H. Sudjati. Terakhir bertemu itu sebelum cuti di luar tanggungan negara atau cuti kampanye pada pemilihan kepala daerah tahun ini. “Ketemu terakhir itu saat rapat koordinasi membahas penanganan Covid-19. Di luar dari itu, kami berkomunikasi lewat WA, juga telepon. Beliau orang baik, ramah, santun dan low profile,” tuturnya.

Sudah bukan rahasia lagi, almarhum orangnya tidak neko-neko dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, hal ini yang dapat dijadikan contoh.

Irianto menilai, selaku kepala daerah, almarhum merupakan bupati yang cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan beberapa capaian yang diraih Bulungan di tangan beliau. Salah satunya perolehan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari yang sebelumnya hanya memperoleh opini wajar dengan pengecualian (WDP) dalam hal pengelolaan keuangan daerah. “Ini bukti, bahwa pengelolaan keuangan hingga jalannya pemerintahan selama dipimpinnya sudah cukup baik,” akunya.

Ia juga menilai hubungan almarhum dengan Pemprov Kaltara juga sangat baik. Komunikasi secara intens terus dilakukan, bahkan almarhum sering menelepon untuk berkoordinasi.“Beliau orang baik, saya menjadi saksinya. Kita doakan, semoga almarhum meninggal husnulkhatimah. Segala amal kebajikannya diterima di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Teguh Setyabudi juga turut mengucapkan bela sungkawa. “Atas nama pribadi, keluarga dan institusi sungguh kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak H. Sudjati (Bupati Bulungan),” tuturnya.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, 3 Rumah Diamuk Si Jago Merah

Mantan Pjs gubernur Kaltara ini mendoakan semoga almarhum husnulkhatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. “Sungguh saya sangat kaget dan sedih mendengar berita ini, sangat cepat beliau meninggalkan kita semua,” tuturnya.

Selama bekerja sama dengan almarhum, Teguh mengenal almarhum sebagai orang yang baik. Beliau adalah pemimpin yang kebapakan, sederhana, ramah, merakyat dan mau menerima masukan dari orang lain. “Menjelang akhir masa jabatan sebagai bupati Bulungan, beliau sedang semangat-semangatnya mendorong pembangunan pertanian dalam rangka ketahanan pangan di Bulungan untuk pengembangan food estate ke depan,” kenangnya.

Kemudian, Ketua Forum Kerukunan Keluarga Jawa (FKKJ) Bulungan, dr. Idewan Budi Santoso juga mengungkap hal yang sama. Mantan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan ini menyebutkan bahwa almarhum merupakan orang baik dan sudah banyak berbuat untuk Bulungan. “Beliau adalah tokoh panutan. Saya sudah kenal dengan beliau (almarhum) sejak bujangan sampai beliau jadi bupati Bulungan,” kenangnya.

Almarhum dinilai sebagai pribadi yang baik dan memiliki misi untuk membangun Bulungan. Namun, Tuhan berkehendak lain, berpulang pada Selasa 8 Desember 2020.

Khususnya di bidang kesehatan dan social, Sudjati telah menanam fondasi kuat. “Salah satu kenangan beliau untuk masyarakat Bulungan yang sangat mendasar itu ialah memberikan perhatian untuk pembangunan rumah layak huni. Selama saya menjabat Dinsos itu cukup banyak rumah masyarakat yang belum layak direhab menjadi layak huni,” tuturnya. (***/lim)

Bupati Bulungan, H. Sudjati meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, Selasa (8/12) pukul 11.25 WITA. Almarhum meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan terpapar Covid-19.

 

IWAN KURNIAWAN, Tanjung Selor

 

INALILLAHI wa inailaihi rajiun. Kepergian H. Sudjati untuk selamanya membuat Kaltara berduka. Sebab, Bulungan kehilangan sosok pemimpin yang ramah dan suka bercanda tanpa melihat seseorang dari statusnya. Bahkan, dengan wartawan amarhum kerap bercanda.

Kepergian almarhum membuat kerabat dan masyarakat pada umumnya merasa kehilangan. Rata-rata rekan kerja almarhum menilai bahwa almarhum merupakan sosok pemimpin yang baik dan santun dalam bertutur.

Salah seorang yang mengaku merasa kehilangan atas kepergian almarhum H. Sudjati ini adalah Komandan Resor Militer (Danrem) 092 Maharajalila, Brigjen TNI Suratno. Dalam hal ini, jenderal bintang satu ini turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum. “Beliau (H. Sudjati) orang baik. Makanya saya datang ke sini. Inilah tandanya beliau ini orang baik,” ujar Suratno kepada Radar Tarakan saat ditemui di Stadion Andi Tjajok, Tanjung Selor sesaat sebelum dilakukannya proses salat jenazah.

Atas nama pimpinan Korem 093 Maharajalila, Suratno mengucapkan turut berduka cita. Ia berdoa semoga almarhum diterima di sisi Allah Yang Maha Kuasa, dan yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan dan ikhlas terhadap apa yang sudah menjadi kehendak Allah.

Suratno mengaku, terakhir bertemu dengan almarhum itu saat rapat TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada November lalu. “Saat itu kita sempat ngobrol. Tapi di situ beliau sehat-sehat saja. Tidak ada keluhan apa-apa. Setelah itu beliau langsung lanjut ke Samarinda. Nah, pulang dari Samarinda itu kabarnya beliau terpapar Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, 3 Rumah Diamuk Si Jago Merah

Sementara, Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie mengaku sudah cukup lama mengenal almarhum H. Sudjati. Terakhir bertemu itu sebelum cuti di luar tanggungan negara atau cuti kampanye pada pemilihan kepala daerah tahun ini. “Ketemu terakhir itu saat rapat koordinasi membahas penanganan Covid-19. Di luar dari itu, kami berkomunikasi lewat WA, juga telepon. Beliau orang baik, ramah, santun dan low profile,” tuturnya.

Sudah bukan rahasia lagi, almarhum orangnya tidak neko-neko dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, hal ini yang dapat dijadikan contoh.

Irianto menilai, selaku kepala daerah, almarhum merupakan bupati yang cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan beberapa capaian yang diraih Bulungan di tangan beliau. Salah satunya perolehan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari yang sebelumnya hanya memperoleh opini wajar dengan pengecualian (WDP) dalam hal pengelolaan keuangan daerah. “Ini bukti, bahwa pengelolaan keuangan hingga jalannya pemerintahan selama dipimpinnya sudah cukup baik,” akunya.

Ia juga menilai hubungan almarhum dengan Pemprov Kaltara juga sangat baik. Komunikasi secara intens terus dilakukan, bahkan almarhum sering menelepon untuk berkoordinasi.“Beliau orang baik, saya menjadi saksinya. Kita doakan, semoga almarhum meninggal husnulkhatimah. Segala amal kebajikannya diterima di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Teguh Setyabudi juga turut mengucapkan bela sungkawa. “Atas nama pribadi, keluarga dan institusi sungguh kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak H. Sudjati (Bupati Bulungan),” tuturnya.

Baca Juga :  THM Dilarang, Warung Makan dengan Syarat

Mantan Pjs gubernur Kaltara ini mendoakan semoga almarhum husnulkhatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. “Sungguh saya sangat kaget dan sedih mendengar berita ini, sangat cepat beliau meninggalkan kita semua,” tuturnya.

Selama bekerja sama dengan almarhum, Teguh mengenal almarhum sebagai orang yang baik. Beliau adalah pemimpin yang kebapakan, sederhana, ramah, merakyat dan mau menerima masukan dari orang lain. “Menjelang akhir masa jabatan sebagai bupati Bulungan, beliau sedang semangat-semangatnya mendorong pembangunan pertanian dalam rangka ketahanan pangan di Bulungan untuk pengembangan food estate ke depan,” kenangnya.

Kemudian, Ketua Forum Kerukunan Keluarga Jawa (FKKJ) Bulungan, dr. Idewan Budi Santoso juga mengungkap hal yang sama. Mantan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan ini menyebutkan bahwa almarhum merupakan orang baik dan sudah banyak berbuat untuk Bulungan. “Beliau adalah tokoh panutan. Saya sudah kenal dengan beliau (almarhum) sejak bujangan sampai beliau jadi bupati Bulungan,” kenangnya.

Almarhum dinilai sebagai pribadi yang baik dan memiliki misi untuk membangun Bulungan. Namun, Tuhan berkehendak lain, berpulang pada Selasa 8 Desember 2020.

Khususnya di bidang kesehatan dan social, Sudjati telah menanam fondasi kuat. “Salah satu kenangan beliau untuk masyarakat Bulungan yang sangat mendasar itu ialah memberikan perhatian untuk pembangunan rumah layak huni. Selama saya menjabat Dinsos itu cukup banyak rumah masyarakat yang belum layak direhab menjadi layak huni,” tuturnya. (***/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/