alexametrics
26.9 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

TPS Sehat Terapkan 15 Hal Baru

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menciptakan tempat pemungutan suara (TPS) sehat di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan 15 hal baru di hari H pencoblosan pada Rabu, 9 Desember 2020.

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami menjelaskan, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan penyelenggaran untuk mengantisipasi terjadinya paparan Covid-19 di TPS tersebut, diharapkan seluruh masyarakat Kaltara dapat menggunakan atau menyalurkan hak pilihnya pada pilkada tahun ini. “Saat ini KPU sedang memaksimalkan upaya-upaya untuk kesiapan di tingkat bawah termasuk kesiapan logistik pemilihan,” ujar Suryanata kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (7/12).

Surya, sapaan akrabnya membeberkan, 15 hal baru yang diterapkan di TPS pada hari H pencoblosan itu terdiri dari pembatasan jumlah pemilih di masing-masing TPS. Maksimal 500 orang dari yang sebelumnya 800 orang untuk pemilihan di tingkat lokal.

Lalu semua yang berada di lokasi TPS, baik itu masyarakat yang ingin memilih, penyelenggara, maupun petugas pengamanan wajib menggunakan masker. Dalam hal ini, KPU juga sudah menyiapkan masker di TPS guna mengantisipasi adanya masyarakat yang tidak memiliki masker. “Kemudian masyarakat yang terdaftar di DPT, kami imbau untuk menggunakan masker yang tidak bermotif paslon (pasangan calon). Jika ada yang menggunakan masker bersimbol paslon, itu akan kita ganti,” tuturnya.

Baca Juga :  Cari Penyebab Kebakaran, Polres Gandeng Labfor Surabaya

Kemudian, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sehat karena sudah dilakukan rapid test dan pengecekan kesehatan sebelum menjalankan tugasnya. Bagi yang dinyatakan reaktif, dilanjutkan dengan di-swab. Jika hasil swab-nya negatif, maka dia bisa lanjut bertugas. Sedangkan yang hasil swab-nya positif, itu langsung digantikan.

Adapula pengaturan waktu kedatangan pemilih yang dicantumkan dalam surat C Pemberitahuan. Namun, bukan berarti yang datang di luar dari jam yang sudah dijadwalkan itu tidak dilayani. “Ini (pengaturan kedatangan) dilakukan hanya untuk menghindari terjadinya kerumunan atau penumpukan orang di TPS,” jelasnya.

Lalu, pemilih diberikan sarung tangan plastik sebelum memilih, dilakukan pengecekan suhu tubuh, pengaturan jarak untuk antre mencoblos, melakukan desinfeksi TPS secara berkala, tidak bersalaman, hingga dilakukan pengetesan tinta setelah selesai mencoblos. (selengkapnya di grafis) “Kalau dulu itukan tintanya dicelupkan. Nah, pada pilkada kali ini yang prosesnya dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, itu hanya diteteskan,” sebutnya.

Baca Juga :  Dua Tenaga Medis Reaktif Rapid Test

Adapun, bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celsius, tetap diberikan hak pilihnya. Tapi diarahkan untuk mencoblos di bilik khusus yang telah disiapkan di lokasi TPS tersebut dengan dilayani oleh petugas yang menggunakan APD.

“Harapannya disiplin protokol kesehatan ini bisa menjadi senjata utama kita untuk melawan Covid-19. Jadi mari kita sama-sama menjaga dan menyukseskan pilkada di Kaltara tahun ini,” imbuhnya. (iwk/ash)

 

 

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menciptakan tempat pemungutan suara (TPS) sehat di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan 15 hal baru di hari H pencoblosan pada Rabu, 9 Desember 2020.

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami menjelaskan, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan penyelenggaran untuk mengantisipasi terjadinya paparan Covid-19 di TPS tersebut, diharapkan seluruh masyarakat Kaltara dapat menggunakan atau menyalurkan hak pilihnya pada pilkada tahun ini. “Saat ini KPU sedang memaksimalkan upaya-upaya untuk kesiapan di tingkat bawah termasuk kesiapan logistik pemilihan,” ujar Suryanata kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (7/12).

Surya, sapaan akrabnya membeberkan, 15 hal baru yang diterapkan di TPS pada hari H pencoblosan itu terdiri dari pembatasan jumlah pemilih di masing-masing TPS. Maksimal 500 orang dari yang sebelumnya 800 orang untuk pemilihan di tingkat lokal.

Lalu semua yang berada di lokasi TPS, baik itu masyarakat yang ingin memilih, penyelenggara, maupun petugas pengamanan wajib menggunakan masker. Dalam hal ini, KPU juga sudah menyiapkan masker di TPS guna mengantisipasi adanya masyarakat yang tidak memiliki masker. “Kemudian masyarakat yang terdaftar di DPT, kami imbau untuk menggunakan masker yang tidak bermotif paslon (pasangan calon). Jika ada yang menggunakan masker bersimbol paslon, itu akan kita ganti,” tuturnya.

Baca Juga :  Dua Tenaga Medis Reaktif Rapid Test

Kemudian, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sehat karena sudah dilakukan rapid test dan pengecekan kesehatan sebelum menjalankan tugasnya. Bagi yang dinyatakan reaktif, dilanjutkan dengan di-swab. Jika hasil swab-nya negatif, maka dia bisa lanjut bertugas. Sedangkan yang hasil swab-nya positif, itu langsung digantikan.

Adapula pengaturan waktu kedatangan pemilih yang dicantumkan dalam surat C Pemberitahuan. Namun, bukan berarti yang datang di luar dari jam yang sudah dijadwalkan itu tidak dilayani. “Ini (pengaturan kedatangan) dilakukan hanya untuk menghindari terjadinya kerumunan atau penumpukan orang di TPS,” jelasnya.

Lalu, pemilih diberikan sarung tangan plastik sebelum memilih, dilakukan pengecekan suhu tubuh, pengaturan jarak untuk antre mencoblos, melakukan desinfeksi TPS secara berkala, tidak bersalaman, hingga dilakukan pengetesan tinta setelah selesai mencoblos. (selengkapnya di grafis) “Kalau dulu itukan tintanya dicelupkan. Nah, pada pilkada kali ini yang prosesnya dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, itu hanya diteteskan,” sebutnya.

Baca Juga :  Cari Penyebab Kebakaran, Polres Gandeng Labfor Surabaya

Adapun, bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celsius, tetap diberikan hak pilihnya. Tapi diarahkan untuk mencoblos di bilik khusus yang telah disiapkan di lokasi TPS tersebut dengan dilayani oleh petugas yang menggunakan APD.

“Harapannya disiplin protokol kesehatan ini bisa menjadi senjata utama kita untuk melawan Covid-19. Jadi mari kita sama-sama menjaga dan menyukseskan pilkada di Kaltara tahun ini,” imbuhnya. (iwk/ash)

 

 

Most Read

Musrenbang Hanya Angin Segar

Merasa Aman dari Ancaman Teroris

Artikel Terbaru

/