alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

RS Over Kapasitas, Pasien Jalani Karantina Mandiri

TANJUNG SELOR – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bulungan terus terjadi. Akibatnya, ruang karantina dan ruang isolasi di  RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor,  yang disiapkan pemerintah mengalami kelebihan kapasitas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan H. Imam Sujono mengatakan, untuk mengatasi hal ini rencananya akan dilakukan rapat bersama dengan tim satgas. Dalam rapat itu akan diputuskan apakah karantina berlanjut atau tidak. “Untuk ruang alternatif lain saya belum tahu, kemungkinan hal itu akan dibahas juga dalam rapat,” kata Imam kepada Radar Kaltara, Senin (7/12).

Saat ini sebagai upaya tidak terjadi over kapasitas, beberapa pasien diminta untuk menjalani karantina mandiri. Contohnya pasien dari klaster pondok pesantren. Di sana ada 42 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. “Jadi, untuk mengurangi ruang karantina pasien diminta untuk menjalani isolasi mandiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menantang Kelokan Jeram Keburau

Bukan hanya di karantina saja yang over kapasitas, karena ruang isolasi di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor juga sudahmengalami hal yang sama.

“Di sana (RSD) menggunakan ruang kelas III. Tetapi, ruangan itu tidak semuanya bisa digunakan karena tidak semua ruangan dilengkapi alat,” bebernya.

Meski saat ini jumlah kasus masih terus bertambah. Namun, status Kabupaten Bulungan masih berada pada  zona orange (risiko sedang) Covid-19.

Dijelaskan, untuk bisa menetapkan status zona itu berdasarkan beberapa indikator. “Tapi ini ranahnya di pusat, bukan di daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Imam, meskipun kasus bertambah, penyebaran Covid-19 dinilai masih terkendali. Artinya, pasien yang sudah dinyatakan terkonfirmasi positif itu sudah dikarantina dan ada juga yang diisolasi.

“Untuk pasien yang bergejala langsung kita isolasi. Sedangkan pasien yang tanpa bergejala kita karantina,” ungkapnya.

“Yang dikatakan tidak terkendali itu ketika ada pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif masih beraktivitas bebas di luar. Jadi tidak apa-apa jumlah banyak. Yang penting terkendali,” ujarnya.

Baca Juga :  Sepuluh Anak Terindikasi Rubella

Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan dr. Heriyadi Suranta menambahkan, berdasarkan data terakhir, tercatat 51 orang pasien menjalani masa karantina dan 33 orang pasien menjalani isolasi. “Jumlah pasien yang menjalani isolasi dan karantina ini belum termasuk pasien yang menjalani karantina mandiri,” bebernya.

Hingga pukul 15.47 Wita, pihaknya mengaku telah menerima laporan enam kasus baru terkonfirmasi positif. Keenam pasien terkonfirmasi melalui transmisi lokal dan kontak erat.

“Sampai sore ini baru enam. Masih ada kemungkinan bertambah karena masih ada hasil swab yang kita tunggu,” ujarnya.

Untuk spesimen swab test orang yang pernah kontak erat dengan Bupati, sampai hari ini hasilnya belum diketahui. “Swab masih diuji. Jadi, kami masih menunggu juga,” jelasnya. (*/jai/ash)

 

 

TANJUNG SELOR – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bulungan terus terjadi. Akibatnya, ruang karantina dan ruang isolasi di  RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor,  yang disiapkan pemerintah mengalami kelebihan kapasitas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan H. Imam Sujono mengatakan, untuk mengatasi hal ini rencananya akan dilakukan rapat bersama dengan tim satgas. Dalam rapat itu akan diputuskan apakah karantina berlanjut atau tidak. “Untuk ruang alternatif lain saya belum tahu, kemungkinan hal itu akan dibahas juga dalam rapat,” kata Imam kepada Radar Kaltara, Senin (7/12).

Saat ini sebagai upaya tidak terjadi over kapasitas, beberapa pasien diminta untuk menjalani karantina mandiri. Contohnya pasien dari klaster pondok pesantren. Di sana ada 42 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. “Jadi, untuk mengurangi ruang karantina pasien diminta untuk menjalani isolasi mandiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sepuluh Anak Terindikasi Rubella

Bukan hanya di karantina saja yang over kapasitas, karena ruang isolasi di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor juga sudahmengalami hal yang sama.

“Di sana (RSD) menggunakan ruang kelas III. Tetapi, ruangan itu tidak semuanya bisa digunakan karena tidak semua ruangan dilengkapi alat,” bebernya.

Meski saat ini jumlah kasus masih terus bertambah. Namun, status Kabupaten Bulungan masih berada pada  zona orange (risiko sedang) Covid-19.

Dijelaskan, untuk bisa menetapkan status zona itu berdasarkan beberapa indikator. “Tapi ini ranahnya di pusat, bukan di daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Imam, meskipun kasus bertambah, penyebaran Covid-19 dinilai masih terkendali. Artinya, pasien yang sudah dinyatakan terkonfirmasi positif itu sudah dikarantina dan ada juga yang diisolasi.

“Untuk pasien yang bergejala langsung kita isolasi. Sedangkan pasien yang tanpa bergejala kita karantina,” ungkapnya.

“Yang dikatakan tidak terkendali itu ketika ada pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif masih beraktivitas bebas di luar. Jadi tidak apa-apa jumlah banyak. Yang penting terkendali,” ujarnya.

Baca Juga :  Proses Hukum Terus Bergulir

Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan dr. Heriyadi Suranta menambahkan, berdasarkan data terakhir, tercatat 51 orang pasien menjalani masa karantina dan 33 orang pasien menjalani isolasi. “Jumlah pasien yang menjalani isolasi dan karantina ini belum termasuk pasien yang menjalani karantina mandiri,” bebernya.

Hingga pukul 15.47 Wita, pihaknya mengaku telah menerima laporan enam kasus baru terkonfirmasi positif. Keenam pasien terkonfirmasi melalui transmisi lokal dan kontak erat.

“Sampai sore ini baru enam. Masih ada kemungkinan bertambah karena masih ada hasil swab yang kita tunggu,” ujarnya.

Untuk spesimen swab test orang yang pernah kontak erat dengan Bupati, sampai hari ini hasilnya belum diketahui. “Swab masih diuji. Jadi, kami masih menunggu juga,” jelasnya. (*/jai/ash)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/