alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Kapolda Bentuk Tim Khusus, Pantau Money Politic

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Bambang Kristiyono menegaskan pihaknya terus melakukan pengawalan secara ketat terhadap proses pemilihan kepala daerah (pilkada) di provinsi ke-34 ini.

“Apalagi dengan kondisi seperti saat ini, kita harus kawal agar tidak ada politik uang. Jangan sampai menjelang hari H itu ada serangan (politik uang),” ujar Bambang kepada Radar Kaltara, saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (7/12).

Jika ada yang tertangkap melakukan pelanggaran, seperti politik uang, risikonya tanggung jawab masing-masing individu. “Di sini kita dari kepolisian, bersama TNI dan Bawaslu membentuk tim khusus. Tapi tidak terbuka, melainkan melakukan pengawasan secara diam-diam,” kata Jenderal berpangkat dua bintang ini. 

Pastinya, Bambang mengaku sudah menyampaikan kepada seluruh pasangan calon (paslon) saat analisa dan evaluasi pengamanan kampanye dan antisipasi kerawanan kamtibmas pada tahapan masa tenang dan pemungutan suara di Mapolda Kaltara beberapa waktu lalu. “Kan di situ yang kita sampaikan salah satunya jika tertangkap melakukan pelanggaran seperti politik uang, jangan salahkan petugas. Karena itu sudah diingatkan akan diproses secara hukum. Jangan main politik uang, silakan jual program ke masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Se-Kaltara, Pasien Covid-19 Sisa 2,8 Persen

Selain itu, ia juga memastikan kesiapan logistik dan sumber daya manusia (SDM) penyelenggara yang bertugas di provinsi termuda Indonesia ini sudah benar-benar tidak ada masalah. “Saya datang ke KPU ini untuk memastikan seluruh surat suara, kota suara, petugas pengamanan dan yang lainnya sudah siap di lokasi masing-masing. Harapannya, besok (hari ini) semua harus sudah siap di TPS masing-masing,” tuturnya.

Termasuk untuk surat suara harus dipastikan sudah aman. Jangan sampai ada yang sudah dicoblos atau ada yang disabotase. Intinya, pada pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini, semuanya harus tetap menaati protokol kesehatan. “Misalnya, seperti ada TPS yang terjadi paparan Covid-19 itu dipindahkan. Ini penting untuk mengantisipasi terjadi hal yang tak diinginkan, termasuk persiapan TPS khusus untuk yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat,” tegasnya.

Baca Juga :  Delapan Honorer K2 Diusulkan Jadi PPPK

Sementara itu, Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami mengatakan, pendistribusian logistik untuk daerah terjauh seperti yang remote area yang ada di Nunukan dan Malinau sudah dimulai pendistribusian logistiknya sejak 3 Desember lalu. “Baik untuk jalur udara yang menggunakan pesawat maupun yang menggunakan longboat di jalur sungai dengan arus deras, seperti di daerah Bahau Hulu, Malinau, yang didistribusikan lewat Tanjung Selor itu sudah dilakukan,” tuturnya.

Baik logistik pilkada serta alat pelindung diri (APD) didistribusikan bersamaan guna mengefisiensi cost. Sedangkan yang daerah dekat, APD terlebih dahulu didistribusikan, sedangkan logistiknya seperti surat suara dan kotak suara menyusul. “Logistik di daerah terdekat mulai hari ini (kemarin) dan terakhir besok (hari ini) didistribusikan,” jelasnya. (iwk/ash)

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Bambang Kristiyono menegaskan pihaknya terus melakukan pengawalan secara ketat terhadap proses pemilihan kepala daerah (pilkada) di provinsi ke-34 ini.

“Apalagi dengan kondisi seperti saat ini, kita harus kawal agar tidak ada politik uang. Jangan sampai menjelang hari H itu ada serangan (politik uang),” ujar Bambang kepada Radar Kaltara, saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (7/12).

Jika ada yang tertangkap melakukan pelanggaran, seperti politik uang, risikonya tanggung jawab masing-masing individu. “Di sini kita dari kepolisian, bersama TNI dan Bawaslu membentuk tim khusus. Tapi tidak terbuka, melainkan melakukan pengawasan secara diam-diam,” kata Jenderal berpangkat dua bintang ini. 

Pastinya, Bambang mengaku sudah menyampaikan kepada seluruh pasangan calon (paslon) saat analisa dan evaluasi pengamanan kampanye dan antisipasi kerawanan kamtibmas pada tahapan masa tenang dan pemungutan suara di Mapolda Kaltara beberapa waktu lalu. “Kan di situ yang kita sampaikan salah satunya jika tertangkap melakukan pelanggaran seperti politik uang, jangan salahkan petugas. Karena itu sudah diingatkan akan diproses secara hukum. Jangan main politik uang, silakan jual program ke masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Punya Biaya Operasi, Berharap Uluran Tangan

Selain itu, ia juga memastikan kesiapan logistik dan sumber daya manusia (SDM) penyelenggara yang bertugas di provinsi termuda Indonesia ini sudah benar-benar tidak ada masalah. “Saya datang ke KPU ini untuk memastikan seluruh surat suara, kota suara, petugas pengamanan dan yang lainnya sudah siap di lokasi masing-masing. Harapannya, besok (hari ini) semua harus sudah siap di TPS masing-masing,” tuturnya.

Termasuk untuk surat suara harus dipastikan sudah aman. Jangan sampai ada yang sudah dicoblos atau ada yang disabotase. Intinya, pada pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini, semuanya harus tetap menaati protokol kesehatan. “Misalnya, seperti ada TPS yang terjadi paparan Covid-19 itu dipindahkan. Ini penting untuk mengantisipasi terjadi hal yang tak diinginkan, termasuk persiapan TPS khusus untuk yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat,” tegasnya.

Baca Juga :  Dua Petugas Jadi Korban Karhutla

Sementara itu, Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami mengatakan, pendistribusian logistik untuk daerah terjauh seperti yang remote area yang ada di Nunukan dan Malinau sudah dimulai pendistribusian logistiknya sejak 3 Desember lalu. “Baik untuk jalur udara yang menggunakan pesawat maupun yang menggunakan longboat di jalur sungai dengan arus deras, seperti di daerah Bahau Hulu, Malinau, yang didistribusikan lewat Tanjung Selor itu sudah dilakukan,” tuturnya.

Baik logistik pilkada serta alat pelindung diri (APD) didistribusikan bersamaan guna mengefisiensi cost. Sedangkan yang daerah dekat, APD terlebih dahulu didistribusikan, sedangkan logistiknya seperti surat suara dan kotak suara menyusul. “Logistik di daerah terdekat mulai hari ini (kemarin) dan terakhir besok (hari ini) didistribusikan,” jelasnya. (iwk/ash)

Most Read

Melebihi HET, Izin Operasi Dicabut

Lima WNA Diamankan Tanpa Dokumen

Tunggu Hasil, Sanksi Menanti

Artikel Terbaru

/