alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Amankan Pilkada, Datangkan 200 Personel Brimob Kaltim dan Aceh

TANJUNG SELOR – Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang hari H pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih terbilang aman dan terkendali.

Dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono, sejauh ini belum ada yang melaporkan terkait indikasi tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan di provinsi ini. Semua masih kondusif, dan diharapkan sampai hari H itu tidak ada kejadian. “Di sini kita tidak bisa pastikan kondisinya pada hari H nanti kondusif, tapi kita tetap berupaya semaksimal mungkin agar benar-benar kondusif,” ujarnya kepada Radar Kaltara, saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (7/12).

Jika ada informasi kejadian yang meskipun sifatnya kecil, pihaknya akan bergerak cepat menindaklanjuti dengan ‘menerjunkan’ personel ke lokasi yang bermasalah. “Bahkan, saya selaku Kapolda sudah menyiapkan satu helikopter di polda serta menyiapkan speedboat. Jadi jika ada informasi kejadian, kita bisa cepat turun untuk menindaklanjuti kejadian itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Gubernur Santap Nasi Kotak Bareng Sopir Angkot

Namun, ia mengaku yakin dengan kesadaran masyarakat yang baik tentang demokrasi, kondisi kamtibmas di provinsi termuda Indonesia ini bisa tetap aman. Ia menegaskan bahwa berbeda pilihan merupakan hal yang biasa dan wajar, jadi jangan sampai perbedaan pilihan itu membuat jadi perkelahian antar warga. “Itu (berkelahi) tidak ada gunanya. Jika ada yang bertanya, jawab saja terserah saya mau nyoblos siapa. Itu yang saya minta ke masyarakat,” katanya.

Adapun untuk kesiapan pengamanan pada pemilihan serentak di Kaltara ini, pihaknya telah menerima BKO Brimob sebanyak 200 personel dengan rincian 100 personel dari Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dan 100 personel dari Aceh. “Kemarin (Minggu, 6 Desember 2020) sore jam 4 (16.00 Wita) datang dari Polda Kaltim dan tadi subuh (dini hari kemarin) Brimob Aceh. Untuk yang dari Aceh kita geser ke Nunukan, dan yang dari Polda Kaltim kita geser ke Tana Tidung. Hari ini (kemarin) sudah meluncur ke lokasi masing-masing,” sebutnya.

Baca Juga :  Naskah UN Diambil di Polsek Terdekat

Untuk yang 100 personel di Tana Tidung itu jika ada kejadian di Bulungan atau Malinau, bisa cepat bergeser, lantaran kedua daerah ini sama-sama dekat dari Tana Tidung. Selain itu, semua personel yang ada di Polda Kaltara juga standby. Jika diakumulasikan, total pengamanan untuk pilkada di Kaltara ini hampir 1.800 personel.  “Kita standby-kan semuanya. Mulai besok (hari ini) semua menggunakan seragam, tidak ada lagi yang pakai baju bebas. Pastinya, jika ada kejadian, kita akan bergerak cepat. Langsung turun menindaklanjuti,” jelasnya. (iwk/ash)

TANJUNG SELOR – Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang hari H pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih terbilang aman dan terkendali.

Dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono, sejauh ini belum ada yang melaporkan terkait indikasi tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan di provinsi ini. Semua masih kondusif, dan diharapkan sampai hari H itu tidak ada kejadian. “Di sini kita tidak bisa pastikan kondisinya pada hari H nanti kondusif, tapi kita tetap berupaya semaksimal mungkin agar benar-benar kondusif,” ujarnya kepada Radar Kaltara, saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (7/12).

Jika ada informasi kejadian yang meskipun sifatnya kecil, pihaknya akan bergerak cepat menindaklanjuti dengan ‘menerjunkan’ personel ke lokasi yang bermasalah. “Bahkan, saya selaku Kapolda sudah menyiapkan satu helikopter di polda serta menyiapkan speedboat. Jadi jika ada informasi kejadian, kita bisa cepat turun untuk menindaklanjuti kejadian itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Naskah UN Diambil di Polsek Terdekat

Namun, ia mengaku yakin dengan kesadaran masyarakat yang baik tentang demokrasi, kondisi kamtibmas di provinsi termuda Indonesia ini bisa tetap aman. Ia menegaskan bahwa berbeda pilihan merupakan hal yang biasa dan wajar, jadi jangan sampai perbedaan pilihan itu membuat jadi perkelahian antar warga. “Itu (berkelahi) tidak ada gunanya. Jika ada yang bertanya, jawab saja terserah saya mau nyoblos siapa. Itu yang saya minta ke masyarakat,” katanya.

Adapun untuk kesiapan pengamanan pada pemilihan serentak di Kaltara ini, pihaknya telah menerima BKO Brimob sebanyak 200 personel dengan rincian 100 personel dari Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dan 100 personel dari Aceh. “Kemarin (Minggu, 6 Desember 2020) sore jam 4 (16.00 Wita) datang dari Polda Kaltim dan tadi subuh (dini hari kemarin) Brimob Aceh. Untuk yang dari Aceh kita geser ke Nunukan, dan yang dari Polda Kaltim kita geser ke Tana Tidung. Hari ini (kemarin) sudah meluncur ke lokasi masing-masing,” sebutnya.

Baca Juga :  Kaltara Digempur Sabu Malaysia

Untuk yang 100 personel di Tana Tidung itu jika ada kejadian di Bulungan atau Malinau, bisa cepat bergeser, lantaran kedua daerah ini sama-sama dekat dari Tana Tidung. Selain itu, semua personel yang ada di Polda Kaltara juga standby. Jika diakumulasikan, total pengamanan untuk pilkada di Kaltara ini hampir 1.800 personel.  “Kita standby-kan semuanya. Mulai besok (hari ini) semua menggunakan seragam, tidak ada lagi yang pakai baju bebas. Pastinya, jika ada kejadian, kita akan bergerak cepat. Langsung turun menindaklanjuti,” jelasnya. (iwk/ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/