alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Pembangunan KIPI Terancam Molor

TANJUNG SELOR – Pembangunan Kawasan Industri Park Indonesia (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Tanjung Palas Timur, Bulungan terancam molor. Itu terjadi karena belum adanya kesepatan nilai ganti rugi lahan antara warga dengan salah satu perusahaan.

Tokoh Masyarakat Kampung Baru, Abdul Rahman menilai proses pembangunan tidak akan bisa selesai, karena sampai saat ini pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait pembebasan lahan.

“Kalau status lahan masyarakat sebagian masuk HGU (hak guna usaha). Tetapi, sampai saat ini perusahaan tidak ada melakukan sosialiasi dengan masyarakat terkait harga ganti rugi lahan,” kata Abdul Rahman kepada Radar Kaltara, Jumat (8/7).

Bahkan, beberapa kali pertamuan perusahaan tidak pernah mau bertemu dengan pemerintah desa (pemdes). “Saya sebagai tokoh masyarakat Kampung Baru selalu meminta agar pertemuan dilakukan di kantor desa. Tetapi, perusahaan tidak pernah mau hadir. Akhirnya sampai sekarang ini tidak pernah ada penyelesaian terkait ganti rugi lahan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rumah dan Warung di Pimping Hangus Diamuk si Jago Merah

Sementara itu, Ketua RT 11 Kampung Baru, Samsul menilai bahwa pembebasan lahan yang dilakukan saat ini bukan yang sebenar-benarnya, karena pemilik lahan yang memiliki sertifikat dan tidak nilai ganti ruginya sama.

“Kami masyarakat Tanah Kuning-Mangkupadi sangat mendukung hadirnya KIPI. Hanya saja sekarang ini masih terkendala terkait ganti rugi. Jika nilai ganti rugi sudah ada kesepatan kemungkinan proses pembangunan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bupati Bulungan, Syarwani mengaku akan segara melakukan pembahasan bersama forkopimda terkait hal tersebut. Khususnya terkait lahan yang masuk di dalam HGU oleh perusahaan.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya mengaku akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk menyukseskan proyek strategis nasional (PSN). “Iya, kalau memang ada permasalahan. Ayo kita bicarakan,” singkatnya. (*)

Baca Juga :  Tiga Jam, Air di Ibu Kota Naik 10 Cm





Reporter: Fijai Pasaruja

TANJUNG SELOR – Pembangunan Kawasan Industri Park Indonesia (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Tanjung Palas Timur, Bulungan terancam molor. Itu terjadi karena belum adanya kesepatan nilai ganti rugi lahan antara warga dengan salah satu perusahaan.

Tokoh Masyarakat Kampung Baru, Abdul Rahman menilai proses pembangunan tidak akan bisa selesai, karena sampai saat ini pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait pembebasan lahan.

“Kalau status lahan masyarakat sebagian masuk HGU (hak guna usaha). Tetapi, sampai saat ini perusahaan tidak ada melakukan sosialiasi dengan masyarakat terkait harga ganti rugi lahan,” kata Abdul Rahman kepada Radar Kaltara, Jumat (8/7).

Bahkan, beberapa kali pertamuan perusahaan tidak pernah mau bertemu dengan pemerintah desa (pemdes). “Saya sebagai tokoh masyarakat Kampung Baru selalu meminta agar pertemuan dilakukan di kantor desa. Tetapi, perusahaan tidak pernah mau hadir. Akhirnya sampai sekarang ini tidak pernah ada penyelesaian terkait ganti rugi lahan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengembangan Hutan Kota Digarap 2021

Sementara itu, Ketua RT 11 Kampung Baru, Samsul menilai bahwa pembebasan lahan yang dilakukan saat ini bukan yang sebenar-benarnya, karena pemilik lahan yang memiliki sertifikat dan tidak nilai ganti ruginya sama.

“Kami masyarakat Tanah Kuning-Mangkupadi sangat mendukung hadirnya KIPI. Hanya saja sekarang ini masih terkendala terkait ganti rugi. Jika nilai ganti rugi sudah ada kesepatan kemungkinan proses pembangunan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bupati Bulungan, Syarwani mengaku akan segara melakukan pembahasan bersama forkopimda terkait hal tersebut. Khususnya terkait lahan yang masuk di dalam HGU oleh perusahaan.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya mengaku akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk menyukseskan proyek strategis nasional (PSN). “Iya, kalau memang ada permasalahan. Ayo kita bicarakan,” singkatnya. (*)

Baca Juga :  Terdeteksi 70 Sampel Probable Omicron di Kaltara





Reporter: Fijai Pasaruja

Most Read

Artikel Terbaru

/