alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

WADUH..!! Covid-19 Terus Naik, Kontak Erat Tarakan Capai 1.409 Orang

TARAKAN – Kasus memuncak di Tarakan awal Desember ini. Setelah dibuka dengan tambahan sebanyak 60 kasus dan 25 kasus, disusul pula 30 kasus terkonfirmasi dan nihil pasien sembuh dari Covid-19, Sabtu (05/12) kemarin. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes mengatakan, dari 30 tambahan kasus positif tersebut, terdapat empat orang bayi bawah lima tahun (balita).

Yakni kasus ke-947 GFR (2) warga RT 05, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah. Kemudian kasus ke-957 G (3) warga RT 11, Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur. Kasus ke-958 RA (6,11 bulan) warga RT 07, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah. Kasus ke-959 RAR (2,5 bulan) warga RT 07, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah.

Baca Juga :  Pemkab Kejar Realisasi DAK Fisik

“Anak (balita) yang positif itu, kontak erat dengan orang tuanya yang positif,” terangnya. Dari 30 tambahan ini berasal dari beberapa klaster. Selain perkantoran ataupun komunitas, juga kasus suspek dan hasil rapid test reaktif yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab.

“Dari komunitas, perbankan, perkantoran atau institusi, tenaga kesehatan juga masih ada. Ada juga yang rapid test-nya reaktif, jadi dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif, suspek juga ada dan pilkada juga ada,” bebernya.

Sehingga pasien positif yang dirawat dan dipantau mencapai 428 orang. Dikatakannya, adanya tambahan kasus juga dari hasil kegiatan tracing yang dilakukan secara masif. Dalam hal ini juga banyak ditemui dari kontak erat pasien positif sebelumnya.

“Sehingga kelihatan banyak kasusnya, karena kita melakukan tracing kasus yang masif,” jelasnya. Selain tambahan kasus terkonfirmasi, tercatat kontak erat yang dipantau juga sangat tinggi. Yakni mencapai 1.409 orang yang dipantau oleh puskesmas setempat. Sementara kasus suspek yang dipantau sebanyak 130 orang.

Baca Juga :  Pemprov Tunggu Panggilan Kemendagri

Sehingga penerapan protokol kesehatan (prokes) sangat perlu ditingkatkan. Terutama saat beraktivitas di tempat umum, tidak menyentuh mata, hidung dan mulut setelah memegang fasilitas umum. Masyarakat dianjurkan tidak terlepas dari kebiasaan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah.

“Kalau memegang suatu benda di tempat umum, jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan dengan hand sanitizer atau menggunakan sabun dan di bawah air mengalir,” imbaunya.(*/one/iwk/har)

TARAKAN – Kasus memuncak di Tarakan awal Desember ini. Setelah dibuka dengan tambahan sebanyak 60 kasus dan 25 kasus, disusul pula 30 kasus terkonfirmasi dan nihil pasien sembuh dari Covid-19, Sabtu (05/12) kemarin. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes mengatakan, dari 30 tambahan kasus positif tersebut, terdapat empat orang bayi bawah lima tahun (balita).

Yakni kasus ke-947 GFR (2) warga RT 05, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah. Kemudian kasus ke-957 G (3) warga RT 11, Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur. Kasus ke-958 RA (6,11 bulan) warga RT 07, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah. Kasus ke-959 RAR (2,5 bulan) warga RT 07, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah.

Baca Juga :  Khawatir Dirusak, Perbaikan Menunggu Penyerahan

“Anak (balita) yang positif itu, kontak erat dengan orang tuanya yang positif,” terangnya. Dari 30 tambahan ini berasal dari beberapa klaster. Selain perkantoran ataupun komunitas, juga kasus suspek dan hasil rapid test reaktif yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab.

“Dari komunitas, perbankan, perkantoran atau institusi, tenaga kesehatan juga masih ada. Ada juga yang rapid test-nya reaktif, jadi dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif, suspek juga ada dan pilkada juga ada,” bebernya.

Sehingga pasien positif yang dirawat dan dipantau mencapai 428 orang. Dikatakannya, adanya tambahan kasus juga dari hasil kegiatan tracing yang dilakukan secara masif. Dalam hal ini juga banyak ditemui dari kontak erat pasien positif sebelumnya.

“Sehingga kelihatan banyak kasusnya, karena kita melakukan tracing kasus yang masif,” jelasnya. Selain tambahan kasus terkonfirmasi, tercatat kontak erat yang dipantau juga sangat tinggi. Yakni mencapai 1.409 orang yang dipantau oleh puskesmas setempat. Sementara kasus suspek yang dipantau sebanyak 130 orang.

Baca Juga :  Hari Kedua UNBK Diwarnai Biarpet

Sehingga penerapan protokol kesehatan (prokes) sangat perlu ditingkatkan. Terutama saat beraktivitas di tempat umum, tidak menyentuh mata, hidung dan mulut setelah memegang fasilitas umum. Masyarakat dianjurkan tidak terlepas dari kebiasaan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah.

“Kalau memegang suatu benda di tempat umum, jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan dengan hand sanitizer atau menggunakan sabun dan di bawah air mengalir,” imbaunya.(*/one/iwk/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/