alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Tambah 50-an Kasus Baru di Kaltara

TANJUNG SELOR – Tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) semakin tak terkendali. Selasa (1/12), tercatat bertambah 53 kasus konfirmasi positif baru. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, sebanyak 53 kasus di Kaltara itu tersebar di Tarakan 16 kasus, di Bulungan 20 kasus, Malinau 8 kasus, dan Tana Tidung 9 kasus.

Dibeberkannya, untuk yang 16 kasus di Tarakan itu terdiri dari 13 transmisi lokal dengan rincian 6 laki-laki berinisial MD (59), SK (52), IR (30), RH (51), TL (71), dan IS (23). Serta 7 perempuan dengan inisial PS (42), DMS (42), IM (48), IF (47), TUE (50), RD (50), dan SR (24).

“Kemudian 3 nakes (tenaga kesehatan) dengan inisial DN (39) laki-laki, MA (47) laki-laki, dan IR (41) perempuan,” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (1/12).

Kemudian 20 kasus di Bulungan terdiri dari 5 transmisi lokal dengan rincian 2 perempuan berinisial NAK (64) dan RM (40), serta 3 laki-laki dengan inisial JA (26), OFA (31) dan UB (51). Lalu 15 kontak erat dengan rincian 5 laki-laki berinisial MA, SP (83), AF (4), ASS (7), dan AK. Serta 10 perempuan dengan inisial NNC (18), PAN (8), NKA (4), AAW (54), KS (44), DH (29), IF (40), RN (33), LS (40) dan AT (29).

Berikutnya, 8 kasus di Malinau terdiri dari 4 pelaku perjalanan dari Jakarta dengan inisial EY (48) laki-laki, FT (38) perempuan, EM (51) laki-laki, dan LS (61) laki-laki. Lalu 2 transmisi lokal dengan inisial JN (50) perempuan dan PES (29) perempuan, setelah itu seorang kontak erat berinisial JL (42), dan seorang laki-laki pelaku perjalanan dari Jawa berinisial AW (33).

Baca Juga :  Timbun Sembako, Pidana Tujuh Tahun

Terakhir 9 kasus dari Tana Tidung yang berbagi atas seorang perempuan pelaku perjalanan dari Sulsel berinisial RS (34), serta 8 kontak erat dengan inisial 6 perempuan berinisial NR (31), JM (42), FF (19), SM (6) JB (33), dan SK (11). Serta 2 laki-laki dengan inisial MK (47) dan AM (14).

Dengan tambahan kasus itu, maka total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini naik menjadi 1.523 kasus. Sedangkan yang sembuh berjumlah 1.007 orang setelah bertambah 14 orang yang dinyatakan sembuh kemarin.

Disebutkannya, 14 orang yang sembuh itu tersebar di Tarakan sebanyak 8 orang, di Bulungan 5 orang, dan di Tana Tidung 1 orang. Sedangkan yang meninggal dunia di Kaltara berjumlah 18 orang.

“Dengan begitu, pasien konfirmasi positif yang masih dirawat di Kaltara berjumlah 498 orang, yang tersebar di Tarakan 349 orang, di Bulungan 107 orang, di Malinau 17 orang, di Tana Tidung 15 orang, dan Nunukan 10 orang,” pungkasnya.

 

KASUS TARAKAN

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengatakan, dengan bertambahnya jumlah kasus di Tarakan maka total kumulatif kasus saat ini sebanyak 818 orang.

Baca Juga :  Mahasiswa Minta DPRD Ikut Tolak Omnibus Law

“Dari 17 kasus baru, 14 orang didapatkan setelah adanya hasil pemeriksaan swab dari Rumah Sakit Pertamina. Tambahan itu merupakan klaster perkantoran, sementara 3 orang juga merupakan hasil swab kontak erat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebuah kantor, institusi, instansi apakah akan ditutup atau tidak tergantung dari kontak erat pasien Covid-19 dengan orang sekitar, jika rata-rata kontak maka kantor akan ditutup.

Lanjut dr. Devi, jika tidak kontak dengan karyawan lain maka hanya dilakukan disinfeksi dan itu memerlukan waktu sekitar tiga hari dan otomatis kantor ditutup sementara. Sedangkan, untuk perkembangan pasien sembuh terdapat penambahan sebanyak 8 orang. “Alhamdulillah hari ini (kemarin) terdapat penambahan pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sehingga total kumulatif pasien sembuh sebanyak 460 orang,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jumlah total keseluruhan pasien yang masih dirawat dan dipantau sebanyak 130 orang. Selain itu, untuk kasus suspek sebanyak 131 orang dan kasus kontak erat yang dipantau sebanyak 1.303 orang.

Tambahnya, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh masih harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus maka harus dilewati terlebih dahulu.

“Pasca sembuh dari Covid-19 pasien dengan gejala biasanya masa pemulihan dan perlu waktu, karena kondisi badannya masih rentan maka perlu isolasi mandiri terlebih dahulu, sementara untuk pasien tanpa gejala dilihat lagi dari hasil pemeriksaanya namun lebih aman tetap isolasi mandiri dulu,” tutupnya. (iwk/agg/raw/lim)

TANJUNG SELOR – Tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) semakin tak terkendali. Selasa (1/12), tercatat bertambah 53 kasus konfirmasi positif baru. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, sebanyak 53 kasus di Kaltara itu tersebar di Tarakan 16 kasus, di Bulungan 20 kasus, Malinau 8 kasus, dan Tana Tidung 9 kasus.

Dibeberkannya, untuk yang 16 kasus di Tarakan itu terdiri dari 13 transmisi lokal dengan rincian 6 laki-laki berinisial MD (59), SK (52), IR (30), RH (51), TL (71), dan IS (23). Serta 7 perempuan dengan inisial PS (42), DMS (42), IM (48), IF (47), TUE (50), RD (50), dan SR (24).

“Kemudian 3 nakes (tenaga kesehatan) dengan inisial DN (39) laki-laki, MA (47) laki-laki, dan IR (41) perempuan,” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (1/12).

Kemudian 20 kasus di Bulungan terdiri dari 5 transmisi lokal dengan rincian 2 perempuan berinisial NAK (64) dan RM (40), serta 3 laki-laki dengan inisial JA (26), OFA (31) dan UB (51). Lalu 15 kontak erat dengan rincian 5 laki-laki berinisial MA, SP (83), AF (4), ASS (7), dan AK. Serta 10 perempuan dengan inisial NNC (18), PAN (8), NKA (4), AAW (54), KS (44), DH (29), IF (40), RN (33), LS (40) dan AT (29).

Berikutnya, 8 kasus di Malinau terdiri dari 4 pelaku perjalanan dari Jakarta dengan inisial EY (48) laki-laki, FT (38) perempuan, EM (51) laki-laki, dan LS (61) laki-laki. Lalu 2 transmisi lokal dengan inisial JN (50) perempuan dan PES (29) perempuan, setelah itu seorang kontak erat berinisial JL (42), dan seorang laki-laki pelaku perjalanan dari Jawa berinisial AW (33).

Baca Juga :  Timbun Sembako, Pidana Tujuh Tahun

Terakhir 9 kasus dari Tana Tidung yang berbagi atas seorang perempuan pelaku perjalanan dari Sulsel berinisial RS (34), serta 8 kontak erat dengan inisial 6 perempuan berinisial NR (31), JM (42), FF (19), SM (6) JB (33), dan SK (11). Serta 2 laki-laki dengan inisial MK (47) dan AM (14).

Dengan tambahan kasus itu, maka total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini naik menjadi 1.523 kasus. Sedangkan yang sembuh berjumlah 1.007 orang setelah bertambah 14 orang yang dinyatakan sembuh kemarin.

Disebutkannya, 14 orang yang sembuh itu tersebar di Tarakan sebanyak 8 orang, di Bulungan 5 orang, dan di Tana Tidung 1 orang. Sedangkan yang meninggal dunia di Kaltara berjumlah 18 orang.

“Dengan begitu, pasien konfirmasi positif yang masih dirawat di Kaltara berjumlah 498 orang, yang tersebar di Tarakan 349 orang, di Bulungan 107 orang, di Malinau 17 orang, di Tana Tidung 15 orang, dan Nunukan 10 orang,” pungkasnya.

 

KASUS TARAKAN

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengatakan, dengan bertambahnya jumlah kasus di Tarakan maka total kumulatif kasus saat ini sebanyak 818 orang.

Baca Juga :  Masuk ke Bulungan Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

“Dari 17 kasus baru, 14 orang didapatkan setelah adanya hasil pemeriksaan swab dari Rumah Sakit Pertamina. Tambahan itu merupakan klaster perkantoran, sementara 3 orang juga merupakan hasil swab kontak erat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebuah kantor, institusi, instansi apakah akan ditutup atau tidak tergantung dari kontak erat pasien Covid-19 dengan orang sekitar, jika rata-rata kontak maka kantor akan ditutup.

Lanjut dr. Devi, jika tidak kontak dengan karyawan lain maka hanya dilakukan disinfeksi dan itu memerlukan waktu sekitar tiga hari dan otomatis kantor ditutup sementara. Sedangkan, untuk perkembangan pasien sembuh terdapat penambahan sebanyak 8 orang. “Alhamdulillah hari ini (kemarin) terdapat penambahan pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sehingga total kumulatif pasien sembuh sebanyak 460 orang,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jumlah total keseluruhan pasien yang masih dirawat dan dipantau sebanyak 130 orang. Selain itu, untuk kasus suspek sebanyak 131 orang dan kasus kontak erat yang dipantau sebanyak 1.303 orang.

Tambahnya, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh masih harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus maka harus dilewati terlebih dahulu.

“Pasca sembuh dari Covid-19 pasien dengan gejala biasanya masa pemulihan dan perlu waktu, karena kondisi badannya masih rentan maka perlu isolasi mandiri terlebih dahulu, sementara untuk pasien tanpa gejala dilihat lagi dari hasil pemeriksaanya namun lebih aman tetap isolasi mandiri dulu,” tutupnya. (iwk/agg/raw/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/