alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Rusak, 8.393 Surat Suara Diganti

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah selesai melakukan pelipatan surat suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Kaltara tahun 2020.

Namun, dari 435.604 surat suara pilgub Kaltara yang dilipat itu, terdapat sebanyak 8.393 lembar yang dinyatakan rusak, dengan rincian terbanyak di Kota Tarakan dengan jumlah 3.498 lembar dan yang paling sedikit di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dengan jumlah 447 lembar. (selengkapnya di grafis)

Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami mengatakan, ditemukannya 8.393 lembar surat suara yang rusak setelah dilakukannya rekapitulasi hasil sortir dan pelipatan yang dilakukan di masing-masing kabupaten/kota se-Kaltara.

“Tapi, untuk penggantian surat suara yang rusak itu, kami sudah mengutus staf dari sekretariat ke percetakan untuk menyampaikan prihal kerusakan tersebut,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (2/12).

Baca Juga :  Usulan Tak Direspons, Warga Ancam Golput

Termasuk meminta untuk dilakukan penggantian sejumlah surat suara yang rusak tersebut. Bahkan, untuk menghindari keterlambatan, pihaknya meminta staf ke percetakan menunggu hingga pencetakan penggantian surat suara rusak rampung untuk langsung dibawa pulang.

 

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) surat suara pengganti itu sudah sampai di sini (Kaltara),” tuturnya.

Adapun untuk surat suara pengganti yang rusak nantinya akan digunakan atau didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS) terdekat atau yang ada di wilayah perkotaan dari masing-masing kabupaten/kota yang ada.

“Insyaallah untuk surat suara sudah tidak ada masalah, semuanya sudah siap,” tegasnya.

Disebutkannya, untuk jenis kerusakan dari surat suara bervariasi, di antaranya ada yang gambarnya buram, banyak bercaknya, kemudian ada foto pasangan calon (paslon) tapi di halaman belakangnya tidak ada gambar dan sebaliknya.

Baca Juga :  Pencairan DD Wajib Ubah Perkada

Sedangkan untuk pendistribusian, sesuai jadwal dimulai kemarin (2/12) ke remote area (daerah terpencil), sedangkan pendistribusian untuk daerah terdekat dapat dilakukan pada H-1 pencoblosan.

“Pastinya kita berharap proses pendistribusian logistik ini dapat berjalan lancar. Jikapun ada kendala mengenai armada transportasi, itu akan kami koordinasikan ke TNI/Polri untuk meminta dukungan,” pungkasnya. (iwk/ana)

 

 

 

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah selesai melakukan pelipatan surat suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Kaltara tahun 2020.

Namun, dari 435.604 surat suara pilgub Kaltara yang dilipat itu, terdapat sebanyak 8.393 lembar yang dinyatakan rusak, dengan rincian terbanyak di Kota Tarakan dengan jumlah 3.498 lembar dan yang paling sedikit di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dengan jumlah 447 lembar. (selengkapnya di grafis)

Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami mengatakan, ditemukannya 8.393 lembar surat suara yang rusak setelah dilakukannya rekapitulasi hasil sortir dan pelipatan yang dilakukan di masing-masing kabupaten/kota se-Kaltara.

“Tapi, untuk penggantian surat suara yang rusak itu, kami sudah mengutus staf dari sekretariat ke percetakan untuk menyampaikan prihal kerusakan tersebut,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (2/12).

Baca Juga :  Komisi VII Minta Solusi Jangka Pendek

Termasuk meminta untuk dilakukan penggantian sejumlah surat suara yang rusak tersebut. Bahkan, untuk menghindari keterlambatan, pihaknya meminta staf ke percetakan menunggu hingga pencetakan penggantian surat suara rusak rampung untuk langsung dibawa pulang.

 

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) surat suara pengganti itu sudah sampai di sini (Kaltara),” tuturnya.

Adapun untuk surat suara pengganti yang rusak nantinya akan digunakan atau didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS) terdekat atau yang ada di wilayah perkotaan dari masing-masing kabupaten/kota yang ada.

“Insyaallah untuk surat suara sudah tidak ada masalah, semuanya sudah siap,” tegasnya.

Disebutkannya, untuk jenis kerusakan dari surat suara bervariasi, di antaranya ada yang gambarnya buram, banyak bercaknya, kemudian ada foto pasangan calon (paslon) tapi di halaman belakangnya tidak ada gambar dan sebaliknya.

Baca Juga :  Usulan Tak Direspons, Warga Ancam Golput

Sedangkan untuk pendistribusian, sesuai jadwal dimulai kemarin (2/12) ke remote area (daerah terpencil), sedangkan pendistribusian untuk daerah terdekat dapat dilakukan pada H-1 pencoblosan.

“Pastinya kita berharap proses pendistribusian logistik ini dapat berjalan lancar. Jikapun ada kendala mengenai armada transportasi, itu akan kami koordinasikan ke TNI/Polri untuk meminta dukungan,” pungkasnya. (iwk/ana)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/