alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Ribuan Warga Belum Rekam E-KTP

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bulungan mencatat saat ini masih ada 1.000-an warga yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Hal ini tentu menjadi atensi khusus Disdukcapil Bulungan untuk segera diselesaikan. Terlebih kepemilikan e-KTP merupakan salah satu syarat untuk bisa terdaftar sebagai pemilih, khususnya pada pemilihan serentak tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Menyikapi hal itu, Kepala Disdukcapil Bulungan, Abdul Wahid menyebutkan, saat ini ada instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada seluruh pemerintah daerah untuk tetap membuka pelayanan pada hari libur Sabtu dan Minggu.

“Instruksinya seperti itu (buka pelayanan di hari libur). Alhamdulilah, dalam dua hari (Sabtu 28 November dan Minggu 29 November) itu kita dapat merekam sekitar 90 e-KTP,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Rabu (2/12).

Baca Juga :  Satu Parpol Gugat KPU ke MK

Abdul Wahid menyebutkan, saat ini pihaknya sudah melakukan perekaman e-KTP dengan sistem ‘jemput bola’ di Pulau Bunyu yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Disdukcapil Kalimantan Utara (Kaltara).

Selain di Bunyu, ia mengatakan rencananya perekaman dengan sistem ‘jemput bola’ akan kembali dilakukan di Tanjung Palas Timur. Sementara kecamatan lainnya masih belum direncanakan. Tapi beberapa waktu lalu ada permintaan dari Peso, hanya saja pihaknya belum bisa merealisasikan.

Disebutkannya, dari sekitar 1.000 penduduk yang belum rekam e-KTP, terbanyak di Tanjung Selor. Hanya saja, untuk data secara rincinya ia belum dapat menyampaikannya, karena setiap hari data selalu berubah.

“Kalau alasan masyarakat yang belum melakukan perekaman itu yang tahu mereka sendiri. Tapi kalau saya lihat, salah satu penyebabnya karena saat ini masyarakat menghindari terjadinya kerumunan,” tuturnya.

Baca Juga :  Waspada Bencana Alam, Atensi Kesiapsiagaan

Terkait pelaksanaan perekaman, utamanya yang menggunakan sistem’jemput bola’, sudah tidak ada masalah. Karena saat ini pihaknya memiliki alat perekam portabel bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Alat ini mudah dibawa ke mana-mana.

“Peralatan tidak ada masalah, tinggal jaringan saja. Apakah daerah yang kita datangi ada jaringan atau tidak,” katanya.

Namun, ia mengaku pesimistis dalam waktu yang hanya tinggal sepekan lagi, perekaman terhadap sejumlah penduduk bisa klir.

“Berat terkejar. Soalnya kita juga tidak tahu, mungkin setiap hari itu ada bertambah,” tuturnya.

Namun Wahid memastikan Disdukcapil tetap bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terutama jelang pemilihan 9 Desember tingkat perekaman e-KTP mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan. (iwk/ana)

 

 

 

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bulungan mencatat saat ini masih ada 1.000-an warga yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Hal ini tentu menjadi atensi khusus Disdukcapil Bulungan untuk segera diselesaikan. Terlebih kepemilikan e-KTP merupakan salah satu syarat untuk bisa terdaftar sebagai pemilih, khususnya pada pemilihan serentak tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Menyikapi hal itu, Kepala Disdukcapil Bulungan, Abdul Wahid menyebutkan, saat ini ada instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada seluruh pemerintah daerah untuk tetap membuka pelayanan pada hari libur Sabtu dan Minggu.

“Instruksinya seperti itu (buka pelayanan di hari libur). Alhamdulilah, dalam dua hari (Sabtu 28 November dan Minggu 29 November) itu kita dapat merekam sekitar 90 e-KTP,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Rabu (2/12).

Baca Juga :  Usulan Lapas Berproses di Kemenkumham

Abdul Wahid menyebutkan, saat ini pihaknya sudah melakukan perekaman e-KTP dengan sistem ‘jemput bola’ di Pulau Bunyu yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Disdukcapil Kalimantan Utara (Kaltara).

Selain di Bunyu, ia mengatakan rencananya perekaman dengan sistem ‘jemput bola’ akan kembali dilakukan di Tanjung Palas Timur. Sementara kecamatan lainnya masih belum direncanakan. Tapi beberapa waktu lalu ada permintaan dari Peso, hanya saja pihaknya belum bisa merealisasikan.

Disebutkannya, dari sekitar 1.000 penduduk yang belum rekam e-KTP, terbanyak di Tanjung Selor. Hanya saja, untuk data secara rincinya ia belum dapat menyampaikannya, karena setiap hari data selalu berubah.

“Kalau alasan masyarakat yang belum melakukan perekaman itu yang tahu mereka sendiri. Tapi kalau saya lihat, salah satu penyebabnya karena saat ini masyarakat menghindari terjadinya kerumunan,” tuturnya.

Baca Juga :  PLTA Ini Akan Menghasilkan Daya Puluhan Ribu KWH

Terkait pelaksanaan perekaman, utamanya yang menggunakan sistem’jemput bola’, sudah tidak ada masalah. Karena saat ini pihaknya memiliki alat perekam portabel bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Alat ini mudah dibawa ke mana-mana.

“Peralatan tidak ada masalah, tinggal jaringan saja. Apakah daerah yang kita datangi ada jaringan atau tidak,” katanya.

Namun, ia mengaku pesimistis dalam waktu yang hanya tinggal sepekan lagi, perekaman terhadap sejumlah penduduk bisa klir.

“Berat terkejar. Soalnya kita juga tidak tahu, mungkin setiap hari itu ada bertambah,” tuturnya.

Namun Wahid memastikan Disdukcapil tetap bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terutama jelang pemilihan 9 Desember tingkat perekaman e-KTP mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan. (iwk/ana)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/