alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Akun Palsu Berselancar dari Luar Kaltara

MENGANTISIPASI beredarnya hoaks atau berita bohong di media sosial (medsos), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara melakukan patroli siber. Hasilnya, ramai ditemukan akun palsu yang aktif berselancar di dunia maya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara Kombes Pol Thomas Panji Susbandaru melalui Ps Panit Cyber, Ditreskrimsus Polda Kaltara, Ipda Yaswar menyampaikan, patroli siber yang dilakukan menemukan akun palsu selama tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 berlangsung. Hadirnya akun palsu tersebut bertujuan untuk menyerang peserta pilkada atau pasangan calon (paslon).

“Rata-rata akun palsu yang ditemukan menyebarkan kabar bohong atau hoaks. Dan yang ditampilkan untuk menyerang paslon. Itu tujuan akun palsu itu ada. Dan setiap hari pasti ada ditemukan,” ucap Yaswar, kemarin.

Baca Juga :  Polisi Lakukan Pengamanan dan Patroli di Lokasi pembangunan KIPI

Dijelaskan, berita bohong yang disebarkan di media sosial melalui akun palsu dapat berdampak buruk pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena dari postingan tersebut memicu para pendukung untuk saling serang dengan tujuan membela.

Sehingga, hasil temuan Ditreskrimsus Polda Kaltara dikoordinasikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara. Hal itu dilakukan apakah unggahan akun palsu masuk pelanggaran pemilu atau tidak. Jika tidak akan dilanjutkan Unit Cyber atas pelanggaran UU ITE.

“Sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Karena, rata-rata akun palsu yang ditemukan dapat dikatakan provokator,” tegasnya.

Tindak lanjut dari penelusuran akun palsu yang dapat memicu gangguan kamtibmas di Kaltara dilakukan bersama Cyber Bareskrim Polri. Hasil penelusuran, penyelidikan diketahui akun palsu tersebut digunakan dari luar wilayah Kaltara.

Baca Juga :  Tak Kantongi Izin, Kampanye Dapat Dibubarkan

“Hasil penyelidikan akun tersebut digunakan tidak di wilayah hukum Polda Kaltara. Ternyata yang menggunakan akun palsu dari luar Kaltara. Ada yang terdeteksi di Kaltim dan pulau Jawa. Jadi memang hadir menjadi provokator,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat lebih selektif lagi ketika menerima informasi. Agar tidak mudah terpengaruh kemudian ikut membagikan di medsos. Langkah yang harus dilakukan memastikan sumber informasi yang diterima harus jelas dan memiliki kredibel.

“Jangan ikut membagikan informasi yang tidak jelas. Lebih baik dikonsumsi sendiri. Karena, tujuan akun palsu ini menjadi provokator saja. Jadi harus bijak menggunakan medsos,” pungkasnya. (akz/ana)

 

 

MENGANTISIPASI beredarnya hoaks atau berita bohong di media sosial (medsos), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara melakukan patroli siber. Hasilnya, ramai ditemukan akun palsu yang aktif berselancar di dunia maya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara Kombes Pol Thomas Panji Susbandaru melalui Ps Panit Cyber, Ditreskrimsus Polda Kaltara, Ipda Yaswar menyampaikan, patroli siber yang dilakukan menemukan akun palsu selama tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 berlangsung. Hadirnya akun palsu tersebut bertujuan untuk menyerang peserta pilkada atau pasangan calon (paslon).

“Rata-rata akun palsu yang ditemukan menyebarkan kabar bohong atau hoaks. Dan yang ditampilkan untuk menyerang paslon. Itu tujuan akun palsu itu ada. Dan setiap hari pasti ada ditemukan,” ucap Yaswar, kemarin.

Baca Juga :  Opsi Pengembangan Runway Masih Dibahas

Dijelaskan, berita bohong yang disebarkan di media sosial melalui akun palsu dapat berdampak buruk pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena dari postingan tersebut memicu para pendukung untuk saling serang dengan tujuan membela.

Sehingga, hasil temuan Ditreskrimsus Polda Kaltara dikoordinasikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara. Hal itu dilakukan apakah unggahan akun palsu masuk pelanggaran pemilu atau tidak. Jika tidak akan dilanjutkan Unit Cyber atas pelanggaran UU ITE.

“Sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Karena, rata-rata akun palsu yang ditemukan dapat dikatakan provokator,” tegasnya.

Tindak lanjut dari penelusuran akun palsu yang dapat memicu gangguan kamtibmas di Kaltara dilakukan bersama Cyber Bareskrim Polri. Hasil penelusuran, penyelidikan diketahui akun palsu tersebut digunakan dari luar wilayah Kaltara.

Baca Juga :  Pedagang Musiman Mulai Menjamur

“Hasil penyelidikan akun tersebut digunakan tidak di wilayah hukum Polda Kaltara. Ternyata yang menggunakan akun palsu dari luar Kaltara. Ada yang terdeteksi di Kaltim dan pulau Jawa. Jadi memang hadir menjadi provokator,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat lebih selektif lagi ketika menerima informasi. Agar tidak mudah terpengaruh kemudian ikut membagikan di medsos. Langkah yang harus dilakukan memastikan sumber informasi yang diterima harus jelas dan memiliki kredibel.

“Jangan ikut membagikan informasi yang tidak jelas. Lebih baik dikonsumsi sendiri. Karena, tujuan akun palsu ini menjadi provokator saja. Jadi harus bijak menggunakan medsos,” pungkasnya. (akz/ana)

 

 

Most Read

RSUD Sempat Dapat Rapor Merah

Undunsyah Istikamah di Jalur Parpol

Hasil SKD, Panselda Tunggu BKN

Artikel Terbaru

/