alexametrics
27.7 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Kapolda Kaltara Pesan Verifikasi Informasi Sebelum Disebarluaskan

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Pol Daniel Adityajaya didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat menerima kunjungan manajemen Radar Tarakan di Ruang Kerja Kapolda, Senin (30/5) lalu.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya menyambut baik kunjungan tersebut. Kepada Direktur Radar Tarakan, Arnoldus Payong Lewotobi dan jajaran, ia pun berharap sinergi Polri dengan media dapat terus ditingkatkan.

“Keberadaan media sangat penting akan tugas-tugas Polri. Kami sangat senang dengan kerja sama yang sudah ada. Kita tingkatkan ke depannya,” ujar Kapolda mengawali obrolan.

Khusus kepada media dalam fungsinya sebagai penyebar informasi, Kapolda berharap media dapat terus meningkatkan kualitas.

Baca Juga :  DPRD Akan Panggil Dua Investor Soal PLTA di Kaltara

Mutu informasi yang diterima masyarakat luas disajikan setelah melalui verifikasi seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

“Mungkin kita kerap berpacu dengan waktu yah, untuk menyajikan informasi. Di kepolisian juga demikian, dalam hal penanganan kasus tertentu. Maka perlu dilakukan verifikasi. Kepolisian tentu akan menyampaikan seputar pelayanan, tugas-tugasnya, dan sebagainya setelah dilakukan verifikasi,” papar Kapolda.

Sebagai pengetahuan, wartawan Indonesia wajib menaati 11 pasal dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Pada Pasal 3, disebutkan wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Penafsiran pasal ini yakni wartawan menguji informasi dengan melakukan check and recheck atau verifikasi tentang kebenaran informasi yang diterima.

Baca Juga :  Pengalihan Alur Sungai Buaya Jalan di Tempat

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda juga meminta agar Polri dan media meningkatkan kolaborasi sesuai tugas masing-masing, tidak hanya dalam hal penyebarluasan informasi.

“Kami sambut baik, program-program yang memang baik untuk masyarakat, kaitannya dengan tugas Polri,” tukas lulusan Akademi Kepolisian 1991 ini.

Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, peran kehumasan Polda selama ini banyak dibantu media.

Radar Tarakan menjadi bagian dari kerja sama itu sejak Polda dibentuk 9 Januari 2018 lalu. “Sinergi akan kita tingkatkan.

Hanya mungkin di kepolisian ada satker-satker tertentu, maka setiap informasi dibutuhkan verifikasi sebelum kita sampaikan ke publik. Sinergi program akan terus kita tingkatkan,” ujarnya. (lim)

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Pol Daniel Adityajaya didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat menerima kunjungan manajemen Radar Tarakan di Ruang Kerja Kapolda, Senin (30/5) lalu.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya menyambut baik kunjungan tersebut. Kepada Direktur Radar Tarakan, Arnoldus Payong Lewotobi dan jajaran, ia pun berharap sinergi Polri dengan media dapat terus ditingkatkan.

“Keberadaan media sangat penting akan tugas-tugas Polri. Kami sangat senang dengan kerja sama yang sudah ada. Kita tingkatkan ke depannya,” ujar Kapolda mengawali obrolan.

Khusus kepada media dalam fungsinya sebagai penyebar informasi, Kapolda berharap media dapat terus meningkatkan kualitas.

Baca Juga :  Wagub Terima Kunjungan Kehormatan Lantamal XIII

Mutu informasi yang diterima masyarakat luas disajikan setelah melalui verifikasi seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

“Mungkin kita kerap berpacu dengan waktu yah, untuk menyajikan informasi. Di kepolisian juga demikian, dalam hal penanganan kasus tertentu. Maka perlu dilakukan verifikasi. Kepolisian tentu akan menyampaikan seputar pelayanan, tugas-tugasnya, dan sebagainya setelah dilakukan verifikasi,” papar Kapolda.

Sebagai pengetahuan, wartawan Indonesia wajib menaati 11 pasal dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Pada Pasal 3, disebutkan wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Penafsiran pasal ini yakni wartawan menguji informasi dengan melakukan check and recheck atau verifikasi tentang kebenaran informasi yang diterima.

Baca Juga :  Percepatan KBM Tanjung Selor Didukung Inpres, Daerah Wajib...

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda juga meminta agar Polri dan media meningkatkan kolaborasi sesuai tugas masing-masing, tidak hanya dalam hal penyebarluasan informasi.

“Kami sambut baik, program-program yang memang baik untuk masyarakat, kaitannya dengan tugas Polri,” tukas lulusan Akademi Kepolisian 1991 ini.

Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, peran kehumasan Polda selama ini banyak dibantu media.

Radar Tarakan menjadi bagian dari kerja sama itu sejak Polda dibentuk 9 Januari 2018 lalu. “Sinergi akan kita tingkatkan.

Hanya mungkin di kepolisian ada satker-satker tertentu, maka setiap informasi dibutuhkan verifikasi sebelum kita sampaikan ke publik. Sinergi program akan terus kita tingkatkan,” ujarnya. (lim)

Most Read

Jalan Manunggal Akhirnya Miliki TPS

Polda Kaltara Patut Dicontoh

Tiga Pasar di Tarakan Disidak

Artikel Terbaru

/