alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Covid-19 Terus Naik, Pjs Gubernur Kaltara Minta Pengawasan Diperketat

TANJUNG SELOR – Pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) belakangan ini cukup tinggi. Senin (30/11), tercatat ada 21 kasus konfirmasi positif baru. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kaltara, Dr. Teguh Setyabudi mengatakan, terkait penanganan persoalan tingginya tingkat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara ini, itu tidak perlu melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Tapi dari sisi pengawasan itu yang harus lebih diperketat,” ujar Teguh kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (30/11).

Termasuk yang tak kalah pentingnya di sini adalah kedisiplinan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan, termasuk kesiapan pemerintah daerah mengenai seperti apa penyediaan ruang isolasi dan lain sebagainya.

Dikatakannya, tingginya peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Pada saat rapat dengan Forkopimda beberapa waktu lalu, pandemi Covid-19 ini menjadi isu utama yang kita bahas,” kata pria yang juga menjabat kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.

Tegus menyebutkan, tanpa mengabaikan kabupaten lainnya, saat ini pemerintah daerah masih fokus pada penanganan di Tarakan dan Bulungan. Karena dua daerah ini, terutama di Tarakan itu yang paling tinggi tingkat paparannya. “Tentu saja untuk menyikapi persoalan tingginya tambahan kasus di Tarakan ini, perlu adanya komunikasi yang baik antara Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan,” sebutnya.

Baca Juga :  Soal Umrah, Kemenag Tunggu Keputusan Arab Saudi

Khusus di Tarakan, itu perlu adanya pencermatan yang lebih dalam terkait pengawasan yang lebih ketat. Karena Tarakan ini merupakan kota transit di Kaltara dan perputaran ekonomi di Tarakan juga cukup tinggi.

Pastinya, Pemprov Kaltara melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara akan terus berupaya untuk menyikapi dan menangani persoalan bencana non alam ini.

 

DATA KASUS

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, 21 kasus konfirmasi positif baru itu dari Tarakan dengan rincian 2 orang laki-laki pelaku perjalanan dengan inisial NS (40) dan MS (57).

Kemudian, 6 orang dari klaster rumah sakit (RS) yang terdiri dari 2 laki-laki dengan inisial HD (31) dan ABA (35). Serta 4 perempuan dengan inisial RS (26), FTR (28), HN (28) dan RA (25). Lalu 6 transmisi lokal yang terdiri dari 5 laki-laki dengan inisial MNK (43), AD (60), AS (52), SF (37) dan AW (59), serta seorang perempuan berinisial DD (58).

Berikutnya 7 kontak erat dengan rincian 3 perempuan dengan inisial NF (17), SN (41), dan EES (27), serta 4 laki-laki dengan inisial TS (57), TSP (44), TN (20), dan AA (39).

“Dengan begitu, mana total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara naik menjadi 1.465 kasus,” katanya.

Sedangkan yang sembuh bertambah 31 orang, yang terdiri dari 25 orang di Tarakan, 4 orang di Bulungan, dan 2 orang di Nunukan. Untuk yang 25 orang di Tarakan itu terdiri dari 2 laki-laki dari transmisi lokal dengan inisial AS (34) dan DHS (38). Lalu 2 perempuan yang merupakan kontak erat dengan inisial EN (42) dan HJ (39).

Baca Juga :  Sungai Dangkal, Turap Jadi Korban

Kemudian 21 dari Klaster RS dengan rincian 7 laki-laki berinisial FJ (32), NA (57), BWN (40), AR (37), HP (40), AS (31) dan IRJ (30). Serta 14 perempuan dengan inisial EM (33), HM (43), RS (45), AK (43), TL (28), RT (30), RNI (42), AS (45), ES (42), WT (45), JR (38), RH (48), HR (33) dan JL (53).

Sedangkan yang 4 orang di Bulungan itu semuanya transmisi lokal dengan inisial AID (50) laki-laki, KSW (23) perempuan, ZH (44) laki-laki, dan AN (42) laki-laki. Terakhir 2 orang yang di Nunukan berinisial LN (35) perempuan yang merupakan kontak erat dan MG (24) perempuan yang merupakan transmisi lokal. “Tambahan itu membuat yang sembuh di Kaltara menjadi 993 orang dan yang meninggal dunia 18 orang,” sebutnya.

Sedangkan yang masih dirawat di Kaltara sebanyak 454 orang, dengan rincian 341 orang di Tarakan, 87 orang di Bulungan, 9 orang di Malinau, 7 orang di Tana Tidung, dan 10 orang di Nunukan. (radartarakan)

 

 

TANJUNG SELOR – Pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) belakangan ini cukup tinggi. Senin (30/11), tercatat ada 21 kasus konfirmasi positif baru. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kaltara, Dr. Teguh Setyabudi mengatakan, terkait penanganan persoalan tingginya tingkat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara ini, itu tidak perlu melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Tapi dari sisi pengawasan itu yang harus lebih diperketat,” ujar Teguh kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (30/11).

Termasuk yang tak kalah pentingnya di sini adalah kedisiplinan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan, termasuk kesiapan pemerintah daerah mengenai seperti apa penyediaan ruang isolasi dan lain sebagainya.

Dikatakannya, tingginya peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Pada saat rapat dengan Forkopimda beberapa waktu lalu, pandemi Covid-19 ini menjadi isu utama yang kita bahas,” kata pria yang juga menjabat kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.

Tegus menyebutkan, tanpa mengabaikan kabupaten lainnya, saat ini pemerintah daerah masih fokus pada penanganan di Tarakan dan Bulungan. Karena dua daerah ini, terutama di Tarakan itu yang paling tinggi tingkat paparannya. “Tentu saja untuk menyikapi persoalan tingginya tambahan kasus di Tarakan ini, perlu adanya komunikasi yang baik antara Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan,” sebutnya.

Baca Juga :  Bunyu Island Terlalu Perkasa bagi Polres Malinau

Khusus di Tarakan, itu perlu adanya pencermatan yang lebih dalam terkait pengawasan yang lebih ketat. Karena Tarakan ini merupakan kota transit di Kaltara dan perputaran ekonomi di Tarakan juga cukup tinggi.

Pastinya, Pemprov Kaltara melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara akan terus berupaya untuk menyikapi dan menangani persoalan bencana non alam ini.

 

DATA KASUS

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, 21 kasus konfirmasi positif baru itu dari Tarakan dengan rincian 2 orang laki-laki pelaku perjalanan dengan inisial NS (40) dan MS (57).

Kemudian, 6 orang dari klaster rumah sakit (RS) yang terdiri dari 2 laki-laki dengan inisial HD (31) dan ABA (35). Serta 4 perempuan dengan inisial RS (26), FTR (28), HN (28) dan RA (25). Lalu 6 transmisi lokal yang terdiri dari 5 laki-laki dengan inisial MNK (43), AD (60), AS (52), SF (37) dan AW (59), serta seorang perempuan berinisial DD (58).

Berikutnya 7 kontak erat dengan rincian 3 perempuan dengan inisial NF (17), SN (41), dan EES (27), serta 4 laki-laki dengan inisial TS (57), TSP (44), TN (20), dan AA (39).

“Dengan begitu, mana total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara naik menjadi 1.465 kasus,” katanya.

Sedangkan yang sembuh bertambah 31 orang, yang terdiri dari 25 orang di Tarakan, 4 orang di Bulungan, dan 2 orang di Nunukan. Untuk yang 25 orang di Tarakan itu terdiri dari 2 laki-laki dari transmisi lokal dengan inisial AS (34) dan DHS (38). Lalu 2 perempuan yang merupakan kontak erat dengan inisial EN (42) dan HJ (39).

Baca Juga :  Gempa 4,7 Guncang Tanjung Selor

Kemudian 21 dari Klaster RS dengan rincian 7 laki-laki berinisial FJ (32), NA (57), BWN (40), AR (37), HP (40), AS (31) dan IRJ (30). Serta 14 perempuan dengan inisial EM (33), HM (43), RS (45), AK (43), TL (28), RT (30), RNI (42), AS (45), ES (42), WT (45), JR (38), RH (48), HR (33) dan JL (53).

Sedangkan yang 4 orang di Bulungan itu semuanya transmisi lokal dengan inisial AID (50) laki-laki, KSW (23) perempuan, ZH (44) laki-laki, dan AN (42) laki-laki. Terakhir 2 orang yang di Nunukan berinisial LN (35) perempuan yang merupakan kontak erat dan MG (24) perempuan yang merupakan transmisi lokal. “Tambahan itu membuat yang sembuh di Kaltara menjadi 993 orang dan yang meninggal dunia 18 orang,” sebutnya.

Sedangkan yang masih dirawat di Kaltara sebanyak 454 orang, dengan rincian 341 orang di Tarakan, 87 orang di Bulungan, 9 orang di Malinau, 7 orang di Tana Tidung, dan 10 orang di Nunukan. (radartarakan)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/