Kepala DPPPAPPKB Bulungan, Hj. Andriana menegaskan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung percepatan penurunan stunting di daerah. “Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para pengelola dan kader memiliki pemahaman serta keterampilan yang memadai dalam mendampingi keluarga, khususnya dalam pencegahan stunting,” kata Andriana kepada Radar Kaltara, Selasa (17/3).
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah optimalisasi program bina keluarga balita eliminasi masalah anak stunting (BKB Emas), yang merupakan program unggulan dari BKKBN.
“Program BKB Emas ini menitikberatkan pada penguatan peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting,” jelasnya.
Dalam implementasinya, program tersebut mencakup edukasi pola asuh bagi orang tua balita usia 0–5 tahun agar mampu memberikan pengasuhan yang tepat dan berkualitas.
“Kami mendorong orang tua untuk memahami pentingnya pola asuh yang baik sebagai fondasi tumbuh kembang anak,” katanya.
Selain itu, peserta juga dibekali dengan metode stimulasi fisik dan mental anak serta teknik pemantauan gizi secara berkala guna memastikan perkembangan anak berjalan optimal.
“Stimulasi dan pemantauan ini penting agar tumbuh kembang anak dapat terpantau secara menyeluruh,” ujarnya.
Peran kader di lapangan juga menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini. DPPPAPPKB menekankan penguatan kapasitas kader dalam melakukan penyuluhan serta kunjungan rumah kepada keluarga sasaran. “Kader harus aktif melakukan pendampingan langsung agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Melalui langkah preventif ini, Pemda Bulungan berharap upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Harapan kami, program ini mampu melahirkan generasi emas Bulungan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting melalui pembinaan keluarga yang terukur dan berkelanjutan,” imbuhnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim