Dirlantas Polda Kaltara, Kombes Pol Mohamad Syarhan mengatakan, survei ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar jalur mudik aman, laik jalan dan potensi kecelakaan bisa diminimalisir.
"Survei ini dipusatkan di simpang km 2 Poros Bulungan, Tana Tidung dan Malinau," kata Syarhan kepada Radar Kaltara, Jumat (6/3).
Survei, sambung Syarhan, dilakukan untuk memastikan jalur mudik aman dan semua instansi dapat menindaklanjuti temuan di lapangan. "Dalam kegiatan tersebut, tim menemukan sejumlah titik rawan kecelakaan dan kerusakan infrastruktur," ungkapnya.
Diantaranya, km 24 dan km 27 terdapat longsor serta bekas kecelakaan truk sawit overload. Jembatan Sejelai 2 di Sekatak jalan berlubang sebelum jembatan Sekatak Buji mengalami jalan patah amblas. Sei Tabarau 2 (Tana Tidung) tidak memiliki pembatas jembatan pada tikungan menanjak. Jembatan Tana Tidung mengalami longsor dengan solusi sementara pemasangan police line dan Jembatan Sei Rongkang memiliki tikungan tajam yang rawan kecelakaan.
“Temuan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan pengendara,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Kaltara bersama instansi terkait memberikan sejumlah rekomendasi. “Kami mengusulkan penimbunan jalan, pemasangan water barrier, pemasangan police line dan sosialisasi kepada perusahaan angkutan sawit agar mematuhi aturan muatan,” bebernya.
Ia menekankan, partisipasi masyarakat dan pihak swasta sangat penting. “Kami mengimbau perusahaan angkutan sawit dan masyarakat umum untuk mematuhi aturan agar keselamatan pengguna jalan lain tetap terjaga,” katanya.
Kegiatan survey ini merupakan bagian dari komitmen 5 pilar keselamatan lalu lintas Polda Kaltara, yang tidak hanya menekankan kondisi fisik jalan, tetapi juga disiplin pengguna jalan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami, terutama saat arus mudik dan aktivitas tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya.
DISHUB TANA TIDUNG
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait.
“Dalam kegiatan survei laik jalan ini hadir beberapa instansi, di antaranya BPTD, BPJN, PUPR, Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan Provinsi dan kabupaten,” ujar Arief, didampingi Kepala Seksi Angkutan dan Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Jumat (6/3).
Menurutnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung dalam kegiatan ini hanya berperan mendampingi tim gabungan. “Dishub Tana Tidung hanya mendampingi kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda Kalimantan Utara,” jelasnya.
Tim gabungan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik di jalur perbatasan untuk melihat kondisi jalan serta kelengkapan perlengkapan keselamatan lalu lintas.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan berbagai potensi gangguan keselamatan di jalan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran.
Arief mengatakan kelengkapan perlengkapan jalan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, hingga perangkat pengamanan sangat penting untuk menunjang keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pemerintah provinsi agar perlengkapan jalan di sepanjang jalur tersebut dapat dilengkapi. “Kami sudah beberapa kali menyampaikan ke pihak provinsi, termasuk ke dinas terkait, agar perlengkapan jalan di sepanjang jalur jalan nasional sampai perbatasan Sekatak bisa dipenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih minimnya rambu dan perlengkapan keselamatan jalan membuat sejumlah titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan gelap dan jarak pandang terbatas.
Beberapa lokasi bahkan disebut kerap terjadi kecelakaan karena pengendara tidak mengetahui adanya tikungan tajam di Kujau, Kecamatan Betayau. “Beberapa kejadian kecelakaan terjadi karena pengendara tidak tahu ada tikungan atau kondisi jalan tertentu, apalagi kalau malam hari. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami, namun kewenangannya bukan pada kami,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan perlengkapan jalan tersebut.
Terlebih jalur tersebut tidak hanya digunakan masyarakat Tana Tidung, tetapi juga pengguna jalan dari lintas kabupaten hingga provinsi.
“Pengguna jalan bukan hanya masyarakat kita, tapi juga dari luar daerah. Jadi perlengkapan keselamatan jalan sangat penting,” katanya.
Dengan adanya rencana pemasangan rambu serta lengkapan lainnya udao survei tersebut, Dishub Tana Tidung mengapresiasi langkah tersebut. “Tapi jangan hanya saat menjelang Lebaran saja. Kami berharap titik-titik rawan kecelakaan juga mendapat perhatian,” ujarnya.
Dari hasil survei lapangan, selain tikungan Kujau, beberapa titik jalan di Betayau dan Rongkang juga mendapat perhatian.
“Jalan-jalan yang rawan longsor atau amblas juga menjadi perhatian. Salah satunya dengan pembuatan gorong-gorong. Tapi membutuhkan waktu lama berbulan bulan, kalau yang lainnya dilakukan pemasangan sebelum Lebaran,” bebernya. (jai/ana/lim)
Editor : Azward Halim