Pada kondisi November 2025, TPT Kaltara turun 0,02 persen poin. Adapun TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan bahwa hasil survei angkatan kerja nasional (sakernas) November 2025, TPT Kaltara sebesar 3,83 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar tiga atau empat orang penganggur.
Menurut jenis kelamin, TPT laki-laki di Kaltara pada November 2025 sebesar 4,27 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang hanya 3,10 persen.
"TPT laki-laki November 2025 mengalami kenaikan 0,73 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami penurunan 1,31 persen poin jika dibandingkan kondisi Agustus 2025," ujar Mustaqim kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.
Jika dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 4,76 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan yang tercatat 2,22 persen.
Dibandingkan kondisi pada Agustus 2025, TPT perkotaan naik 0,06 persen poin dan pedesaan turun 0,12 persen poin.
Sedangkan menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, TPT dari tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yakni sebesar 9,28 persen. "Sementara TPT yang paling rendah adalah mereka dengan pendidikan sekolah dasar (SD) yang tercatat sebesar 1,55 persen," sebutnya.
Dibandingkan Agustus 2025,TPT kategori pendidikan yang mengalami kenaikan adalah SMK sebesar 3,27 persen poin dan SMA sebesar 1,27 persen poin. "Sedangkan perguruan tinggi turun -2,20 persen poin, SMP -1,53 persen poin dan SD di bawah -0,01 persen poin," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim