Berdasarkan data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, terpasang jaringan listrik terhadap 1.787 rumah tangga prasejahtera melalui program bantuan pasang baru listrik (BPBL) pada tahun 2025.
Program ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan mengatakan bahwa dari total pemasangan listrik ini, 271 rumah tangga dibiayai melalui APBD Kaltara dengan sebaran di empat kabupaten/kota.
"Sebarannya itu di Bulungan 62 rumah tangga, di Nunukan 73 rumah tangga, di Tana Tidung 63 rumah Tangga dan di Tarakan 73 rumah tangga," ujar Yosua saat dikonfirmasi, Selasa (17/2).
Sementara sisanya sebanyak 1.516 rumah tangga didanai melalui APBN dengan sebaran yang terbanyak di Malinau sebanyak 570 rumah tangga. Kemudian disusul Bulungan 454 rumah tangga, Nunukan 344 rumah tangga dan terakhir Tarakan 148 rumah tangga.
Meski demikian, saat ini masih ada sejumlah wilayah di provinsi ke-34 Indonesia ini yang belum teraliri jaringan listrik. Untuk itu, koordinasi secara intens terus dilakukan pemerintah dengan PLN.
Hal ini penting dalam rangka mendorong PLN untuk melakukan perluasan jaringan listrik hingga ke daerah-daerah yang belum teraliri listrik.
"Kita terus melakukan upaya dengan harapan ke depan cakupan layanan listrik di Kaltara dapat lebih merata dirasakan masyarakat," tuturnya.
Pastinya, Pemprov Kaltara terus optimistis ke depannya pemerataan akses listrik akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah berkomitmen untuk dapat memastikan masyarakat di Kaltara bisa mendapatkan akses listrik yang layak dan merata," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim