Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Disperta Bulungan Dorong Legalitas dan Benih Unggul Perkebunan Sawit

Fijai RT • Selasa, 3 Februari 2026 | 05:11 WIB

PERKEBUNAN: Tandan buah segar kelapa sawit di salah satu perusahaan di Bulungan
PERKEBUNAN: Tandan buah segar kelapa sawit di salah satu perusahaan di Bulungan
TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan terus mendorong perbaikan tata kelola usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi surat tanda daftar budidaya (STDB) dan penggunaan benih unggul kelapa sawit dari produsen resmi bagi para pekebun.

Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada pekebun terkait pentingnya legalitas usaha perkebunan serta penggunaan benih unggul bersertifikat.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk meningkatkan kesadaran pekebun akan pentingnya legalitas usaha melalui STDB, sekaligus mendorong penggunaan benih unggul dari produsen resmi,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Senin (2/2).

Menurutnya, kepemilikan STDB menjadi dasar penting dalam tata kelola perkebunan sawit yang tertib administrasi dan berkelanjutan.
“STDB bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi identitas usaha pekebun yang memberikan kepastian hukum dan akses terhadap berbagai program pembinaan pemerintah,” ungkapnya.

Selain aspek legalitas, Kristiyanto menegaskan penggunaan benih unggul bersertifikat menjadi kunci peningkatan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan sawit.
“Benih unggul akan berdampak langsung pada produktivitas, mutu hasil panen, serta kesejahteraan pekebun dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan teknis terkait prosedur pendaftaran STDB, manfaat yang diperoleh pekebun, serta ciri-ciri benih unggul kelapa sawit yang sesuai standar dan berasal dari produsen resmi.
“Kami juga menekankan pentingnya mengenali benih bersertifikat agar pekebun tidak dirugikan oleh peredaran benih ilegal yang dapat menurunkan hasil produksi,” tegasnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, para pekebun semakin memahami pentingnya administrasi usaha perkebunan dan penggunaan benih berkualitas sebagai fondasi pengembangan sawit yang berdaya saing.
“Kami berharap kesadaran pekebun semakin meningkat sehingga perkebunan kelapa sawit di Bulungan dapat dikelola secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim