Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Gandeng IPB, Cetak Petani Milenial, Bulungan Kembangkan Kawasan Terintegrasi di Peso

Fijai RT • Minggu, 25 Januari 2026 | 20:45 WIB

RAPAT: Bupati didampingi Sekda Bulungan memimpin rapat dengan IPB.
RAPAT: Bupati didampingi Sekda Bulungan memimpin rapat dengan IPB.
TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Tani Nelayan Center untuk memperkuat pembangunan kawasan terintegrasi berbasis pertanian, perkebunan dan perikanan.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, kerja sama itu telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antar Pemda Bulungan dan Rektor IPB. Salah satu fokus utama dalam MoU tersebut adalah penguatan pembangunan kawasan terintegrasi.
“Dalam MoU ini, salah satunya adalah penguatan pembangunan kawasan terintegrasi atau kawasan cepat tumbuh,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (25/1).

Sebagai pilot project awal, Pemda Bulungan menetapkan Desa Long Buang, Kecamatan Peso, Bulungan sebagai lokasi pengembangan kawasan terintegrasi.
“Untuk pilot project awal, kita tetapkan Desa Long Buang,” ungkapnya.

Di kawasan tersebut, Pemda Bulungan akan mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan dalam satu sistem pengembangan terpadu. Menurutnya, kawasan terintegrasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat desa.
“Dengan adanya kawasan terintegrasi ini, akan menjadi pusat pembelajaran,” ungkapnya.

Meskipun sejumlah desa di Bulungan telah memiliki rumah belajar desa, namun untuk wilayah Peso kegiatan pembelajaran lapangan akan dimulai secara terstruktur pada April hingga Agustus mendatang. Proses pembelajaran akan melibatkan 10 desa di Peso.
“Dari 10 desa di Peso, minimal satu desa mengirim tiga orang untuk mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

Selain menggandeng IPB, Pemda Bulungan juga menjalin kerja sama dengan Universitas Kaltara (Unikaltar), khususnya dalam melibatkan mahasiswa yang berasal dari wilayah Peso.
“Kami juga bekerja sama dengan Universitas Kaltara, khususnya mahasiswa yang berasal dari desa di Peso,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemda Bulungan mendorong generasi muda untuk tidak hanya belajar teknis budidaya, tetapi juga memahami analisis usaha di sektor pertanian dalam arti luas. Ia berharap, generasi muda di 10 desa di Peso mampu memetakan peluang usaha di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan secara berkelanjutan.
“Kita harapkan generasi muda bisa memetakan peluang usaha di bidang pertanian, termasuk perkebunan dan perikanan,” harapnya.

Syarwani optimistis, melalui kerja sama ini Bulungan dapat melahirkan petani milenial yang nantinya menjadi percontohan bagi kecamatan lain di daerah.
“Dengan kerja sama ini, kita harapkan lahir petani milenial yang menjadi pilot project bagi kecamatan lain di Bulungan,” ujarnya.

Ke depan, program ini juga akan diintegrasikan dengan integrated area development (IAD) Lanskap Kayan, yang membentang dari Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan hingga Long Buang. Khusus untuk sektor perikanan, Syarwani menegaskan telah menginstruksikan agar fokus pada budidaya ikan endemik sebagai bagian dari penguatan potensi lokal.
“Untuk perikanan, saya sudah instruksikan agar membudidayakan ikan endemik,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim