TANJUNG SELOR – Pembangunan manusia di Bulungan menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 meningkat menjadi 74,53, naik rerata 0,82 persen per tahun sejak 2020.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, seluruh dimensi penyusun IPM mengalami perbaikan signifikan.
“Selama 2020–2025, IPM Kabupaten Bulungan terus mengalami kemajuan. Nilainya naik dari 71,56 menjadi 74,53 pada 2025,” kata Yuda kepad Radar Kaltara, Selasa (2/12).
Dijelaskan, peningkatan IPM pada 2025 didorong oleh membaiknya tiga dimensi utama, termasuk Umur Harapan Hidup (UHH), yang naik 0,16 persen.
“UHH pada 2025 mencapai 73,99 tahun. Naik 0,12 tahun dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Dalam periode 2020–2025, UHH tercatat meningkat 0,31 tahun, atau rata-rata 0,06 tahun per tahun. Dimensi pengetahuan pun mengalami kemajuan.
Harapan Lama Sekolah (HLS) pada 2025 mencapai 13,26 tahun, tumbuh tipis 0,08 persen, sementara Rerata Lama Sekolah (RLS) naik signifikan menjadi 9,42 tahun, atau meningkat 2,06 persen dalam setahun.
“Selama lima tahun terakhir, RLS meningkat 0,48 tahun. Rata-ratanya naik 1,05 persen per tahun,” jelasnya.
Indikator ketiga IPM, yaitu pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan, juga menunjukkan kenaikan kuat. Pada 2025, angkanya mencapai Rp 10,99 juta, naik Rp 416 ribu atau 3,93 persen dari tahun sebelumnya.
“Selama periode 2020–2025, pengeluaran riil per kapita meningkat Rp 1,88 juta. Rata-rata kenaikannya 3,81 persen per tahun,” ungkapnya.
Mulai 2024, BPS menetapkan IPM untuk 38 provinsi. Khusus Kalimantan Utara, IPM 2025 berada pada kategori tinggi atau berada pada rentang 70–79.
Empat daerah di Kaltara tercatat masuk kategori tersebut, yakni Tarakan (78,62), Malinau (75,21), Bulungan (74,53) dan Tana Tidung (71,86).
"Nunukan masih berada pada kategori sedang dengan IPM 69,87," ujarnya.
Meski demikian, Yuda menyebut masih ada pekerjaan rumah untuk menjaga kualitas pembangunan manusia secara merata di seluruh wilayah.
“Kita akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan data agar arah kebijakan pembangunan semakin tepat sasaran,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim