Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Transportasi Pemicu Tertinggi Inflasi

Azwar Halim • Sabtu, 2 Desember 2023 | 07:28 WIB
IWAN K/RADAR KALTARA  INFLASI: Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai saat menyampaikan kondisi IHK Kaltara pada November 2023 di Tanjung Selor, Jumat (1/12).
IWAN K/RADAR KALTARA INFLASI: Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai saat menyampaikan kondisi IHK Kaltara pada November 2023 di Tanjung Selor, Jumat (1/12).
TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali merilis hasil ‘peneropongan’ perkembangan indeks harga konsumen (IHK) periode November 2023 di dua kota di Kaltara, yakni Tarakan dan Tanjung Selor.

Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai mengatakan, berdasarkan hasil ‘peneropongan’ tersebut, pihaknya mencatat harga barang atau jasa di Kaltara (gabungan Kota Tarakan dan Tanjung Selor) mengalami inflasi 0,33 persen secara bulanan (mtm).

“Catatan dari BPS, terjadi perubahan indeks harga konsumen dari 114,37 pada Oktober 2023 menjadi 114,75 pada November 2023,” ujar Mas’ud kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Jumat (1/12).

Mas’ud membeberkan, pemicu atau pengaruh inflasi tertinggi secara bulanan di Kaltara adalah kelompok transportasi sebesar 1,51 persen. Kemudian disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,98 persen, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,29 persen.

Jika lebih diperinci, lima jenis barang atau jasa penyumbang tertinggi inflasi bulanan di Kaltara meliputi angkutan udara 0,22 persen, cabai rawit 0,14 persen, emas perhiasan 0,07 persen, beras 0,06 persen, serta cabai merah 0,03 persen.

“Memang dari pantauan kita itu di akhir tahun biasa angkutan udara itu tinggi, karena ada yang liburan, pulang kampung dan melakukan aktivitas lain sebagainya,” kata Mas’ud.

Sedangkan untuk inflasi tahun kalender (ytd) tercatat sebesar 1,93 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) tercatat sebesar 2,45 persen. Adapun lima jenis barang atau jasa penyumbang tertinggi inflasi tahunan di Kaltara meliputi beras 0,54 persen, angkutan udara 0,54 persen, emas perhiasan 0,25 persen, daging ayam ras 0,20 persen, serta cabai rawit sebesar 0,15 persen.

Mas’ud juga menyebutkan bahwa dari 90 kota pantauan IHK secara nasional pada November 2023 itu, tercatat inflasi tahunan tertinggi di Kota Tanjung Pandan sebesar 5,89 persen, lalu Kota Sumenep 5,51 persen dan Kota Merauke 5,25 persen.

“Sedangkan untuk di Pulau Kalimantan, dari 12 kota pantauan IKH-nya itu, Tanjung Selor berada di urutan kedua terbawah dengan inflasi tahunan 1,95 persen dan Kota Tarakan di urutan kelima tertinggi dengan inflasi tahunan 2,58 persen,” sebutnya.

Untuk diketahui, sebelum mengalami inflasi secara bulanan pada November 2023 ini, BPS Kaltara mencatat perkembangan IHK Kaltara secara bulanan mengalami deflasi secara berturut-turut selama tiga bulan terakhir, yakni Agustus-Oktober 2023. (iwk/har)

 

  Editor : Azwar Halim
#kaltara #tanjung selor #bulungan