Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lestarikan Tradisi Biduk Bebandung, Pemkab Bulungan : Ini Warisan Budaya Kesultanan Bulungan

Azwar Halim • Kamis, 12 Oktober 2023 | 10:45 WIB
BIDUK BEBANDUNG: Pemkab Bulungan kembali menggelar tradisi Biduk Bebandung  untuk melestarikan budaya daerah.
BIDUK BEBANDUNG: Pemkab Bulungan kembali menggelar tradisi Biduk Bebandung untuk melestarikan budaya daerah.
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan kembali menggelar tradisi Biduk Bebandung untuk memeriahkan HUT ke-233 Kota Tanjung Selor dan ke-63 Kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, Biduk Bebandung bukan sesuatu yang baru. Tradisi ini merupakan warisan Kesultanan Bulungan dalam penyambutan tamu kehormatan.

“Tradisi ini terus kita lestarikan setiap momentum HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (11/10).

Diharapkan, kedepan tradisi ini dapat terus dilaksanakan oleh pemimpin daerah. Sehingga, Biduk Bebandung dapat terus lestari.

”Pemerintah daerah terus berupaya menjaga serta melestarikan warisan tradisi budaya Biduk Bebandung, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kami kepada para pemimpin terdahulu serta untuk mengenalkan tradisi ini kepada generasi muda,” ungkapnya.

Tahun ini, sambung Syarwani, ada nuansa yang berbeda jika dibandingkan tahun sebelumnya.Sebab, tahun ini pelaksanaan HUT difokuskan di Festival Sungai Kayan.

“Kalau tahun sebelumnya fokus untuk memberdayakan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan,  untuk Festival Sungai Kayan, diharapkan bisa menjadi ikon daerah. Untuk itu, Pemda Bulungan mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk Festival Sungai Kayan masuk kalender wisata.

“Jadi, setiap tahun Festival Sungai Kayan bisa diselenggarakan. Usulan sudah kita sampaikan ke Kemenparekraf,” bebernya.

Namun demikian, ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi sebelum masuk kalender wisata. “Festival Sungai Kayan yang kita selenggarakan setiap tahun ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk merawat dan menjaga Sungai Kayan sebagai alat pemersatu bagi seluruh warga masyarakat Bulungan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Festival Sungai Kayan menjadi salah satu cara melestarikan kearifan lokal masyarakat Bulungan.

“Kita di jajaran pemerintah daerah wajib meneruskan pondasi yang telah diletakkan pemimpin terdahulu yang membangun Bulungan sehingga kita dapat menikmati hasil-hasil pembangunan di Bulungan sampai sekarang,” pungkasnya. (jai/har) Editor : Azwar Halim
#kaltara #tanjung selor #bulungan