Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembangunan PLTA Sungai Kayan Molor dari Target

Muhammad Erwinsyah • Rabu, 19 Agustus 2020 | 13:31 WIB
pembangunan-plta-sungai-kayan-molor-dari-target
pembangunan-plta-sungai-kayan-molor-dari-target

TANJUNG SELOR - Pembangunan proyek bendungan satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, dipastikan molor dari target awal oleh investor.


Wakil Bupati (Wabup) Bulungan Ingkong Ala berharap adanya kesungguhan dari investor untuk segera merealisasikan pembangunan PLTA tersebut. “Untuk infrastruktur jalan dari Tanjung Selor sampai ke PLTA, pemerintah akan terus berupaya supaya bisa dibangun melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara, Selasa (18/8).


Dengan kondisi keuangan daerah yang masih relatif minim tentu masih sulit untuk bisa mengakomodasi infrastruktur tersebut. Oleh karenanya, infrastruktur ini terus didorong ke pusat supaya bisa dibangun melalui APBN. “Pembangunan infrastruktur jalan ini juga akan mendorong progres PLTA,” ungkapnya.



BELUM TEREALISASI: Tampak desain bangunan PLTA Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Pembangunan bendungan PLTA molor dari terget awal./RADAR KALTARA


Apalagi sampai saat ini pembangunan fisik masih molor dari target awal yang tahun ini targetnya sudah mulai. “Kalau terkait perizinan sebenarnya sudah tidak ada masalah, karena perizinan sudah terbit,” ujarnya.


Dalam hal ini pihaknya mengaku memahami hal tersebut, apalagi dokumen yang disiapkan banyak ditambah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini pembangunan akhirnya molor. “Tetapi kami tetap meminta kepada pihak investor untuk tetap berkomitmen,” bebernya.


Termasuk berkomitmen terhadap dua desa yang terdampak akibat pembangunan PLTA. Karena sesuai informasi ada dua desa yang akan direlokasi. Yakni,  Desa Long Lejuh dan Desa Long Peleban, Kecamatan Peso. “Nah, terkait relokasi ini juga kita minta investor berkomitmen,” ungkapnya.


Sementara itu, Asisten II Sekretariat Kabupaten (Sekkab)  Bulungan Hamdani menuturkan, terkait pembebasan lahan, sesuai laporan dari investor sudah dilakukan. Bahkan warga dari dua desa yang akan direlokasi sudah menyetujui jika nantinya dipindahkan ke tempat baru. “Kita juga sudah melakukan rapat dengan investor terkait itu,” bebernya.


Untuk pembangunan fisik sampai saat ini masih dalam persiapan. Hamdani pun mengungkapkan jika proses pembangunan ini tidak semudah yang dibayangkan karena butuh proses panjang. “Sekarang begini, kalau mau memecahkan batu otomatis bahan peledak lagi yang harus dipikirkan,” sebutnya.


Nah, untuk bisa membangun gudang bahan peledak itu juga tidak bisa serta-merta dibangun. Ada persyaratan dan harus sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Belum lagi bahan material. Jadi, pembangunan itu tidak bisa cepat. Butuh proses panjang sampai akhirnya bisa dibangun,” jelasnya. (*/jai/ash)


 

Editor : Muhammad Erwinsyah