TANJUNG SELOR – Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor tutup atau tidak melayani penyeberangan ke Tarakan atau daerah lainnya pada Senin (1/1). Hal itu membuat semua armada speedboat tidak beroperasi selama sehari sebagai bentuk peringatan atas kecelakaan laut yang terjadi di Sungai Kayan tepat setahun lalu, 1 Januari 2018.
Robi (31), warga Tanjung Palas yang ingin berangkat ke Tarakan kemarin pagi terpaksa menunda keberangkatannya. Namun demikian, ia mengaku tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan para pemilik speedboat yang sepakat tidak beroperasi selama satu hari itu. "Ini saya mau coba cek ke Kulteka (dermaga sppedboat kecil), semoga di sana ada yang berangkat, karena saya lagi ada urusan di Tarakan hari ini," ujar Robi kepada Radar Kaltara saat ditemui di Pelabuhan Kayan II kemarin (1/1).
Nona (25), warga Nunukan yang juga ditemui di Pelabuhan Kayan II kemarin mengaku menunda keberangkatannya ke Tarakan kemarin. Sebab, ia mengaku tidak berani ikut speedboat yang berangkat dari Kulteka. Alasannya, takut ombak besar karena ia tidak tahu berenang. "Kalau saya tahu berenang mungkin saya berani saja. Ini saya tidak tahu (berenang). Saya juga tidak terlalu buru-buru, Cuma mau pulang kampung saja, kemarin dari rumah saudara," akunya.
Ia mengaku mendukung apa yang dilakukan para pemilik speedboat itu. Karena selain memperingati musibah terbaliknya speedboat yang menelan korban jiwa pada 1 Januari 2018, secara tidak langsung juga untuk menghindari hal yang tak diinginkan terjadi di awal tahun seperti tahun lalu.
Sementara itu, Kepala Pos Pelabuhan Kayan II UPP Kelas III Tanjung Selor, Mulyono mengatakan, tidak adanya pelayanan penyebrangan di pelabuhan ini merupakan kebijakan para owner dan nakhoda speedboat. Namun, dari UPL tetap terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menggunakan jasa transportasi laut dan sungai ini. "Ini murni permintaan dari owner. Tapi ini hanya sehari, besok (hari ini) tetap kembali beroperasi seperti hari-hari biasanya," kata Mulyono.
Untuk memastikan keamanan keberangkatan pada transportasi air, pihaknya tetap melakukan pengawasan di tempat lain seperti dermaga Kulteka agar aktivitas pelayanan dapat tetap berjalan sesuai dengan yang diharapkan. "Kami (UPP) bersama dengan tim operasi lilin melakukan pengawasan secara rutin. Kami berharap pemberi jasa angkutan umum ini dapat lebih teliti dan mengutamakan keselamatan penumpangnya," tutur Mulyono.
Adapun, aktivitas pelayanan transportasi air di Kalimantan Utara (Kaltara) berjalan dengan baik dan aman seperti yang diharapkan. Tentu hal itu tidak terlepas dari dukungan dari masyarakat, dalam hal ini penumpang untuk memperhatikan larangan dan ketentuan yang berlaku. (iwk/ash)
Editor : Azwar Halim