Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bandara Wajib Miliki X-ray

Azwar Halim • Senin, 23 Juli 2018 | 14:20 WIB
bandara-wajib-miliki-x-ray
bandara-wajib-miliki-x-ray

TANJUNG SELOR - Bukan hanya jalur laut maupun jalur ilegal di perbatasan yang menjadi perhatian Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltara dalam menekan peredaran gelap narkotika. Jalur udara pun demikian, namun sejauh ini ada sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi, khususnya di Bandara Nunukan.


Dikatakan Direktur Reskoba Polda Kaltara, Kombes Pol Adi Affandi, Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan. Sejumlah wilayahnya memiliki posisi yang berhadapan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Kondisi tersebut membuat Nunukan dimungkinkan menjadi jalur empuk penyelundupan narkotika.


“Tak hanya jalur tikus, baik itu darat maupun perairan yang perlu kita waspadai, jalur udara pun demikian. Terlebih bandara yang ada di Nunukan belum dilengkapi dengan fasilitas X-ray,” ucapnya belum lama ini.


Lanjut dikatakan pria yang sebelumnya menjabat Wadir Reskoba Polda Kepulauan Bangka Belitung ini, dalam aplikasinya X-ray tentu sangat berguna untuk mendeteksi barang bawaan penumpang. Jika terdeteksi barang-barang yang mencurigakan, khususnya narkoba maka akan mempermudah pencegahan berikut dengan pengungkapan kasusnya.


“Sebagaimana pengalaman yang ada sebelumnya, seperti halnya di Bandara Tarakan, berkat X-ray seorang penumpang kedapatan membawa narkoba lalu diamankan,” sebutnya.


Untuk itulah kata dia, dirinya sangat berharap agar Bandara Nunukan bisa dilengkapi fasilitas X-ray, terlebih aktivitas penerbangan di bandara tersebut juga cukup terlihat. “Baik itu dari pemerintah atau bahkan dari Mabes Polri, kami sangat berharap bisa disediakan,” sebutnya.


Sebab, jika melihat tingginya aktivitas yang ada di bandara, jika tanpa disertai fasilitas yang memadai maka bukan tidak mungkin dapat dimanfaatkan oleh oknum pelaku kejahatan. “Utamanya masalah narkoba, saat ini masalah inilah yang kerap mendera kita. Sebab para pelakunya juga sudah semakin pintar dalam melancarkan aksinya,” sebutnya.


Hal tersebut juga akan lebih banyak membantu pihaknya dalam pengungkapan kasus di tengah keterbatasan personel yang dimiliki oleh pihaknya. Sebab dengan jumlah personel yang ada saat ini belum dapat dimobilisasi ke sejumlah daerah-daerah yang rawan penyeludupan.


“Sejauh ini baru ada 12 orang personel Ditresnarkoba, belum ada perwiranya. Untuk Polda tipe B sesuai DSPP (Daftar Susunan Personel Polri) seharusnya sebanyak 125 orang, tapi ini perlahanlah dilengkapi,” sebutnya.


Saat ini kata dia, meski kekurangan personel, pihaknya berupaya untuk menanam jaringan sebanyak-banyaknya dengan melibatkan semua unsur. Dimulai dari masyarakat sipil. Hal ini untuk bisa membantu pihaknya dalam mengungkap kasus narkoba di Kaltara. “Kami tentu berharap masyarakat bersama kami saling bersinergi, demikian juga dengan pihak lainnya,” harapnya.


Awal Mei lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) akan memasang fasilitas penunjang berupa alat X-ray di Bandara Nunukan. Melalui APBD Kaltara 2018, Dishub menyiapkan anggaran Rp 1,3 miliar untuk pengadaan alat detektor pendeteksi secara visual terhadap barang bawaan calon penumpang pesawat udara tersebut.


Kepala Dishub Kaltara Taupan Madjid melalui Kabid Perhubungan Udara Andi Nasuha menuturkan, pengadaan X-ray tersebut bukan hanya bertujuan peningkatan fasilitas bandara, melainkan juga untuk mengantisipasi masuk dan keluarnya barang terlarang ke Kaltara melalui Bandara Nunukan. “Misalnya narkoba dan barang ilegal lainnya,” bebernya.


Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan. Untuk diketahui, sejumlah kecamatan di Nunukan seperti Sebatik dan Krayan berada langsung di garis perbatasan antara Indonesia-Malaysia. Kondisi tersebut sangat memungkinkan Nunukan dijadikan jalur empuk untuk aktivitas penyelundupan barang ilegal asal Malaysia, termasuk narkoba. “X-ray ini cukup efektif. Contohnya saja di Bandara Juwata Tarakan, sudah berapa kali ada upaya penumpang membawa narkoba. Dengan bantuan X-ray bisa digagalkan,” papar Andi.


Terlebih lagi saat ini empat bandara di Kaltara sudah cukup aktif dan setiap hari ada aktivitas penerbangan. Utamanya Bandara Juwata Tarakan, lalu Tanjung Harapan Tanjung Selor, Bandara Malinau termasuk Bandara Nunukan.


Dia menambahkan, selain X-ray, fasilitas penunjang lain yang perlu dilengkapi yaitu kamera closed circuit television (CCTV). “Termasuk membekali petugas dengan kemampuan deteksi dini terhadap penumpang yang mencurigakan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bandara Nunukan Nurul Anwar menyebutkan bahwa kini bandara yang ia pimpin telah dilengkapi dengan fasilitas X-ray yang merupakan hasil pengadaan tahun ini. “Sudah lengkap dan sudah difungsikan. Sebenarnya untuk terminal sudah lama ada, namun yang baru-baru ini terpasang yaitu di VIP room dan kargo,” pungkasnya. (sny/eza)


Bandara Wajib Miliki X-ray

Editor : Azwar Halim