Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

PLTMH di Perbatasan Tak Dioperasikan

Azwar Halim • Senin, 4 Juni 2018 | 14:01 WIB
pltmh-di-perbatasan-tak-dioperasikan
pltmh-di-perbatasan-tak-dioperasikan

TANJUNG SELOR - Keberadaan unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Paramayo di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan tidak berfungsi secara maksimal.


Pembangkit yang dibangun Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) 2012 silam itu belum sepenuhnya mengakomodir kebutuhan listrik masyarakat setempat. Utamanya wilayah Long Bawan, Long Nawang, Long Api, Kampung Baru dan Pa’ Bettung.


Padahal pembangunan tersebut menggunakan APBN dengan nilai mencapai Rp 6,8 miliar. Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar mengaku, fisik bangunan PLTMH dalam kondisi prima. Namun sudah tidak berfungsi sejak beberapa tahun belakangan. “Lama sudah tidak difungsikan PLTMH itu,” jelas Helmi kepada Radar Kaltara melalui pesan singkatnya, Minggu (3/6).


Kondisi itu terjadi disebabkan buruknya kondisi instalasi jaringan, serta jalan inspeksi menuju pembangkit yang sudah tidak dapat difungsikan lantaran rusak parah. “Akses dan instalasinya rusak parah,” sebutnya singkat.


Lanjutnya, PLTMH ini telah terkoneksi dengan jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun PLN tidak menganggap itu kondisi yang urgen untuk mengurusi pembangkit tersebut dikarenakan kapasitas pembangkit lain yaitu PLTD sudah cukup besar yaitu 750 kw dan yang terpakai hanya sekira 180 kw untuk wilayah Long Bawan, Kampung Baru, Pa Betung dan Long Kiwan.


Terlepas dari persoalan tersebut yang dibutuhkan adalah adanya percepatan perluasan jaringan ke desa-desa yang belum terjangkau jika memang kapasitas yang tersisa masih besar.


Helmi sangat berharap permasalahan tersebut mendapat solusi yang riil. Mengingat kebutuhan listrik masyarakat di kecamatan perbatasan itu belum terpenuhi sesuai yang diharapkan oleh masyarakat. “Itu yang kami perlukan segera ditindaklanjuti,” tegas Helmi.


Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ferdy Manurun Tanduklangi melalui Kepala Bidang Tenagakelistrikan, Yosua Batara Payangan membenarkan kondisi tersebut. Seharusnya PLTMH itu mampu mengakomodir kebutuhan daya listrik untuk masyarakat di Krayan. Namun faktanya disebabkan berbagai persoalan, semua tidak berjalan seperti yang diharapkan baik pemerintah terlebih masyarakat.


Menurut dia, akar permasalahan yang mengakibatkan tidak maksimalnya dikarenakan PLTMH sangat bergantung pada kondisi air sungai. Sisi lain debit air sangat fluktuatif. “Kalau debit air turun PLTMH tidak bekerja maksimal. Walau banyak sungai tapi debitnya dan kondisinya tidak sama dengan sungai di sini (Bulungan, Red) karena di sana (Krayan, Red) masih bersifat anak sungai,” ujar dia.


Kendati PLTMH tidak berfungsi, Yosua memastikan kebutuhan listrik masyarakat di Krayan tetap aman. Sebab daya yang dihasilkan PLN sudah over karena dengan tiga mesin menghasilkan 200 kw. “Kebutuhan listrik tetap aman dalam pelayanan PLN,” ujarnya.


Yosua belum dapat memastikan langkah apa yang segera diambil menyikapi persoalan PLTMH tersebut. Pastinya kebutuhan listrik masyarakat di Kaltara tidak terkecuali di wilayah perbatasan tetap menjadi atensi Pemprov Kaltara. “Soal kelistrikan tentu jadi perhatian. Kami juga sudah menyusun RUKD (rencana umum kelistrikan daerah),” jelasnya. (isl/eza)

Editor : Azwar Halim