TANJUNG SELOR - Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dari 447 desa di empat kabupaten, 27 di antaranya telah terbentuk sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB).
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berencana akan kembali membentuk Kampung KB di empat kabupaten tahun ini. Yaitu 20 desa di Kabupaten Nunukan, 17 desa di Malinau, 8 desa di Bulungan serta 5 di Tana Tidung. “Itu jatah Kaltara tahun ini,” jelas Rusman Efendi, Koordinator BKKBN Provinsi Kaltara kepada Radar Kaltara, Sabtu (12/5).
Lanjutnya, dari 50 desa itu justru telah terbentuk di 17 desa di Malinau. Sedangkan sisanya di Bulungan, Nunukan dan Tana Tidung masih terus berproses sesuai tahapan yang berlaku. “Malinau sudah semua. Belum lama ini kami fokuskan di sana (Malinau, Red),” ungkap pria yang sebelumnya berdinas di BKKBN Provinsi Banten ini.
Tujuan pembentukan Kampung KB tidak hanya semata sebagai upaya membatasi angka kelahiran. Namun sebaliknya program KB pada prinsipnya adalalah strategi pemerintah untuk mengatur frekuensi angka kelahiran. Urgensinya yaitu menekan laju pertumbuhan kependudukan yang orientasi utamanya menciptakan pertumbuhan yang seimbang dan berkualitas. “Inilah yang kadang keliru dipahami jika KB hanya diartikan membatasi,” sebut Rusman.
Pengaturan jarang kelahiran juga berimplikasi positif terhadap kesehatan anak dan kaum ibu atau perempuan itu sendiri. Sebab, kehamilan dan kelahiran jika tidak terkontrol dengan baik, maka bukan tidak mungkin justru membahayakan. “Intinya dengan kampung KB untuk meningkatkan kualitas keluarga di segala aspeknya utamanya kesehatan terganggu,” papar pria kelahiran Batu Raja, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ini.
Secara garis besar, penekanan program KB dan Kampung KB itu tertuang dalam 4T. Pertama, tidak menikah terlalu muda di rentan usia kurang lebih 20 tahun ke bawah, lalu tidak terlalu tua usia 35 tahun ke atas, selanjutnya tidak terlalu dekat dengan jarak kelahiran serta tidak terlalu banyak anak, kurang lebih tiga orang cukup. Kemudian melalaui program bina keluarga, balita, remaja dan lansia. “Bagaimana meningkatkan kualitas kerja sama dengan sektor lain untuk mewujudkan ini,” tutupnya.
Seperti diketahui 27 Kampung KB yang telah terbentuk sebelumnya yaitu di Desa Punan Dulau dan Terindak Kecamatan Sekatak. Di Kelurahan Tanjung Palas Hilir Kecamatan Tanjung Palas, Desa Long Sam Tanjung Palas Barat, Desa Pimping Tanjung Palas Utara, Desa Mangkupadi Tanjung Palas Timur, Desa Salimbatu Tanjung Palas Tengah, Desa Long Bia Kecamatan Peso, Desa Long Tungu Peso Hilir, Desa Bunyu Barat Kecamatan Bunyu dan Desa Jelarai Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Desa Sebatik dan Sei Limau Kecamatan Sebatik Barat, Tabanan Kecamatan Sebuku, Kelurahan Nunukan Kecamatan Nunukan Tengah dan Desa Semumat, Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Lalu Desa Tanah Lia Kecamatan Tanah Lia, Desa Rian Kecamatan Muruk Rian, Mandopo Kecamatan Betayau, Tidung Pale Timur Kecamatan Sesayap dan Desa Sesayap Kecamatan Sesayap Timur, Tana Tidung. Serta Desa Malinau Hilir Kecamatan Malinau Kota dan Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. (isl/eza)
Editor : Azwar Halim