Sebelum menjadi seorang atlet voli, Amin Kurnia Sandy Akbar terlebih dahulu menjadi atlet sepak bola. Dengan berbagai pertimbangan, salah satunya faktor fisik membuatnya beralih ke cabor lain. Berikut kisahnya.
PIJAI PASARIJA
SEKIRA pukul 15.00 Wita penulis mendatangi tempat pertandingan di Dome Sport Center. Setelah menunggu 15 menit usai pertandingan antara Bunyu Island vs Polres Malinau, akhirnya pewarta dapat bertemu Sandy, sapaan akrabnya.
Pemain bernomor punggung 10 itu duduk di tangga sambari membuka sepatu. Setelah itu pria yang berumur 19 tahun itu mencaritakan awal karirnya sebelum manjadi atlet voli. Sebelum menjadi atlet voli, pria yang asal Palangka Raya, Kalimantan Tangah ini sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) tidak pernah mempunyai cita-cita sebagai atlet voli, awalnya pria yang memiliki postur tinggi badan 195 meter itu hanya ingin menjadi atlet sepak bola.
Namun, karena menurut pria yang gemar membaca itu bermain bola kerap kali bermain dengan fisik, akhinya pada kelas XI, Akbar mencoba ikut bermain voli. Awal mula bermain olahraga voli, pria kelahiran 17 Juli 1999 hanya senang melihat pemain voli yang memiliki postur tubuh yang tinggi. “Sebenarnya kenal voli sudah lama, tapi untuk menekuni olahraga voli itu baru di kelas 2 SMA,” jelasnya.
Sebelum menjadi atlet yang banyak memperoleh penghargan, banyak kisah yang tidak bisa dilupakan, bahkan kerap mengalami cedera. Namun bagi pria yang menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Sampit ini, tahun lalu menjadi salah satu tahun tersulitnya karena kerap mengalami cedera. “Tapi, harus tetap semangat, kalau hanya cedera engkel itu sudah hal yang biasa,” ujarnya.
Tidak hanya itu saja, bahkan pria yang memilik wajah tampan itu juga sebelum ikut olahraga voli sempat ditentang orang tua. Sebab orang tua hanya ingin dirinya menjadi pemain sepak bola. “Tapi setelah saat ini banyak memperoleh penghargaan, akhirnya orang tua juga senang,” jelasnya.
Untuk bisa mencapai cita-cita butuh perjuangan tidak akan bisa semudah membalikkan telapang tangan. Ia berpesan jangan pernah menyerah dan harus tetap berusaha. Pria yang saat ini tergabung dengan tim Bunyu Island pada acara turnamen Kapolda Cap 2018 itu sudah banyak mengikuti berbagai turnamen bergengsi. Mulai dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Proliga hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). “Jadi untuk berbagai kejuaran sudah banyak saya ikuti,” jelasnya.
Pria yang selalu terlihat tersenyum itu juga sangat senang bisa tergabung dengan tim Bunyu Island, apalagi masyarakat Bulungan juga ramah. “Jadi saya sangat senang dengan masyarakat Bulungan,” jelasnya.
Bahkan pria yang akrab dipanggil Sandi itu juga sangat mengagumi wanita-wanita di Bulungan, sebab menurutnya wanitanya di Bulungan cantik-cantik. “Tidak kalah cantik dengan wanita di Palangka Raya,” pungkasnya setengah tersenyum. (***/eza)
Editor : Azwar Halim