
TANJUNG SELOR – Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan mulai membidik potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemanfaatan videotron. Salah satu upayanya dilakukan dengan studi tiru ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Kaltim, untuk mempelajari pengelolaan serta mekanisme penyewaan videotron sebagai media promosi dan periklanan.
Kabid Komunikasi dan Informasi Publik DKIP Bulungan, Arif Ariyanto mengatakan, studi tiru tersebut dilakukan untuk melihat peluang pengelolaan videotron agar dapat memberikan kontribusi terhadap PAD. Menurutnya, Pemda Berau telah lebih dahulu menerapkan sistem penyewaan videotron kepada pihak yang ingin memasang iklan maupun materi promosi.
“Di Berau, pemerintah daerah sudah memiliki beberapa videotron yang dimanfaatkan untuk disewakan. Memang pengelolaannya belum maksimal karena baru berjalan sekitar dua tahun terakhir. Namun, sejak Januari hingga Oktober sudah mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 75 juta,” kata Arif kepada Radar Kaltara, Senin (2/11).
Capaian tersebut menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi DKIP Bulungan untuk mengembangkan potensi serupa. Terlebih, saat ini Pemda Bulungan telah memiliki tiga unit videotron yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah Tanjung Selor. Hanya saja, kondisi perangkat tersebut mengalami kerusakan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Karena itu, kami ingin mempelajari bagaimana pengelolaan videotron di Berau, termasuk peluang penyewaan dan kontribusinya terhadap PAD. Harapannya, aset yang sudah dimiliki pemerintah daerah bisa kembali produktif dan memberikan nilai tambah,” jelasnya.
Arif menyebutkan, melalui APBD Perubahan 2026, Pemda Bulungan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 20 juta untuk melakukan revitalisasi awal. Anggaran tersebut difokuskan pada perencanaan, pemeriksaan kondisi perangkat serta penghitungan komponen yang mengalami kerusakan sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.
“Kita fokus melakukan pemeriksaan dan perencanaan revitalisasi terlebih dahulu. Dengan begitu, dapat diketahui bagian mana saja yang perlu diperbaiki sehingga penanganannya lebih terarah,” katanya.
Selain perbaikan perangkat, DKIP Bulungan juga mulai mempertimbangkan penataan ulang lokasi videotron. Salah satunya videotron di kawasan Tugu Puteri Lemlai Suri yang direncanakan dipindahkan ke kawasan Kebun Raya Bundayati, Bulungan. Sementara videotron di kawasan Pasar Induk Tanjung Selor akan dievaluasi posisinya agar lebih maju dan mudah terlihat masyarakat.
“Untuk sekarang, prioritas kami adalah revitalisasi terlebih dahulu. Setelah seluruh perangkat kembali berfungsi, baru dilakukan optimalisasi pemanfaatannya, termasuk peluang kerja sama penyewaan. Kami berharap pada akhir 2027 seluruhnya sudah dapat berfungsi dan ke depan menjadi salah satu sumber PAD Bulungan sesuai arahan Bupati,” pungkasnya. (jai)



