
TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sungai Bangsal, Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Bulungan, belum berhasil dipadamkan hingga Kamis (29/10) sore. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hectare (ha).
Relawan masyarakat Liagu, Amran mengatakan, upaya pemadaman menghadapi kendala karena sarana yang tersedia belum memadai untuk menangani karhutla. Kondisi di lapangan menyulitkan relawan menjangkau dan mengendalikan titik api yang masih menyala.
“Kami kesulitan memadamkan api karena peralatan yang kami miliki sangat terbatas,” kata Amran kepada Radar Kaltara, Kamis (2/10).
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Rabu (28/10) sekitar pukul 15.00 Wita. Sejak saat itu, warga bersama relawan berupaya memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas ke kawasan hutan di sekitarnya. Namun, keterbatasan sarana menjadi tantangan dalam mempercepat proses pengendalian kebakaran.
“Kami berharap pihak terkait segera memberikan dukungan berupa peralatan pemadam yang memadai,” ungkapnya.
Menurutnya, ketersediaan sarana yang sesuai sangat dibutuhkan agar relawan dapat bekerja lebih efektif dalam menjangkau titik api dan mencegah kebakaran meluas. “Kami sangat membutuhkan peralatan pemadam yang memadai agar api bisa segera dikendalikan dan tidak semakin meluas,” katanya.
Hingga Kamis sore, luas kawasan terdampak diperkirakan mencapai tiga ha. Angka tersebut masih sementara karena api belum sepenuhnya padam dan proses penanganan masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat pemantauan serta koordinasi antar pihak diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan penjalaran api ke area lain.
“Selain membutuhkan sarana pemadaman, penanganan kebakaran juga memerlukan dukungan berbagai pihak agar upaya pengendalian berjalan efektif,” harapnya.
Masyarakat dan relawan berharap bantuan segera tersedia sehingga titik api dapat ditangani dan risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan. Sementara itu, penyebab kebakaran dan besaran kerugian akibat peristiwa tersebut belum diketahui secara pasti.
“Sekarang ini masyarakat bersama para relawan masih berupaya memadamkan api, sembari berharap adanya bantuan peralatan dari pihak terkait untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan di Desa Liagu,” pungkasnya. (jai)
