
TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan mempercepat dan mengoptimalkan penyerapan hasil panen padi dan jagung di tingkat petani. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi (rakor) penyuluh pertanian wilayah Bulungan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Kepala Disperta Bulungan Kristiyanto mengatakan, optimalisasi penyerapan hasil panen menjadi langkah penting untuk memastikan komoditas petani lokal dapat terserap secara maksimal. “Langkah ini bertujuan memastikan hasil panen petani lokal terserap secara maksimal dengan harga yang layak dan stabil,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Jumat (25/9).
Menurutnya, rakor tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman para penyuluh terkait mekanisme penjualan hasil panen kepada Perum Bulog. Penyuluh nantinya diharapkan mampu meneruskan informasi tersebut kepada petani di wilayah masing-masing.
“Para penyuluh dibekali pemahaman mengenai tata cara dan persyaratan penjualan panen ke Bulog,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penyuluh memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah, Bulog dan petani. Karena itu, penyuluh didorong aktif mengedukasi petani agar hasil panen yang dihasilkan memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditetapkan.
“Penyuluh diharapkan menjadi jembatan informasi di lapangan dan mengedukasi petani agar mampu memenuhi kualifikasi panen,” ujarnya.
Selain meningkatkan pemahaman petani, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyerapan komoditas padi dan jagung di seluruh wilayah Bulungan. Dengan begitu, hasil produksi petani tidak hanya terserap di wilayah tertentu, tetapi dapat masuk dalam skema penyerapan yang lebih luas.
“Kami ingin memperluas jangkauan penyerapan komoditas padi dan jagung di seluruh wilayah Bulungan,” ungkapnya.
Kristiyanto menambahkan, penguatan penyerapan hasil panen merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah daerah bersama Bulog. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan daerah.
“Langkah kolaboratif ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah bersama Perum Bulog dalam menyejahterakan petani lokal serta menjaga stabilitas pasokan pangan daerah,” pungkasnya. (jai)



