
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan memproyeksikan Desa Long Buang, Kecamatan Peso, Bulungan sebagai kawasan cepat tumbuh sekaligus pusat pengembangan pangan dan perkebunan di koridor barat. Kawasan tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan berbasis potensi wilayah dan pengembangan Landscape Kayan atau pembangunan hijau terpadu Integrated Area Development (IAD).
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, percepatan pembangunan diawali dengan pemetaan sekaligus mitigasi terhadap berbagai potensi yang dimiliki daerah. Pemetaan itu mencakup 74 desa yang tersebar di 10 kecamatan.
“Untuk percepatan pembangunan, kita harus melakukan pemetaan sekaligus mitigasi beberapa potensi yang dimiliki Bulungan dengan 74 desa dan 10 kecamatan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (10/8).
Menurut dia, hasil pemetaan menunjukkan koridor barat, khususnya Long Buang, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pangan dan perkebunan dalam arti luas. Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik serta potensi wilayah.
“Di koridor barat, khususnya di Desa Long Buang, memang kita spesifikasikan sebagai kawasan untuk pengembangan pangan dan perkebunan dalam arti luas,” ungkapnya.
Syarwani menyebut, Long Buang juga dipersiapkan sebagai kawasan cepat tumbuh dalam rangka eksekusi Landscape Kayan atau wilayah pembangunan hijau terpadu. Pemkab Bulungan membuka ruang diskusi dengan perguruan tinggi, termasuk menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Tani Nelayan Center.
“Kami juga membuka ruang diskusi dengan universitas dan kerja sama dengan IPB melalui Tani Nelayan Center. Ini merupakan strategi kami dalam menyusun road map di koridor barat, khususnya kawasan cepat tumbuh,” jelasnya.
Pengembangan tersebut juga diarahkan melalui program kawasan agrokompleks. Syarwani mengatakan, seluruh 10 desa di Kecamatan Peso akan dipusatkan pengembangannya di Long Buang dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
“Kawasan agrokompleks, di mana 10 desa di Kecamatan Peso seluruhnya dipusatkan di Long Buang. Pertimbangannya menyesuaikan karakteristik dan potensi,” ungkapnya.



