Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polarisasi dan Moderasi Beragama Jadi Ancaman Pemilu 2024

A
Penulis: Azwar Halim❯
PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA ANTISIPASI: Kodim 0903/Bulungan melakukan komonikasi sosial dengan komponen masyarakat untuk mengantisipasi moderasi beragama dan polarisasi.
PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA ANTISIPASI: Kodim 0903/Bulungan melakukan komonikasi sosial dengan komponen masyarakat untuk mengantisipasi moderasi beragama dan polarisasi.
TANJUNG SELOR – Moderasi beragama dan polarisasi menjadi ancaman saat  pemilihan umum (pemilu). Kondisi ini menjadi perhatian Kodim 0904/Bulungan.

Dandim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Victor Andhyka Tjokro mengatakan, TNI-Polri terus bersinergi dengan kepolisian dalam melakukan pengamanan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang. “Pengamanan kita lakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan Pemilu,” kata Victor kepada Radar Kaltara, Rabu (26/7).

Diharapkan, ke depan pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan baik. Mengingat,  Bulungan pernah memiliki sejarah kelam terkait pelaksanaan pesta demokrasi. “Kita berharap kejadian yang pernah terjadi tahun 2019 tidak lagi terjadi di wilayah Bulungan,” harapnya.

Untuk itu, Kodim 0903/Bulungan menyiapkan seluruh kekuatan personel dan di-back up oleh Korem 092/Maharajalila serta Brigif 24/Bulungan Cakti. “Sekarang ini jumlah personel Kodim 0903/Bulungan sebanyak 140 orang. Kita siap bersinergi dengan kepolisian dalam melakukan pengamanan,” tegasnya.

Dengan kekuatan personel saat ini, Victor menyakini tidak semua tempat pemungutan suara (TPS) bisa tercover. Karena itu, pengamanan hanya  dilakukan di tempat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. “Jadi, untuk pengamanan kita sesuaikan dengan tingkat risiko di setiap wilayah,” bebernya.

Dalam hal ini, Kodim 0903/Bulungan juga terus berupaya untuk mewujudkan moderasi beragama di wilayah Bulungan. Salah satunya, dengan mengumpulkan seluruh umat beragama. “Kita berharap dengan adanya penyamaan persepsi dapat mewujudkan moderasi beragama,” harapnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Bulungan, H. Ahmad Sidik mengatakan, saat ini FKUB sudah terbentuk di kecamatan dan desa. “Keamanan dan ketentraman antar umat beragama pada setiap wilayah menjadi salah satu konsentrasi FKUB,” ungkapnya.

Di setiap wilayah kecamatan, sambung Sidik, ada satu desa yang ditetapkan sebagai desa moderasi umat beragama. Sejauh ini, FKUB Bulungan, belum berencana untuk melakukan penambahan, karena masih perlu dilakukan pembinaan terlebih dahulu. “Jadi, desa yang dibentuk sebagai desa  moderasi beragama harus dibina terlebih dahulu,” tegasnya.

Setelah terbentuk, FKUB Bulungan bakal melakukan evaluasi. Diharapkan, moderasi beragama bisa terus meningkat. “Sekarang ini moderasi beragama di Bulungan sudah sangat baik. Iya, kita berharap bisa terus meningkat,” pungkasnya. (jai/eza)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Perubahan Jadwal Porprov II Kaltara Sempat Berubah, Panwasrah Soroti Beban Kontingen Daerah

Perubahan Jadwal Porprov II Kaltara Sempat Berubah, Panwasrah Soroti Beban Kontingen Daerah

Persoalan perubahan jadwal pertandingan menjadi salah satu pembahasan yang menyita perhatian dalam pelaksanaan Delegation Registration Meeti

Panwasrah Tegaskan Hasil DRM Porprov II Kaltara Mengikat, Semua Pihak Harus Patuh

Panwasrah Tegaskan Hasil DRM Porprov II Kaltara Mengikat, Semua Pihak Harus Patuh

Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) menegaskan hasil Delegation Registration Meeting (DRM) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalima

DRM Porprov II Kaltara Temukan Dugaan Atlet Terdaftar di Dua Daerah

DRM Porprov II Kaltara Temukan Dugaan Atlet Terdaftar di Dua Daerah

Proses verifikasi keabsahan atlet dalam pelaksanaan Delegation Registration Meeting (DRM) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Ut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer