alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Sosialisasi Perda Penanggulangan Narkoba di Krayan Selatan

TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara dari daerah pemilihan (dapil) IV Nunukan, Marli Kamis, melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Ia menjelaskan, agenda sosialisasi perda dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Lokasinya berada di Kecamatan Krayan Selatan.

“Saya berangkat dari Tarakan hari Sabtu, sampai ke Nunukan, langsung ke Krayan,” kata Marli, Kamis (23/6).

Marli sudah melakukan sosper terkait penanggulangan narkoba sekitar tiga kali di lokasi berbeda. Ia berharap masyarakat di perbatasan bisa memahami dampak dan bahaya terkait penyalagunaan barang haram tersebut.

“Maksud kita agar semua masyarakat bisa memahami apa itu jenis-jenis narkotika, beserta dampak serta bahayanya, jadi kita sama-sama melawan narkoba di Kaltara. Apalagi banyak yang masuk lewat perbatasan,” papar Marli.

Baca Juga :  Gubernur Optimistis Raih Enam Medali Emas

Lanjut dia, sosialisasi awal perda ini dilakukan pada lingkup pemerintahan desa dan kecamatan. Kemudian menyasar ke lingkungan sekolah. Marli meyakini jika sosialisasi tentang bahaya narkoba sangat penting dilakukan kepada anak usia sekolah sebagai generasi penerus bangsa.

“Setelah di desa dan kecamatan, saya masuk ke sekolah-sekolah, karena generasi muda kita penting diselamatkan,” ujarnya.

Ia sudah melakukan sosper di satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Kemudian juga di satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun karena agenda sosper kali ini bersamaan dengan masa libur sekolah, maka dicarikan alternatif ke lingkup generasi muda di wilayah desa dan kecamatan.

“Kemarin rencananya di SMP Krayan Tengah dan SMP di Binuang. Tapi karena ternyata mereka libur, jadi ke umum, tapi kita usahakan tetap ke anak-anak muda. Ini masih tunggu konfirmasi dari pemerintah di Desa Pa’Upan atau Desa Long Layu,” pungkasnya. (adv/ag/har)

Baca Juga :  TGUPP 'Cium' Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprov Kaltara

TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara dari daerah pemilihan (dapil) IV Nunukan, Marli Kamis, melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Ia menjelaskan, agenda sosialisasi perda dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Lokasinya berada di Kecamatan Krayan Selatan.

“Saya berangkat dari Tarakan hari Sabtu, sampai ke Nunukan, langsung ke Krayan,” kata Marli, Kamis (23/6).

Marli sudah melakukan sosper terkait penanggulangan narkoba sekitar tiga kali di lokasi berbeda. Ia berharap masyarakat di perbatasan bisa memahami dampak dan bahaya terkait penyalagunaan barang haram tersebut.

“Maksud kita agar semua masyarakat bisa memahami apa itu jenis-jenis narkotika, beserta dampak serta bahayanya, jadi kita sama-sama melawan narkoba di Kaltara. Apalagi banyak yang masuk lewat perbatasan,” papar Marli.

Baca Juga :  Belasan Sekolah Penggerak Tingkatkan Mutu Pendidikan

Lanjut dia, sosialisasi awal perda ini dilakukan pada lingkup pemerintahan desa dan kecamatan. Kemudian menyasar ke lingkungan sekolah. Marli meyakini jika sosialisasi tentang bahaya narkoba sangat penting dilakukan kepada anak usia sekolah sebagai generasi penerus bangsa.

“Setelah di desa dan kecamatan, saya masuk ke sekolah-sekolah, karena generasi muda kita penting diselamatkan,” ujarnya.

Ia sudah melakukan sosper di satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Kemudian juga di satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun karena agenda sosper kali ini bersamaan dengan masa libur sekolah, maka dicarikan alternatif ke lingkup generasi muda di wilayah desa dan kecamatan.

“Kemarin rencananya di SMP Krayan Tengah dan SMP di Binuang. Tapi karena ternyata mereka libur, jadi ke umum, tapi kita usahakan tetap ke anak-anak muda. Ini masih tunggu konfirmasi dari pemerintah di Desa Pa’Upan atau Desa Long Layu,” pungkasnya. (adv/ag/har)

Baca Juga :  Tambang Emas Sekatak Meluas, Begini Dampaknya

Most Read

Artikel Terbaru

/