alexametrics
27.7 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Soal Penyalahgunaan Narkoba, DPRD Mengaku Prihatin

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan mengaku prihatin melihat kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah ini. Sebab penyalahgunaan narkotika sebut saja sabu secara tak langsung dapat merusak generasi muda yang juga merupakan generasi bangsa.

Keprihatinan ini disaampaikan Ketua DPRD Bulungan, Kilat kepada Radar Kaltara, Minggu (26/6).Untuk itu, kata Kilat, butuh sinergitas guna memutus mata rantai penyebaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Sebagai wakil rakyat, tentu sekali lagi saya sangat prihatin melihat kejadian ini (penyalahgunaan narkotika). Tentu kita semua tak bisa menutup mata demi menyelamatkan generasi muda,” ujar politisi Partai Gerindra.

Terutama sinergitas pemerintah dan aparat penegak hukum lebih ditingkatkan terutama dalam pengawasan. Sebab, terjadinya penyalahgunaan narkotika bermula dari adanya penyelundupan barang candu tersebut sehingga harus menjadi atensi khusus.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Jalan Manggis "Membara"

“Aksi penyelundupan barang haram harus benar-benar dicegah atau diminimalisir,” harapnya.

Terkait adanya sanksi hukuman mati dari pelaku penyalahgunaan narkotika, Kilat menilai sudah menjadi risiko yang harus dipertanggungjawabkan. Apalagi, melihat upaya penyelundupan barang bukti (BB) jenis sabu dengan bruto mencapai 126 kilogram (kg).

“Kami tentu apresiasi dengan ketegasan hukuman yang diberikan kepada pelaku. Sehingga ini secara tidak langsung dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Bulungan,” jelasnya.

“Meski di dalam hati kecil kami tak mengharapkan hal itu. Tetapi, ini sudah diatur dalam undang-undang. Sehingga Ke depannya jangan sampai terjadi pada diri kita sendiri,” sambungnya mengakhiri. (dni/ana)

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan mengaku prihatin melihat kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah ini. Sebab penyalahgunaan narkotika sebut saja sabu secara tak langsung dapat merusak generasi muda yang juga merupakan generasi bangsa.

Keprihatinan ini disaampaikan Ketua DPRD Bulungan, Kilat kepada Radar Kaltara, Minggu (26/6).Untuk itu, kata Kilat, butuh sinergitas guna memutus mata rantai penyebaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Sebagai wakil rakyat, tentu sekali lagi saya sangat prihatin melihat kejadian ini (penyalahgunaan narkotika). Tentu kita semua tak bisa menutup mata demi menyelamatkan generasi muda,” ujar politisi Partai Gerindra.

Terutama sinergitas pemerintah dan aparat penegak hukum lebih ditingkatkan terutama dalam pengawasan. Sebab, terjadinya penyalahgunaan narkotika bermula dari adanya penyelundupan barang candu tersebut sehingga harus menjadi atensi khusus.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Jalan Manggis "Membara"

“Aksi penyelundupan barang haram harus benar-benar dicegah atau diminimalisir,” harapnya.

Terkait adanya sanksi hukuman mati dari pelaku penyalahgunaan narkotika, Kilat menilai sudah menjadi risiko yang harus dipertanggungjawabkan. Apalagi, melihat upaya penyelundupan barang bukti (BB) jenis sabu dengan bruto mencapai 126 kilogram (kg).

“Kami tentu apresiasi dengan ketegasan hukuman yang diberikan kepada pelaku. Sehingga ini secara tidak langsung dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Bulungan,” jelasnya.

“Meski di dalam hati kecil kami tak mengharapkan hal itu. Tetapi, ini sudah diatur dalam undang-undang. Sehingga Ke depannya jangan sampai terjadi pada diri kita sendiri,” sambungnya mengakhiri. (dni/ana)

Most Read

Artikel Terbaru

/