alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Berdayakan Masyarakat Lewat Program Sertifikasi Hak Atas Tanah Pembudidaya Ikan

NUNUKAN – Upaya mensejahterakan para pelaku pembudidaya ikan, Dinas Perikanan Nunukan memberikan pembudidaya ikan berupa sertifikasi tanah.

Dengan sertifikasi tanah tersebut, diharapkan para pelaku usaha, termasuk para pembudidaya perikanan mendapatkan kepastian hukum atas tanah atau lahan yang menjadi tempat usahanya.

“Ini merupakan satu hal yang tidak boleh diabaikan sama sekali, selain bisa memberi kepastian, ketenangan dalam menjalankan usaha, sertifikat atas lahan yang kita miliki juga bisa kita gunakan sebagai agunan untuk mencari pinjaman bank guna menambah modal usaha,” kata Suhadi.

Di tahun 2020, dari target 20 bidang, sudah terealisasi 100 persen dan untuk tahun 2022, target naik sebesar 400 persen yaitu sebanyak 80 bidang yang disertifikatkan. Sementara progresnya hingga Mei 2022, telah diukur sebanyak 52 bidang.

Baca Juga :  Di Sini Harga Minyak Goreng Turun dan Berlimpah

Program ini, dilaksanakan secara lintas sektor, sebab, tujuan utamanya yakni meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya perikanan di seluruh tanah air. Dikarenakan, setelah lahan usahanya diberikan sertifikat, diharapkan para pembudidaya ikan memiliki akses permodalan yang lebih baik lagi di kalangan perbankan yang selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk memperluas usaha perikanannya.

PENGUKURAN LAHAN: Progres hingga Mei 2022, Dinas Perikanan telah mengukur sebanyak 52 bidang.

“Di Nunukan, program ini juga telah dilaksanakan dengan baik Dinas Perikanan bekerjasama dengan BPN. Beberapa lahan milik para pembudidaya ikan sudah berhasil disertifikasi,” ungkap Suhadi.

Sementara Pemkab Nunukan sangat mengapresiasi program tersebut, karena bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para pembudidaya ikan di Nunukan. Kemudian, para pembudidaya ikan yang lahannya telah disertifikasi, diharapkan semakin bersemangat dalam mengelola usahanya.

Baca Juga :  Cegah Covid-19 di Lapas, Ini yang Dilakukan

Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah dalam penyerahan sertifikat tanah pernah menyampaikan, walaupun harus dijadikan agunan di bank, gunakan secara bijak, dengan hitung-hitungan yang matang. Sehingga bantuan modal usaha yang diberikan perbankan benar-benar bermanfaat untuk mengembangkan usahanya.

“Jangan sampai pinjaman dari bank justru digunakan untuk keperluan yang tidak produktif, yang justru akan menimbulkan masalah di belakang hari. Jadi , semoga program ini dapat terus berjalan, sehingga semakin banyak nelayan dan pembudidaya ikan di Nunukan yang merasakan manfaat dari program ini,” harap H. Hanafiah. (raw/adv/har)

NUNUKAN – Upaya mensejahterakan para pelaku pembudidaya ikan, Dinas Perikanan Nunukan memberikan pembudidaya ikan berupa sertifikasi tanah.

Dengan sertifikasi tanah tersebut, diharapkan para pelaku usaha, termasuk para pembudidaya perikanan mendapatkan kepastian hukum atas tanah atau lahan yang menjadi tempat usahanya.

“Ini merupakan satu hal yang tidak boleh diabaikan sama sekali, selain bisa memberi kepastian, ketenangan dalam menjalankan usaha, sertifikat atas lahan yang kita miliki juga bisa kita gunakan sebagai agunan untuk mencari pinjaman bank guna menambah modal usaha,” kata Suhadi.

Di tahun 2020, dari target 20 bidang, sudah terealisasi 100 persen dan untuk tahun 2022, target naik sebesar 400 persen yaitu sebanyak 80 bidang yang disertifikatkan. Sementara progresnya hingga Mei 2022, telah diukur sebanyak 52 bidang.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Semeru, BRI Salurkan Bantuan Tanggap Bencana dan Layanan Perbankan Berjalan Normal

Program ini, dilaksanakan secara lintas sektor, sebab, tujuan utamanya yakni meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya perikanan di seluruh tanah air. Dikarenakan, setelah lahan usahanya diberikan sertifikat, diharapkan para pembudidaya ikan memiliki akses permodalan yang lebih baik lagi di kalangan perbankan yang selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk memperluas usaha perikanannya.

PENGUKURAN LAHAN: Progres hingga Mei 2022, Dinas Perikanan telah mengukur sebanyak 52 bidang.

“Di Nunukan, program ini juga telah dilaksanakan dengan baik Dinas Perikanan bekerjasama dengan BPN. Beberapa lahan milik para pembudidaya ikan sudah berhasil disertifikasi,” ungkap Suhadi.

Sementara Pemkab Nunukan sangat mengapresiasi program tersebut, karena bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para pembudidaya ikan di Nunukan. Kemudian, para pembudidaya ikan yang lahannya telah disertifikasi, diharapkan semakin bersemangat dalam mengelola usahanya.

Baca Juga :  Biaya Pembangunan 'Selangit'

Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah dalam penyerahan sertifikat tanah pernah menyampaikan, walaupun harus dijadikan agunan di bank, gunakan secara bijak, dengan hitung-hitungan yang matang. Sehingga bantuan modal usaha yang diberikan perbankan benar-benar bermanfaat untuk mengembangkan usahanya.

“Jangan sampai pinjaman dari bank justru digunakan untuk keperluan yang tidak produktif, yang justru akan menimbulkan masalah di belakang hari. Jadi , semoga program ini dapat terus berjalan, sehingga semakin banyak nelayan dan pembudidaya ikan di Nunukan yang merasakan manfaat dari program ini,” harap H. Hanafiah. (raw/adv/har)

Most Read

Peluang yang Gugur Masih Terbuka

Optimistis Bisa Basmi Jalur Tikus

Artikel Terbaru

/