alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Potensi Menjanjikan, PT JCM Seriusi Tambang Emas di Kaltara

JAKARTA – Potensi sumber daya alam (SDA) pertambangan Kalimantan yang menjanjikan menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Benuanta. Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyambut baik bila ada investor yang tertarik berinvestasi di provinsi ke-34 ini.

Seperti PT Jelai Cahaya Minerals (JCM) yang telah melakukan pertemuan dengan Gubernur didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara, Hamsi di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Selasa (21/6) lalu.

Gubernur mengungkapkan, PT JCM menunjukan keseriusannya sebagai pengelola wilayah potensial pertambangan di Kaltara. Itu terlihat saat berdialog dengan Gubernur Kaltara.

Penjajakan ini dimulai dengan menyampaikan niat PT JCM menawarkan diri sebagai investor.

“Mereka ini (PT JCM, red) akan berinvestasi khususnya penggalian emas di Kaltara,” ujar Gubernur.

Saat ini pihak PT JCM masih ditahap proses eksplorasi. Gubernur mengarahkan agar perusahaan tersebut segera mengurus analisis dampak lingkungan (amdal) serta segala dokumen perizinannya.

Baca Juga :  Inovasi KUR Digital , BRI Raih IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2021

“Saya juga meminta agar mereka terus berkomunikasi dengan DLH Kaltara, untuk persiapan dokumen amdalnya. Setelah itu dilakukan penilaian dan memproses rekomendasi persetujuan lingkungannya,”jelas Gubernur.

Seperti diketahui, realisasi investasi triwulan I tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai Rp 2.195.876.430.000.

Nilai itu berdasarkan data rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltara.

Seluruh capaian realisasi investasi triwulan pertama diperoleh dari dua penanaman modal. Yakni Penanaman Modal Asing (PMA) Rp186.748.030.000 dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2.009.128.400.000.

Perkembangan proyeknya sendiri mencapai 187 proyek, dengan total serapan tenaga kerja mencapai 1.997 orang.

Baca Juga :  Gubernur Pastikan Tidak Beli Hewan Kurban dari Luar

Gubernur mengungkapkan, presentase capaian realisasi investasi triwulan pertama di Kaltara mencapai 23,11 persen dari penetapan target BKPM RI sebesar Rp 9,5 triliun.

Sedangkan untuk persentase capaian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mencapai 43,92 persen, dari penetapan target RPJMD sebesar Rp 5 triliun.

Karena itu, Gubernur juga meminta bahwa perusahaan yang nantinya akan berinvestasi khususnya di bidang pertambangan harus memenuhi aturan yang berlaku.

“Termasuk juga kewajiban mereka terhadap daerah, baik menyangkut CSR nya, menyangkut pajak, dan lain sebagainya,”jelasnya.

Untuk sumber daya manusia (SDM), Gubernur menekankan penggunaan tenaga kerja lokal. Pemberdayaan tenaga kerja lokal juga nantinya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

“Termasuk juga penyerapan tenaga kerja lokal, itu yang perlu diperhatikan,”jelasnya. (dkisp)

JAKARTA – Potensi sumber daya alam (SDA) pertambangan Kalimantan yang menjanjikan menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Benuanta. Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyambut baik bila ada investor yang tertarik berinvestasi di provinsi ke-34 ini.

Seperti PT Jelai Cahaya Minerals (JCM) yang telah melakukan pertemuan dengan Gubernur didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara, Hamsi di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Selasa (21/6) lalu.

Gubernur mengungkapkan, PT JCM menunjukan keseriusannya sebagai pengelola wilayah potensial pertambangan di Kaltara. Itu terlihat saat berdialog dengan Gubernur Kaltara.

Penjajakan ini dimulai dengan menyampaikan niat PT JCM menawarkan diri sebagai investor.

“Mereka ini (PT JCM, red) akan berinvestasi khususnya penggalian emas di Kaltara,” ujar Gubernur.

Saat ini pihak PT JCM masih ditahap proses eksplorasi. Gubernur mengarahkan agar perusahaan tersebut segera mengurus analisis dampak lingkungan (amdal) serta segala dokumen perizinannya.

Baca Juga :  Gubernur Wawancara Tiga Besar JPT Pratama, Ini Jadwal Pelantikannya

“Saya juga meminta agar mereka terus berkomunikasi dengan DLH Kaltara, untuk persiapan dokumen amdalnya. Setelah itu dilakukan penilaian dan memproses rekomendasi persetujuan lingkungannya,”jelas Gubernur.

Seperti diketahui, realisasi investasi triwulan I tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai Rp 2.195.876.430.000.

Nilai itu berdasarkan data rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltara.

Seluruh capaian realisasi investasi triwulan pertama diperoleh dari dua penanaman modal. Yakni Penanaman Modal Asing (PMA) Rp186.748.030.000 dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2.009.128.400.000.

Perkembangan proyeknya sendiri mencapai 187 proyek, dengan total serapan tenaga kerja mencapai 1.997 orang.

Baca Juga :  Waspada, Risiko Tinggi Keselamatan Pelayaran

Gubernur mengungkapkan, presentase capaian realisasi investasi triwulan pertama di Kaltara mencapai 23,11 persen dari penetapan target BKPM RI sebesar Rp 9,5 triliun.

Sedangkan untuk persentase capaian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mencapai 43,92 persen, dari penetapan target RPJMD sebesar Rp 5 triliun.

Karena itu, Gubernur juga meminta bahwa perusahaan yang nantinya akan berinvestasi khususnya di bidang pertambangan harus memenuhi aturan yang berlaku.

“Termasuk juga kewajiban mereka terhadap daerah, baik menyangkut CSR nya, menyangkut pajak, dan lain sebagainya,”jelasnya.

Untuk sumber daya manusia (SDM), Gubernur menekankan penggunaan tenaga kerja lokal. Pemberdayaan tenaga kerja lokal juga nantinya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

“Termasuk juga penyerapan tenaga kerja lokal, itu yang perlu diperhatikan,”jelasnya. (dkisp)

Most Read

Artikel Terbaru

/