alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Sepuluh Desa Wisata Dipromosikan Oleh Kementerian Pariwisata

NUNUKAN – Setidaknya ada 10 desa wisata (deswit) di Nunukan yang secara tidak langsung mendapatkan promosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (RI).

Itu setelah desa-desa wisata tersebut, diikutsertakan dalam program Jejaringan Desa Wisata (Jadesta) untuk Anugerah Desa Wisata (ADWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk ribuan desa se-Indonesia.

Itu dipastikan Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, H. Junaidi kepada Radar Tarakan. Dirinya menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Nunukan) melalui Disbudporapar Nunukan menyosialisasikan Jadesta tersebut ke deswit untuk Anugerah Desa Wisata (ADWI).

“Jadi program Jadesta untuk ADWI ini, bertujuan untuk memajukan desa wisata yang ada di Kabupaten Nunukan, sehingga memberikan kontribusi kepada Pemkab Nunukan dan pendapatan bagi masyarakat desa yang menjadi desa wisata dari potensi nilai jual yang dimiliki desa itu sendiri,” ungkap H. Junaidi.

Baca Juga :  Harapkan Semua Usulan DAK Fisik Bidang Jalan Disetujui

Pihaknya pun sangat mengapresiasi dan mendukung desa yang memiliki keistimewaan ataupun potensi khusus untuk mengikuti program Jadesta untuk ADWI, sehingga mendaftarkan sebagai peserta deswit.

Disbudporapar Nunukan akhirnya bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara demi mendampingi dan membantu admin perwakilan desa yang mengikuti program jadesta. Pendampingan itu, di mulai dari pendaftaran maupun penginputan pemberian informasi potensi fasilitas desa yang dimiliki, dalam bentuk media digital elektronik bagi desa yang belum memiliki akses internet.

“Jadi 10 desa wisata kita yang mengikuti program jadesta untuk ADWI itu, diantaranya Desa Tanjung Karang, Desa Tanjung Aru, Desa Long Matung, Desa Long Bawan, Desa Pa’ Kidang, Desa Sekaduyan Taka, Desa Labang, Desa Sumantipal, Desa Bululaun Hilir, dan Desa Langgasong,” tambah H. Junaidi.

Dari 10 deswit yang diikutsertakan, 6 diantaranya lolos seleksi ke 500 besar. Saat itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno sendiri yang mengumumkan, desa wisata Indonesia yang lolos masuk seleksi 500 besar.

Baca Juga :  Zona Kuning, Gubernur Minta Vaksinasi Tetap Digenjot

Enam desa yang lolos tersebut yakni, Deswit Bululaun Hilir, Deswit Long Matung, Deswit Sekaduyan Taka, Deswit Sumantipal, Deswit Labang, Deswit Long Bawan. Sayangnya, desa desa ini belum mampu bersaing lagi di 100 hingga 50 besar.

Namun, desa wisata yang belum beruntung mendapatkan juara tidak perlu khawatir, pasalnya seluruh desa wisata tetap akan memperoleh keuntungan dari berlaga di ADWI 2022. Sebab, seluruh desa wisata yang terdaftar dalam ADWI otomatis masuk dalam Jadesta.

“Tidak papa tidak juara, tapi setidaknya kita bisa bergabung dengan Jadesta yang memberikan banyak keuntungan bagi desa wisata, seperti mendapatkan dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkas H. Junaidi. (raw/adv/har)

NUNUKAN – Setidaknya ada 10 desa wisata (deswit) di Nunukan yang secara tidak langsung mendapatkan promosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (RI).

Itu setelah desa-desa wisata tersebut, diikutsertakan dalam program Jejaringan Desa Wisata (Jadesta) untuk Anugerah Desa Wisata (ADWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk ribuan desa se-Indonesia.

Itu dipastikan Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, H. Junaidi kepada Radar Tarakan. Dirinya menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Nunukan) melalui Disbudporapar Nunukan menyosialisasikan Jadesta tersebut ke deswit untuk Anugerah Desa Wisata (ADWI).

“Jadi program Jadesta untuk ADWI ini, bertujuan untuk memajukan desa wisata yang ada di Kabupaten Nunukan, sehingga memberikan kontribusi kepada Pemkab Nunukan dan pendapatan bagi masyarakat desa yang menjadi desa wisata dari potensi nilai jual yang dimiliki desa itu sendiri,” ungkap H. Junaidi.

Baca Juga :  Isak Tangis Warnai Pengantaran Jenazah H. Danni Iskandar

Pihaknya pun sangat mengapresiasi dan mendukung desa yang memiliki keistimewaan ataupun potensi khusus untuk mengikuti program Jadesta untuk ADWI, sehingga mendaftarkan sebagai peserta deswit.

Disbudporapar Nunukan akhirnya bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara demi mendampingi dan membantu admin perwakilan desa yang mengikuti program jadesta. Pendampingan itu, di mulai dari pendaftaran maupun penginputan pemberian informasi potensi fasilitas desa yang dimiliki, dalam bentuk media digital elektronik bagi desa yang belum memiliki akses internet.

“Jadi 10 desa wisata kita yang mengikuti program jadesta untuk ADWI itu, diantaranya Desa Tanjung Karang, Desa Tanjung Aru, Desa Long Matung, Desa Long Bawan, Desa Pa’ Kidang, Desa Sekaduyan Taka, Desa Labang, Desa Sumantipal, Desa Bululaun Hilir, dan Desa Langgasong,” tambah H. Junaidi.

Dari 10 deswit yang diikutsertakan, 6 diantaranya lolos seleksi ke 500 besar. Saat itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno sendiri yang mengumumkan, desa wisata Indonesia yang lolos masuk seleksi 500 besar.

Baca Juga :  Intensif Jemput Bola Pelayanan Kependudukan Sampai ke Wilayah Tiga

Enam desa yang lolos tersebut yakni, Deswit Bululaun Hilir, Deswit Long Matung, Deswit Sekaduyan Taka, Deswit Sumantipal, Deswit Labang, Deswit Long Bawan. Sayangnya, desa desa ini belum mampu bersaing lagi di 100 hingga 50 besar.

Namun, desa wisata yang belum beruntung mendapatkan juara tidak perlu khawatir, pasalnya seluruh desa wisata tetap akan memperoleh keuntungan dari berlaga di ADWI 2022. Sebab, seluruh desa wisata yang terdaftar dalam ADWI otomatis masuk dalam Jadesta.

“Tidak papa tidak juara, tapi setidaknya kita bisa bergabung dengan Jadesta yang memberikan banyak keuntungan bagi desa wisata, seperti mendapatkan dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkas H. Junaidi. (raw/adv/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/