alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Perluas Pelayanan Masyarakat, Bakal Definitifkan Dua Desa Baru

NUNUKAN – Dua bakal desa baru, yakni Desa Binusan Dalam dan Desa Ujang Fatimah segera terbentuk, meskipun sejatinya dua desa baru tersebut, masih dalam tahap evaluasi. Namun, optimisme terhadap lahirnya dua desa tersebut, semakin besar dengan persiapan yang telah dilakukan.

Terhadap dua desa persiapan tersebut, diusulkan menjadi desa definitif sejatinya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, juga sebagai bentuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Nunukan, Helmi Puusdalikar mengatakan, Sejauh ini sesungguhnya progresnya pemerintah desa keduanya sudah terbentuk. Bahkan, untuk sarana pembangunan sudah disediakan walaupun saat ini statusnya masih sewa. Sementara dari sisi pelayanan pemerintahan, sejatinya sudah berjalan di dua desa tersebut.

“Namun, proses tahapan pemekaran desa harus memenuhi kesiapan, ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang dan lainnya. Ini sejatinya upaya mempercepat pelayanan publik dan memperpendek rentang kendali pemerintahan,” kata Helmi kepada Radar Tarakan.

Baca Juga :  Optimisme Pemimpin Muda Membangun Tapal Batas Negara

Helmi pun mengungkapkan, Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dan pihak DPMD Nunukan sendiri, segera melakukan evaluasi terhadap dua desa persiapan tersebut. Itu dilakukan sebagai syarat sebelum dua desa ditetapkan sebagai desa definitif.

Evaluasi dilakukan, lantaran dua desa sudah memasuki batas waktu minimal tiga tahun sebagai desa persiapan.

“Jadi, setelah menjadi desa persiapan selama 3 tahun, langkah selanjutnya yakni evaluasi. Rencananya, proses evaluasi dimulai pada Juli mendatang,” ungkap Helmi

Evaluasi pun, akan dilakukan tim dengan cara monitoring kedua desa tersebut. Dan pelaksanaan dijadwalkan Juni mendatangkan disebabkan, saat ini sebagian tim dari DPMD masih fokus penyelesaian dan percepatan batas-batas desa.

Jika nantinya hasil verifikasi yang dilakukan tim, masih ditemukan data atau laporan yang tidak sesuai dan belum memenuhi persyaratan, maka status desa persiapan tetap dilanjutkan. Berbeda jika tim evaluasi menyatakan memenuhi persyaratan, makan dua desa akan ditetapkan sebagai desa definitif.

Baca Juga :  DPW Wahdah Islamiyah Kaltara Gelar Mukerwil VI

“Kalau belum memenuhi persyaratan maka desa itu akan terus menjadi desa persiapan sampai hasil evaluasi menyatakan layak. Namun, jika sudah memenuhi persyaratan, maka langsung dinyatakan desa definitive,” bebernya.

Alhasil, jika dua desa yang diusulkan ditetapkan sebagai desa definitif, maka Nunukan akan memiliki 234 desa dari sebelumnya 232 desa yang tersebar di 21 kecamatan Nunukan. (raw/adv/har)

NUNUKAN – Dua bakal desa baru, yakni Desa Binusan Dalam dan Desa Ujang Fatimah segera terbentuk, meskipun sejatinya dua desa baru tersebut, masih dalam tahap evaluasi. Namun, optimisme terhadap lahirnya dua desa tersebut, semakin besar dengan persiapan yang telah dilakukan.

Terhadap dua desa persiapan tersebut, diusulkan menjadi desa definitif sejatinya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, juga sebagai bentuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Nunukan, Helmi Puusdalikar mengatakan, Sejauh ini sesungguhnya progresnya pemerintah desa keduanya sudah terbentuk. Bahkan, untuk sarana pembangunan sudah disediakan walaupun saat ini statusnya masih sewa. Sementara dari sisi pelayanan pemerintahan, sejatinya sudah berjalan di dua desa tersebut.

“Namun, proses tahapan pemekaran desa harus memenuhi kesiapan, ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang dan lainnya. Ini sejatinya upaya mempercepat pelayanan publik dan memperpendek rentang kendali pemerintahan,” kata Helmi kepada Radar Tarakan.

Baca Juga :  Dampak Pembangunan KIPI

Helmi pun mengungkapkan, Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dan pihak DPMD Nunukan sendiri, segera melakukan evaluasi terhadap dua desa persiapan tersebut. Itu dilakukan sebagai syarat sebelum dua desa ditetapkan sebagai desa definitif.

Evaluasi dilakukan, lantaran dua desa sudah memasuki batas waktu minimal tiga tahun sebagai desa persiapan.

“Jadi, setelah menjadi desa persiapan selama 3 tahun, langkah selanjutnya yakni evaluasi. Rencananya, proses evaluasi dimulai pada Juli mendatang,” ungkap Helmi

Evaluasi pun, akan dilakukan tim dengan cara monitoring kedua desa tersebut. Dan pelaksanaan dijadwalkan Juni mendatangkan disebabkan, saat ini sebagian tim dari DPMD masih fokus penyelesaian dan percepatan batas-batas desa.

Jika nantinya hasil verifikasi yang dilakukan tim, masih ditemukan data atau laporan yang tidak sesuai dan belum memenuhi persyaratan, maka status desa persiapan tetap dilanjutkan. Berbeda jika tim evaluasi menyatakan memenuhi persyaratan, makan dua desa akan ditetapkan sebagai desa definitif.

Baca Juga :  Binda Kaltara Ungkap Capaian Vaksinasi di Nunukan

“Kalau belum memenuhi persyaratan maka desa itu akan terus menjadi desa persiapan sampai hasil evaluasi menyatakan layak. Namun, jika sudah memenuhi persyaratan, maka langsung dinyatakan desa definitive,” bebernya.

Alhasil, jika dua desa yang diusulkan ditetapkan sebagai desa definitif, maka Nunukan akan memiliki 234 desa dari sebelumnya 232 desa yang tersebar di 21 kecamatan Nunukan. (raw/adv/har)

Most Read

Spaghetti

Delapan Honorer K2 Diusulkan Jadi PPPK

Artikel Terbaru

/